Cara Membangun Komunikasi Efektif

      Berbicara istilah teknik erat kaitanya dengan tata cara atau stategi, demikan halnya dengan cara membangun komunikasi berarti terdapat stategi tertentu yang dapat dijadikan sebagai acuan agar komunikasi yang kita lakukan efektif. Dalam sebuah stategi pasti terdapat perencaaan (planing) dan Pengelolaan (management) untuk mencapai tujuan, yang dalam hal ini tujuannya adalah mendapatkan komunikasi efektif. Sehingga dalam pengelolaannya perlu melihat situasi dan kondisi.

      Dengan demikian teknik/cara komunikasi merupakan strategi berkomunikasi dengan menyesuaikan situasi dan kondisi audiens (komunikan) untuk mencapai tujuan yang diharapkan.

      Jika dikaitkan dengan konteks pembelajaran, strategi komunikasi dirancang agar pembelajaran berjalan sesuai dengan tujuan. Pengelolaan dan perencanaan komponen-komponen yang terlibat dalam proses komunikasi adalah salah satu bentuk strategi komunikasi. Dengan demikian Untuk dapat melakukan komunikasi efektif (dalam pembelajaran) , maka kita perlu membangun empat komponen berikut:

A. Membangun etos komunikator (guru)
     Berikut ini beberapa faktor yang mendukung timbulnya etos pada diri komunikator atau guru.
  1. Kesiapan (preparedness); Persiapan yang matang akan menentukan keberhasilan komunikasi. Penampilan dan materi pelajaran adalah contoh yang harus dipersiapkan dengan matang.
  2. Kesungguhan (seriousness); Kepercayaan peserta didik pada guru akan timbul apabila seorang guru menunjukkan kesungguhan dalam menyampaikan materi.
  3. Ketulusan (sincerity); Seorang guru harus membawakan kesan bahwa ia tulus menyampaikan materi pelajaran.
  4. Kepercayaan (confidence); Tidak ragu-ragu dan memiliki keyakinan untuk menghadapi segala situasi.
  5. Ketenangan (poise); Ketenangan yang ditunjukkan guru/komunikator akan menimbulkan kesan bahwa guru/komunikator sudah berpengalaman dalam menghadapi peserta didik dan mengusai persoalan yang dibahas.
  6. Keramahan (friendship); Keramahan adalah bentuk ekspresi sikap etis (santun) dari komunikator/guru terhadap peserta didik/komunikan.
  7. Kesederhanaan (moderation); Kesederhanaan bisa menunjukkan kemurnian sikap. Gaya bicara dan penampilan yang tidak dibuat-buat atau tidak meniru gaya orang lain dapat membangun percaya diri.
B. Memilih Materi (isi pesan) yang Sesuai
     Untuk menentukan materi yang baik dan sesuai dengan tujuan komunikasi maka kita perlu memperhatikan hal-hal berikut ini.
  1. Materi pesan harus sesuai dengan latar belakang pengetahuan komunikator; Materi yang paling baik adalah materi yang memberikan kemungkinan si komunikator lebih mengetahui daripada komunikan.
  2. Materi pesan harus menarik minat komunikator; Materi yang enak dibicarakan tentu saja materi yang paling diminati sesuai dengan tujuan komunikator. Komunikasi akan efektif bila pesan yang disampaikan menyentuh emosi kita.
  3. Materi pesan harus menarik minat komunikan; Kita berbicara untuk orang lain, kalau tidak ingin ditinggalkan (tidak dianggap) oleh pendengar (komunikan/peserta didik), maka kita harus berbicara tentang sesuatu yang diminati dan dianggap menarik oleh komunikan. Hal-hal yang menarik akan berbeda dan berubah-ubah pada diri komunikan.
  4. Materi pesan harus sesuai dengan pengetahuan komunikan; Tingkat penerimaan peserta didik SD akan berbeda dengan tingkat penerimaan peserta didik SMP dan SMA.
C. Menggunakan Bahasa yang Tepat
     Komunikasi akan efektif apabila guru/pendidik mampu memilih kata-kata yang tepat dalam berbicara. Ada tiga cara untuk memilih kata-kata yang tepat, yaitu: (1) kata-kata harus jelas, (2) kata-kata harus tepat, dan (3) kata-kata harus menarik.

Baca Juga artikel Faktor - Faktor Komunikasi Efektif

D. Membangun Iklim Komunikasi dengan Peserta Didik(Komunikan)
     Sebagai upaya membangun iklim komunikasi yang positif dengan peserta didik/Komunikan, ada beberapa kemampuan komunikasi yang harus dimiliki oleh Pendidik dalam proses pembelajaran, yaitu :
  1. Kemampuan Pendidik mengembangkan sikap positif peserta didik dalam kegiatan pembelajaran.
  2. Kemampuan Pendidik untuk bersikap luwes dan terbuka dalam kegiatan pembelajaran.
  3. Kemampuan Pendidik untuk tampil secara bergairah dan bersungguh-sungguh dalam kegiatan pembelajaran.
  4. Kemampuan Pendidik untuk mengelola interaksi peserta didik dalam kegitan pembelajaran.
      Hal lain yang harus diperhatikan pendidik (guru ) dalam membangun iklim komunikasi yang positif dengan peserta didik yaitu :
  1. Respect, sikap menghargai setiap individu yang menjadi sasaran pesan yang kita sampaikan. Jika kita harus mengkritik atau memarahi seseorang, lakukan dengan penuh respek terhadap harga diri dan kebanggaan seseorang.
  2. Emphaty, kemampuan menempatkan diri pada situasi atau kondisi yang dihadapi orang lain. Demikian halnya dengan bentuk komunikasi di dunia pendidikan. Kita perlu saling memahami dan mengerti keberadaan, perilaku, dan keinginan dari peserta didik.
  3. Audible, dapat didengarkan atau dimengerti dengan baik, berarti pesan yang kita sampaikan bisa diterima dengan baik oleh penerima pesan.
  4. Clarity, kejelasan dari pesan itu sendiri sehingga tidak menimbulkan multi interpretasi atau berbagai penafsiran yang berlainan. Clarity dapat pula berarti keterbukaan dan transparansi.
  5. Humble, dengan menghargai orang lain, mau mendengar, menerima kritik, tidak sombong, dan tidak memandang rendah orang lain.
Untuk memahami dan mengerti keberadaan peserta didik Baca juga : Perkembangan peserta didik

      Demikian ulasan singkat menegenai teknik komunikasi efektif terutama dalam pembelajaran yang dapat kami paparkan, segala masukan silahkan tulis di kolom komentar.

Selamat Berjuang...

Seorang Pengajar Pada Sekolah Menengah Atas Di Jawa Tengah dan Penulis Free line Pada Blog.. Blog ini sebagai wujud sumbangsih pada dunia Pendidikan dan sebagai langkah nyata dalam membantu dan melengkapi sumber referensi bagi siapapun yang membutuhkannya. Siap Berbagi, Siap Belajar, dan Pembelajaran

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »