Langkah _ Langkah Penerapan Model Pembelajaran


Langkah – Langkah Penerapan Model Pembelajaran

Pada artikel saya yang lain sudah pernah dipaparkan model – model pembelajaran, dan pada kesempatan kali ini akan saya coba paparkan langkah langkah / sintak dari model pembelajaran, karena untuk menerapkan model pembelajaran dalam kegiatan belajar jelas tidak akan sama satu situasi dengan situasi yang lain. Kita semua sudah tahu bahwa latar belakang dan karakteristik peserta didik antara satu daerah atau sekolah dengan daerah yang lain tentu berbeda, sebagai contoh antara peserta didik di wilayah kota yang sudah cukup didukung segala fasilitas dan sarana belajar tentu berbeda cara ber fikir peserta didiknya dibanding dengan sekolah atau daerah di wilayah desa terpencil yang fasilitas dan sarananya serba terbatas. Akan tetapi secara psikis perkembangan peserta didik berada pada tingkat usia yang sama maka secara emosional memiliki keinginan dan perkembangan yang hampir sama. Oleh karenanya pendekatan model – model pembelajaran menjadi salah satu cara untuk dapat mengurai dan memberikan solusi belajar bagaimana peserta didik belajar.

Langkah– langkah pendekatan belajar yang akan diuraikan kali ini masih mencakup model pembelajaran model Discovery Learning, Project Based Learning, Problem Based Learning, Model Learning Cycle, dan Model Science Tecknology and Society (STS).

A. Model Pembelajaran Discovery Learning

Model pembelajaran ini dapat diterapkan dalam semua mata pelajaran baik ipa  maupun lainya. Pada Discovery Learning lebih menekankan jika ditemukannya konsep atau prinsip yang sebelumnya tidak diketahui, masalah yang diperhadapkan kepada siswa semacam masalah yang direkayasa oleh guru. langkah – langkah ( sintak) pembelajaran yang dapat dilakukan oleh guru antara lain :

1) Stimulation (stimulasi/pemberian rangsangan)

Pada tahap ini peserta didik dihadapkan pada sesuatu yang menimbulkan pertanyaan dan timbul keinginan untuk menyelidiki sendiri. Guru dapat memulai kegiatan pembelajaran dengan mengajukan pertanyaan, anjuran membaca buku, dan aktivitas belajar lainnya yang mengarah pada persiapan pemecahan masalah.

2) Problem statement (pernyataan/ identifikasi masalah)

Setelah dilakukan stimulation guru memberi kesempatan kepada siswa untuk mengidentifikasi sebanyak mungkin masalah yang relevan dengan bahan pelajaran, kemudian salah satunya dipilih dan dirumuskan dalam bentuk hipotesis (jawaban sementara atas pertanyaan masalah).

3) Collection Data (pengumpulan data)

Pada saat peserta didik melakukan eksperimen atau eksplorasi, guru memberi kesempatan kepada para siswa untuk mengumpulkan informasi sebanyak-banyaknya yang relevan untuk membuktikan benar atau tidaknya hipotesis. Data dapat diperoleh melalui membaca literatur, mengamati objek, wawancara dengan narasumber, melakukan uji coba sendiri dan sebagainya.

4) Processing Data (pengolahan data)

Pada tahap ini kegiatan mengolah data dan informasi dapat dilakukan melalui wawancara, observasi, dan sebagainya, lalu ditafsirkan.

5) Verification (pembuktian)

Pada tahap ini peserta didik memeriksa hasil pengolahan data untuk membuktikan benar atau tidaknya hipotesis yang telah ditetapkan, dihubungkan dengan hasil data processing.

6) Generalization (menarik kesimpulan/generalisasi)

Pada tahap generalisasi/ menarik kesimpulan peserta didik menarik kesimpulan yang dapat dijadikan prinsip umum dan berlaku untuk semua kejadian atau masalah yang sama, dengan memperhatikan hasil verifikasi.


Baca Juga Model - Model Pembelajaran

B. Model Project Based Learning

Model pembelajaran ini menekankan pada proses pembelajaran jangka panjang, terlibat  secara langsung dengan berbagai isu dan persoalan kehidupan sehari-hari. Pembelajaran  Berbasis Proyek merupakan model pembelajaran yang melibatkan peserta didik dalam suatu kegiatan (proyek) yang menghasilkan suatu produk. Langkah – langkah (sintak) yang dapat dilaksanakan antara lain :

1) Penentuan Pertanyaan Mendasar (Start With the Essential Question)
Pembelajaran dimulai dengan pertanyaan esensial, yaitu pertanyaan yang dapat memberi penugasan peserta didik dalam melakukan suatu aktivitas..

