Pengertian dan Faktor - Faktor Komunikasi Efektif

       Modal penting untuk hidup bermasyakat dalam mewujudkan kerjasama antar anggotanya adalah komunikasi, karena dari komunikasi yang benar akan terwujudnya maksud yang diharapkan bersama. Berbicara tentang komunikasi marilah kita lihat pengertian komunikasi , mulai dari asal usul katanya (etimologi), komunikasi berasal dari kata Latin Communis atau communico atau communicare yang berarti “sama atau membuat sama”.
Komunikasi 1

       Sedangkan secara terminologi komunikasi dapat diartikan proses menyampaikan pesan dari satu orang kepada orang lain baik perorangan atau kelompok orang (audiens). Pesan yang disampaikan dapat berupa perkataan (verbal ) maupun tulisan/symbol (nonverbal).
     
      Menilik hal diatas maka dalam komunikasi setidaknya terdapat tiga unsur yang terlibat dalam sebuah komunikasi, yang pertama orang yang menyampaikan pesan (komunikator), yang kedua Pesan (Bahasa verbal atau nonverbal), dan yang ketiga orang yang menerima pesan (komunikan). Apabila ketiga unsur tersebut telah terpenuhi dan sebuah pemahaman telah disepakati maka dapat dikatakan telah terjadi komunikasi.

     Dengan demikian komunikasi dikatakan berhasil jika telah terjadi kesamaan makna antara pesan yang disampaikan oleh komunikator dengan pesan yang diterima oleh komunikan, dan disebut dengan komunikasi efektif.
   
Pertanyaan yang timbul adalah siapakah yang paling sering membutuhkan komunikasi yang efektif?.

      Tentu kita akan menjawab semua orang membutuhkannya, betul memang akan tetapi diantara orang atau kelompok orang yang membutuhkan komunikasi efektif adalah seorang pendidik (Guru) atau tutor. Karena kita semua tahu bahwa kunci pokok yang menopang pekerjaan seorang Pendidik adalah komunikasi dengan peserta didiknya (komunikan), agar pesan atau materi pelajaran yang disampaikan dapat dipahami dengan baik oleh peserta didiknya.

Oleh karenanya seorang pendidik perlu menguasai dan memahami kajian-kajian teoretis dan praktis mengenai pengelolaan komunikasi yang menyangkut konsep, teknik, dan strategi penerapan komunikasi dalam pembelajaran.
       
      Pertanyaan selanjutnya adalah bagaimana caranya agar komunikasi yang kita lakukan dapat efektif dipahami oleh komunikan?. Pada kesempatan kali ini akan coba kami sampaikan komunikasi efektif dan faktor – faktor apa yang mendukung atau menghambatnya.

A. Pengertian Komunikasi Efektif

        Secara sederhana komunikasi dikatakan efektif apabila pesan yang disampaikan oleh pengirim pesan sama maknanya dengan pesan yang ditangkap dan dipahami oleh penerima pesan. Pesan harus dimaknai bersama antara penyampai dan penerima, sebab dengan memahami makna yang sama terhadap suatu pesan, maka tindakan yang diharapkan terhadap efek komunikasi menjadi sama. Perbedaan makna pesan (persepsi) akan menghasilkan salah menafsirkan maksud pesan (misinterpretasion), misinterpretasi akan berakibat misunderstanding, hasilnya akan misaction.

Jadi, secara sederhana komunikasi disebut efektif bila:

Perception -----> interpretation --------> understanding -------> action

Sebaliknya bila komunikasi tidak efektif akan berakibat:

Misperception---- misinterpretation---->misunderstanding ----> misaction

       Jadi yang dimaksud komunikasi efektif adalah komunikasi yang dilakukan oleh seseorang kepada orang lain dimana respons atau efek yang terjadi pada komunikan (baik efek kognisi, efek afeksi, atau efek konasi) sesuai dengan tujuan komunikator.

Menurut Stewart L. Tubb dan Sylvia Moss (dalam Mulyana, 2001), komunikasi yang efektif memiliki tanda-tanda antara lain:
  1. Pemahaman. Komunikasi dikatakan efektif apabila penerima pesan (komunikan) memperoleh pemahaman yang cermat atas isi pesan yang disampaikan oleh komunikator.
  2. Kesenangan. Ketika Anda mengatakan: “Halo!”, “Selamat pagi!”, anda mugkin tidak bermaksud mencari informasi dari orang yang anda sapa. Komunikasi seperti ini dimaksudkan untuk memperoleh kesenangan.
  3. Mempengaruhi Sikap. Tindakan mempengaruhi orang lain merupakan bagian dari kehidupan sehari-hari. Dalam berbagai situasi kita berusaha mempengaruhi sikap orang lain, dan berusaha agar orang lain tidak hanya memahami ucapan kita, tetapi agar orang mengikuti apa yang kita inginkan.
  4. Hubungan Sosial yang Baik. Manusia adalah makhluk sosial, dia tidak akan bertahan hidup sendirian. Dia butuh orang lain untuk melangsungkan kehidupannya.
  5. Tindakan. Efektifitas komunikasi biasanya diukur oleh tindakan nyata. Misalnya masyarakat berbondong-bondong menyumbangkan harta atau pakaian setelah mengetahui berita betapa mengenaskannya korban bencana longsor.
        Jadi bila diantara lima tanda di atas terpenuhi atau terjadi maka kita dapat mengatakan bahwa komunikasi yang terjadi efektif sesuai kontek yang komunikator harapkan. Demikian halnya dalam konteks pembelajaran Komunikasi akan efektif apabila kelima tanda di atas terpenuhi dan sebagai outputnya terjadi hubungan yang baik diantara guru (pendidik) dan peserta didik. Saling menghargai, menghormati, dan santun dalam berkata dan bertutur kata merupakan salah satu faktor untuk menjalin hubungan yang baik diantara pelaku komunikasi (guru dan peserta didik).

B. Faktor pendukung dan penghambat komunkasi efektif

     Dalam realitanya sering kita jumpai dalam berkomunikasi adakalanya tidak seperti yang kita harapkan. Terlepas dari itu semua banyak faktor mempengaruhi keberhasilan suatu komunikasi. Berikut ini beberapa faktor yang mendukung terjadinya komunikasi efektif, baik dalam keseharian maupun dalam pembelajaran.

1. Faktor Komunikator (Guru/pendidik)

    Keefektifan komunikasi ditentukan oleh etos komunikator. Etos adalah nilai yang ada pada diri seorang komunikator. Etos dibangun oleh unsur kepercayaan (credibilty) dan atraksi (attractiveness). Kredibilitas adalah seperangkat persepsi komunikan tentang sifat-sifat komunikator. Kredibilitas dimunculkan oleh komunikan ketika dia melihat komunikator.

2. Faktor Komunikan (Peserta Didik)

    Sebelum menyampaikan pesan, komunikator terlebih dahulu harus memahami siapa komunikan (know your audiences) karena komunikan terdiri dari orang-orang yang hidup, bekerja, dan bermain satu sama lain dalam jaringan lembaga sosial. Komunikan akan mempertimbangkan keuntungan pesan yang disampaikan komunikator pada dirinya.
Dalam konteks pembelajaran, penting bagi guru untuk memahami karakteristik peserta didik. Antara lain:
  • mengetahui kebutuhan peserta didik, 
  • kecakapan yang dimiliki peserta didik, 
  • pengalaman-pengalaman belajar dan pengalaman di luar kelas, 
  • kemampuan berpikir peserta didik, dan 
  • kesulitan-kesulitan yang dihadapi peserta didik. 
Untuk lebih jelas bagaimana? BACA JUGA cara memahami karakteristik peserta didik

3. Faktor Pesan (Muatan Pelajaran)

     Pesan dibangun oleh dua faktor, yaitu: isi pesan (the content of messasge) dan bahasa (symbol). Supaya pesan mudah diterima dan dipahami oleh komunikan, maka pesan harus diorganisasikan dengan baik, setelah terorganisasi dengan baik pesan harus disesuaikan dengan cara berpikir, kebutuhan, dan kepentingan komunikan.
Rakhmat (1989) memberikan lima tahapan dalam penyususan pesan yang baik, yaitu: Tahap perhatian, tahap kebutuhan, tahap pemuasan, tahap visualisasi, dan tahap tindakan.

    Terlepas dari faktor pendukung di atas, terdapat juga faktor – faktor yang menghambat terjadinya komunikasi efektif baik dalam komunikasi sehari hari maupun dalam pembelajaran. Menurut Yusuf (2010) mengelompokkan hambatan-hambatan dalam komunikasi atau pembelajaran sebagai berikut:
  1. Hambatan pada sumber. Sumber pada suatu proses komunikasi dapat dikatakan sebagai penggagas atau komunikator. Sumber bertindak sebagai manajer (pengelola). Ketidakcakapan manajer dalam mengelola proses komunikasi akan menghambat keberhasilan komunikasi. Guru sebagai pemimpin pembelajaran tentu saja harus mampu mengelola komunikasi dengan baik. Perencanaan yang matang dan pelaksanaan yang efektif menjadi kunci keberhasilan dalam pembelajaran. Menyiapkan perangkat pembelajaran, menyiapkan media, mengemas konten pelajaran, serta penggunaan bahasa yang tepat merupakan tuntutan yang harus dimiliki oleh guru.
  2. Hambatan pada saluran (channel/media). Hambatan pada saluran lebih pada yang bersifat fisik. Hambata pada saluran terjadi karena adanya ketidakberesan pada saluran komunikasi. Saluran merupakan alat dimana pesan dapat sampai padas asaran (komunikan atau peserta didik). Contoh hambatan ini misalnya aliran listrik mati ketika guru menyampaikan materi melalui computer (LCD), kabel mic terputusputus, tulisan tidak jelas, suara gaduh di ruangan, bahkan suara guru yang parau/serak (sehingga tidak jelas terdengar).
  3. Hambatan pada komunikan/sasaran. Hambatan dalam proses pembelajaran dapat terjadi pada sasaran/komunikan. Dalam konteks pembelajaran hambatan pada sasaran komunikasi diantaranya: kemampuan dan atau kapasitas kecerdasan dari peserta didik; minat dan bakat; motivasi dan perhatian; sensasi dan persepsi; ingatan; dan kemampuan mentransfer pengetahuan serta berpikir kognitif. 
Demikian sekilas tentang komunikasi efektif dan faktor faktornya semoga dapat bermanfaat bagi teman – teman yang memerlukannya, untuk perbaikan artikel yang lain silahkan tingggalkan komentar.

Baca juga Cara Membangun Komunikasi Efektif

Seorang Pengajar Pada Sekolah Menengah Atas Di Jawa Tengah dan Penulis Free line Pada Blog.. Blog ini sebagai wujud sumbangsih pada dunia Pendidikan dan sebagai langkah nyata dalam membantu dan melengkapi sumber referensi bagi siapapun yang membutuhkannya. Siap Berbagi, Siap Belajar, dan Pembelajaran

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »