Cara Pengelolaan kelas yang harus dikuasai Pendidik

Menjadi suatu keniscayaan sebagai seorang penanggung jawab dalam kegiatan pembelajaran dan untuk mencapai kondisi optimal dalam proses pembelajaran, maka seorang pendidik harus mampu mendayagunakan potensi kelas berupa pemberian kesempatan yang seluas-luasnya pada setiap personal untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang kreatif dan terarah sehingga waktu dan dana yang tersedia dapat dimanfaatkan secara efisien untuk melakukan kegiatan-kegiatan di kelas yang berkaitan dengan kurikulum dan perkembangan peserta didik.
PENGELOLAAN KELAS

Di sisi lain peran pendidik menurut Adam dan Decey (dalam Usman, 2003) mengemukakan peranan guru dalam proses belajar mengajar adalah sebagai berikut: (a) guru sebagai demonstrator, (b) guru sebagai pengelola kelas, (c) guru sebagai mediator dan fasilitator dan (d) guru sebagai evaluator. 

Dengan demikian agar peranannya dapat berjalan optimal maka pengelolaan kelas menjadi salah satu yang urgen, sehingga pengelolaan kelas yang efektif menjadi kunci keberhasilan pencapaian tujuan pembelajaran dengan baik.

Jadi tujuan pengelolaan kelas adalah menciptakan kondisi kelas yang sesuai dengan proses pembelajaran efektif untuk tujuan pembelajaran yang ditargetkan.

Mengingat begitu besarnya peran pengelolaan kelas yang baik dalam pencapaian tujuan pembelajaran, maka pada kesempatan kali ini akan kami coba paparkan secara singkat delapan langkah pengelolaan kelas yang harus dipahami dan dikuasai oleh seorang pendidik. Mulai dari perencanaan sampai dengan bagaimana mengantisipasi timbulnya masalah di dalam kelas.

1. Persiapan yang cermat

Persiapan yang cermat adalah guru harus mengenali benar karakteristik peserta didiknya, karena mereka memiliki kemampuan yang berbeda-beda. Baik kemampuan keterampilan, pemahaman maupun emosional. Sebagai contoh ada peserta didik yang memiliki kemampuan mengerjakan tugas dengan cepat, dan ada pula yang lambat. Mereka yang memiliki kemampuan mengerjakan tugas dengan cepat, harus diberi aktifitas yang lebih dari lainnya. Ini dimaksudkan agar mereka yang cepat mengerjakan tugas, tidak mengganggu temannya yang sedang mengerjakan tugas.

Untuk memahami karakteristik peserta didik lebih dalam baca juga Penguatan Pendidikan Karakter Peserta didik.

2. Terus menjaga dan mengembangkan rutinitas.

Agar peserta didik tidak selalu dibingungkan dengan gaya dan model penugasan yang terus berubah, tidak ada salahnya guru menjaga rutinitas. Kecepatan siswa memahami apa yang akan dilakukan gurunya, akan mampu mengurangi keributan dikelas. Tetapi hal ini perlu di tegaskan bahwa rutinitas yang dimaksud jangan bersifat monoton, karena hal ini akan membosankan bagi peserta didik yang memiliki kemampuan lebih.

3. Percaya diri dan bersikap tenang

Dengan kepercayaan diri yang tinggi, guru akan mampu mengendalikan peserta didiknya, sehingga proses pembelajaran akan berjalan sesuai dengan apa yang diharapkan, karena dengan bersikap tenang dan percaya diri, guru tidak akan mudah panik dan kehilangan keseimbangan, serta tidak akan ragu ketika menghadapi reaksi dan kelakuan peserta didiknya.

4. Profesional dalam bersikap dan bertindak

Sudah seharusnya seorang pendidik harus bertindak dan bersikap profesional. Sehingga tidak hanya mampu melaksanakan tugas pokoknya, namun juga mampu melaksanakan hal-hal yang terkait dengan keberhasilan tugas pokok tersebut, baik dalam bersikap, bertindak dan mengambil langkah sebagai seorang profesional.

5. Mampu mengenali perilaku peserta didik yang tidak tepat

Dalam hal ini guru harus mampu mengenali perilaku tidak tepat dari siswa-siswanya, yakni dalam bentuk apa perilakunya, kapan akan muncul, dan apakah perilaku tersebut sudah memerlukan respon dari guru atau belum.