2) Mendesain Perencanaan Proyek (Design a Plan for the Project)

Perencanaan berisi tentang aturan main, pemilihan aktivitas yang dapat mendukung dalam menjawab pertanyaan esensial, dengacara mengintegrasikan berbagai subjek yang mungkin, serta mengetahui alat dan bahan yang dapat diakses untuk membantu penyelesaian proyek.

3) Menyusun Jadwal (Create a Schedule)

Guru dan peserta didik secara kolaboratif menyusun jadwal aktivitas dalam menyelesaikan proyek antara lain: (1) membuat timeline menyelesaikan proyek. 2) membuat deadline penyelesaian proyek, (3) peserta didik jika akan merencanakan cara yang baru, (4) membimbing peserta didik melaksanakan proyek dan (5) peserta didik untuk membuat penjelasan pemilihan proyek

4) Memonitor peserta didik dan kemajuan proyek (Monitor the Students and the Progress of the     Project)

Monitoring dilakukan guru dengan menggunakan rubrik yang dapat merekam keseluruhan aktivitas. Guru berperan menjadi mentor bagi aktivitas peserta didik

5) Menguji Hasil (Assess the Outcome)

Penilaian dilakukan untuk membantu guru dalam mengukur ketercapaian standar, mengevaluasi kemajuan masing- masing peserta didik, memberi umpan balik tentang tingkat pemahaman yang sudah dicapai peserta didik, membantu guru dalam menyusun strategi pembelajaran berikutnya.

6) Mengevaluasi Pengalaman (Evaluate the Experience)

Pada akhir proses pembelajaran, pengajar dan peserta didik melakukan refleksi terhadap aktivitas dan hasil proyek yang sudah dijalankan. Proses refleksi dilakukan baik secara individu maupun kelompok mengembangkan diskusi dalam rangka memperbaiki kinerja selama proses pembelajaran, sehingga pada akhirnya ditemukan suatu temuan baru (new inquiry) untuk menjawab permasalahan yang diajukan pada tahap pertama pembelajaran.

C. Model Problem Based Learning (PBL)

Problem Based Learning (PBL) adalah model pembelajaran yang dirancang agar peserta didik mendapat pengetahuan penting, yang membuat mereka mahir dalam memecahkan  masalah,dan memiliki model belajar sendiri serta memiliki kecakapan berpartisipasi dalam  tim. Langkah - langkah (sintak) yang dapat dilakukan antara lain :

1) Orientasi peserta didik kepada masalah

Dalam langkah ini guru dituntut untuk menjelaskan tujuan pembelajaran, dan menjelaskan logistik yg dibutuhkan, serta Memotivasi peserta didik untuk terlibat aktif dalam pemecahan masalah yang dipilih. Hal ini sangat penting untuk memberikan motivasi agar peserta didik dapat mengerti dalam pembelajaran yang akan dilakukan.

2) Mengorganisasikan peserta didik.

Pada langkah ke dua ini seorang guru harus membantu peserta didik mendefinisikan dan mengorganisasikan tugas belajar yang berhubungan dengan masalah tersebut. Setelah peserta didik diorientasikan pada suatu masalah dan telah membentuk kelompok belajar selanjutnya guru dan peserta didik menetapkan subtopik yang spesifik, tugas-tugas penyelidikan, dan jadwal. Tantangan utama bagi guru pada tahap ini adalah mengupayakan agar semua peserta didik aktif terlibat dalam sejumlah kegiatan penyelidikan dan hasil-hasil penyelidikan ini dapat menghasilkan penyelesaian terhadap permasalahan tersebut.

3) Membimbing penyelidikan individu dan kelompok.
Pada langkah ketiga ini guru harus mendorong peserta didik untuk mengumpulkan informasi yang sesuai, melaksanakan eksperimen untuk mendapatkan penjelasan dan pemecahan masalah. Tujuannya adalah agar peserta didik mengumpulkan cukup informasi untuk menciptakan dan membangun ide mereka sendiri. Setelah peserta didik mengumpulkan cukup data dan memberikan permasalahan tentang fenomena yang mereka selidiki, selanjutnya mereka mulai membuat penjelasan dalam bentuk hipotesis, penjelasan, dan pemecahan dimensi.

4) Mengembangkan dan menyajikan hasil karya
Sedangkan pada langkah ke empat ini guru harus membantu peserta didik dalam Merencanakan dan menyiapkan karya yang sesuai seperti membuat laporan, model dan berbagi tugas dengan teman.

5) Menganalisa dan mengevaluasi proses pemecahan masalah.

Untuk angkah yang terakhir pada pelaksanaan model pendekatan ini guru melakukan kegiatan mengevaluasi hasil belajar tentang materi yang telah dipelajari /meminta kelompok mempresentasikan hasil kerja.

D. Model Siklus Belajar
Model siklus belajar 5E, yang terdiri lima fase, yaitu engagement, exploration, explain, expand, dan evaluate sebagai implementasi dari teori belajar konstruktivisme dan implementasi pembelajaran sains berbasis inkuiri.

Fase-fase Siklus Belajar 5E :

1) Fase Engagement

Pelibatan peserta didik dalam belajar. Pada fase ini guru berperan sentral. Kegiatan guru dalam fase ini menggali pengetahuan awal peserta didik (sebagai pra asesmen), mengajukan masalah, membantu peserta didik membuat hubungan dengan pelajaran yang telah dipelajarinya, dan menginformasikan objek, topik yang akan dipelajari atau mengajukan pertanyaan-pertanyaan untuk melibatkan peserta didik dalam pembelajaran.

2) Fase Eksplorasi

Fase penggalian informasi. Pada fase ini, siswa berperan sentral. Aktivitas mereka adalah mengumpulkan informasi dari berbagai sumber belajar. Aktivitas siswa dapat berupa kegiatan membaca, melakukan eksperimen, mencatat data eksperimen, berdiskusi, atau kegiatan lainnya.

3) Fase Explanation (Eksplanasi atau Pemberian Penjelasan)

Pada fase eksplanasi, siswa diberi kesempatan untuk memberikan penjelasan dari hasil eksplorasinya. Pada fase ini siswa menggunakan data yang telah dikumpulkan untuk memecahkan masalah dan melaporkan apa yang mereka lakukan. Pada fase ini juga siswa mencoba untuk mencari jawaban atas masalah yang diajukan.

4) Fase Elaborasi

Pada fase elaborasi, guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk memperluas apa yang telah mereka pelajari pada fase eksplanasi. Pada tahap ini guru juga dapat mengajukan masalah baru agar peserta didik dapat mengaplikasikan pengetahuan yang sudah diperolehnya.

5) Fase Evaluasi

Fase evaluasi bukanlah menjadi fase akhir dari model ini, karena evaluasi dilakukan sejak fase pertama sampai fase-fase berikutnya dalam model siklus belajar ini. Dalam fase ini guru dan peserta didik sama-sama mengevaluasi.

E. Model pembelajaran Sains-Teknologi-Masyarakat (STS)

Model STS Carin (1997:74), meliputi empat tahap, yaitu tahap invitasi, tahap eksplorasi, penemuan, dan penciptaan, tahap pengajuan penjelasan dan solusi, serta tahap  pengambilan tindakan.

1) Tahap Invitasi
Guru mengecek pengetahuan awal peserta didik tentang materi yang akan dipelajari dan Guru menginformasikan topik pembelajaran yang akan dipelajari dan kegiatan-kegiatan belajar peserta didik.

2) Tahap Eksplorasi dan penemuan

Mengarahkan materi yang akan dipelajari berdasarkan jawaban jawaban peserta didik tentang materi, dan kegiatan mereka untuk mencari informasi lebih lanjut dalam diskusi kelompok, dan Guru melakukan penilaian proses.

3) Tahap Penjelasan dan solusi

Peserta didik melakukan presentasi melalui diskusi kelas tentang teori yang dipelajari, dengan menyajikan data dan menyampaikan solusi dan Guru memberikan klarifikasi dan penguatan serta meminta peserta didik merefleksikan materi yang telah dipelajari dengan mengkonfirmasi apakah semua pertanyaan pada tahap invitasi telah terjawab atau belum dan melakukan review materi yang telah dipelajari peserta didik

4) Tahap Pengambilan tindakan

Peserta didik merumuskan tindakan/saran/membuat poster

Demikian postingan kali ini, untuk perbaikan posting berikutnya silahkan tinggalkan komentar anda

Seorang Pengajar Pada Sekolah Menengah Atas Di Jawa Tengah dan Penulis Free line Pada Blog.. Blog ini sebagai wujud sumbangsih pada dunia Pendidikan dan sebagai langkah nyata dalam membantu dan melengkapi sumber referensi bagi siapapun yang membutuhkannya. Siap Berbagi, Siap Belajar, dan Pembelajaran

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

1 komentar:

komentar
11 February, 2019 17:23 delete This comment has been removed by a blog administrator.
avatar