Untuk memahami perilaku peserta didik baca juga 8 Aliran teori Pendidikan

6. Jangan membuat langkah mundur

Jangan memandang remeh terhadap gangguan yang terjadi dalam proses pembelajaran. Jika Pendidik tidak bisa mengatasi gangguan kecil, sehingga gangguan itu terus membesar dan mengganggu peserta didik lainnya maka pendidik tidak boleh melangkah mundur. Sebagai antisipasi supaya tidak melakukan langkah mundur, dapat dilakukan antisipasi melalui hal-hal berikut. :

  • Menegur dengan santun peserta didik yang melakukan perbuatan tidak benar dalam kelas, saat sudah mengganggu orang lain.
  • Terus pantau peserta didik yang diberi teguran agar tidak menimbulkan gangguan berikutnya
  • Gunakan otoritas terhadap peserta didik yang melakukan perlawanan, dengan mengedepankan aturan yang sudah disepakati bersama.
  • Tetap berikan bimbingan dan arahan pada peserta didik yang nakal, diluar jam pembelajaran agar tidak mengganggu waktu belajar peserta didik yang lainnya.
  • Tetap tenang dan penuh percaya diri ketika menghadapi dan menyelesaikan masalah peserta didik didalam kelas.

7. Melakukan komunikasi dengan orang tua peserta didik

Komunikasi yang baik dengan orang tua peserta didik dapat membantu pengelolaan kelas, karena semua perlakuan guru terhadap peserta didiknya memperoleh kepercayaan dari orang tuanya. Ini dimaksudkan agar tidak menimbulkan kesalahpahaman dengan orang tua atau wali peserta didik, terutama kepada orang tua dari peserta didik yang bermasalah.

8. Waspada dengan munculnya masalah
Sebagai langkah preventive dari timbulnya masalah yang mengganggu proses pembelajaran di kelas, tidak ada salahnya pendidik melakukan hal – hal berikut ini :

  • Penataan kelas secara fisik harus terlihat nyaman untuk proses pembelajaran
  • Perangkat pembelajaran (RPP) harus tersusun berbasis pada tingkat satuan pendidikan sesuai intake peserta didik
  • Bersikap tenang, antusias, penuh optimistik, akrab, namun tetap menjaga wibawa keguruannya
  • Tingkatkan profesionalisme agar sesuai dan dengan harapan peserta didik dan mampu membuktikan bahwa dia dapat memenuhi harapan mereka.
  • Sistem yang dikembangkan di sekolah mendukung bagi pendidik untuk mengembangkan pengelolaan kelas yang efektif, seperti sistem administrasi akademik memungkinkan guru untuk mengembangkan berbagai inovasi pembelajaran, dan terkomunikasikan dengan baik pada orang tua peserta didik.
  • Berpenampilan menarik dan tidak berlebihan sehingga dapat diterima semua peserta didik, kelas dikelola dengan baik, penyampaian pendidik yang jelas dan mudah dipahami, dan membuat suasana yang menyenangkan bagi semua orang di dalam kelas.
Dari delapan langkah tersebut diatas agar tetap bisa terlaksana dengan baik dan sesuai harapan bersama, maka tidak dapat lepas dari prinsip – prinsip pengelolaan kelas seperti menurut Djamarah dan Uzer Usman (dalam Ana Rosilawati, 2008:134-135) prinsip pengelolaan kelas mencakup : 1) Hangat dan Antusias; 2) Tantangan; 3) Bervariasi; 4) Keluwesan; 5) Penekanan Pada hal-hal yang Positif; dan 6) Penanaman Disiplin diri.

Demikian Cara pengelolaan kelas yang dapat kami paparkan kepada rekan, saudara semua, mudah – mudahan dapat bermanfaat dan membantu bagi yang membutuhkan.

Untuk perbaikan artikel silahkan tinggalkan komentar

Seorang Pengajar Pada Sekolah Menengah Atas Di Jawa Tengah dan Penulis Free line Pada Blog.. Blog ini sebagai wujud sumbangsih pada dunia Pendidikan dan sebagai langkah nyata dalam membantu dan melengkapi sumber referensi bagi siapapun yang membutuhkannya. Siap Berbagi, Siap Belajar, dan Pembelajaran

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »