Fungsi Pertanyaan Dan Klasifikasinya Dalam Keterampilan Proses Pembelajaran

Dalam proses pembelajaran, pertanyaan seorang pendidik memegang peranan penting, akan tetapi mengkondisikan agar peserta didik mau mengajukan petanyaan juga tidak kalah pentingnya. Dengan demikian untuk menciptakan kondisi agar peserta didik dapat mengajukan pertanyaan maka pendidik harus memberikan kesempatan kepada peserta didik , setidaknya untuk observasi dan meneganali objek yang menjadi pembahasan dalam pembelajaran. Setelah peserta didik mengenali dan mempelajari objek yang menjadi pembahasan secara tidak langsung telah membuat peserta didik dapat menjawab pertanyaan yang diajukan oleh guru sesuai dengan harapan.
FUNGSI PERTANTANYAAN

Menurut Callahan dan Clarke (1988) yang mengatakan bahwa “pertanyaan adalah salah satu yang paling penting dari semua teknik mengajar ”, maka pertanyaan yang kita ajukan dalam pembelajaran memiliki Fungsi, yang dapat kita ingat dengan M7. Fungsi Pertanyaan tersebut antara lain :

a) Mendorong minat dan memotivasi peserta didik untuk berperan aktif dalam pembelajaran;

b) Mengevaluasi persiapan dan mengecek pemahaman peserta didik terhadap suatu tugas;

c) Mendiagnosis kekuatan dan kelemahan peserta didik;

d) Mereviu apa yang telah diajarkan;

e) Mengarahkan peserta didik untuk menemukan kemungkinan baru dalam menggali permasalahan;

f) Meransang peserta didik mencari bahan untuk data, dan

g) Mengembangkan dan membangun konsep diri peserta didik secara individu

Dengan demikian pertanyaan yang diajukan oleh guru hendaknya tidak mengandalkan kemampuan verbal dalam bentuk pertanyaan lisan, namun harus didukung oleh situasi yang kondusif agar peserta didik termotivasi untuk menjawab maupun sebaliknya mau mengajukan pertanyaan.

Klasifikasi Pertanyaan dalam pembelajaran
Dalam mengajukan sebuah pertanyaan dan penggunaan bahasa yang kita gunakan seringkali menggambarkan beragamnya jenis pertanyaan yang kita buat dengan maksud tertentu pula. Sehingga Pertanyaan dalam pembelajaran yang sering kita jumpai dapat kita klasifikasikan menjadi pertanyaan divergen (terbuka) dan konvergen (Tertutup). Pertanyaan divergen artinya pertanyaan yang dimaksud dapat memacu peserta didik berpikir secara luas dan memberi jawaban lebih bervariasi. Berbeda dengan pertanyaan konvergen yang menuntut peserta didik untuk menjawab dengan satu alternatif jawaban, sehingga sering disebut pertanyaan tertutup.

Sedangkan klasifikasi pertanyaan berikutnya adalah berdasar sifatnya ada pertanyaan faktual / deskripsi dan pertanyaan membimbing, keduanya ini memiliki proses penggalian pemahaman dan pengetahuan yang mendalam. Perbedaannya pertanyaan deskripsi meminta peserta didik untuk mendeskripsikan fakta, sedang kan pertanyaan membimbing meminta peserta didik untuk lebih berPikir lebih kritis dengan meminta penjelasan.

Contoh pertanyaan deskripsi : bagaimana cara membuat kompos ?, sedang ,

Contoh pertanyaan membimbing : apa yang kamu maksud perkataran pada besi? dapatkah kamu memberikan alasanya?

Klasifikasi lain dari pertanyaan adalah berdasarkan jenisnya yang sering digunakan pada saat pembelajaran di kelas, yaitu 1) pertanyaan pendahuluan, 2) pertanyaan pengembangan dan 3) pertanyaan kesimpulan. Yang masing masing pertanyaan biasanya diajukan pada awal pembelajaran, kemudian pada pokok pembahasan pembelajaran dan pertanyaan akhir sebagai menandai akhir dari pembelajaran.

Klasifikasi terakhir tentang pertanyaan adalah sebagaimana yang diklasifikasikan menurut BLOOM, yang terkenal dengan taksonominya yang menyangkut ranah kognitif , afektif dan psikomotor. Menurut Bloom secara proses kognitif pertanyaan dapat diklasifikasikan menjadi :

(1) Pertanyaan Ingatan (remembering)

Pertanyaan ingatan biasanya diajukan untuk mengungkap pengetahuan peserta didik mengenai fakta, kejadian, dan definisi. Pertanyaan ingatan dapat berbentuk dua tipe, yaitu : (a) pertanyaan yang menuntut jawaban "ya atau tidak" dan (b) pertanyaan yang menuntut jawaban peserta didik dengan hasil mengingat.

(2) Pertanyaan Pemahaman (understanding)

Sebagaimana namanya maka pertanyaan ini meminta peserta didik untuk memahami sesuatu dengan cara mengorganisasikan kembali informasi yang diperoleh dengan menggunakan kalimat sendiri. Pertanyaan jenis ini dapat dibedakan menjadi tiga yaitu a) pertanyaan untuk meminta penjelasan, b) pertanyan untuk meminta ide pokok, c). Dan pertanyaan untuk membandingkan/membedakan

(3) Pertanyaan Aplikasi (applying)

Aplikasi artinya penerapan, sehingga pertanyaan ini diajukan apabila guru ingin meminta peserta didik untuk dapat menggunakan informasi atau konsep yang telah dimiliki untuk menjelaskan atau memecahkan masalah pada situasi baru.

(4) Pertanyaan Analisis (analysing)

Pertanyaa jenis ini lebih komplek di banding aplikasi sehingga peserta didik untuk dapat menemukan jawabannya dengan cara: (a) mengidentifikasi motif-motif masalah yang ditampilkan, (b) mencari bukti-bukti atau kejadian-kejadian yang menunjang suatu kesimpulan, (c) menarik kesimpulan berdasarkan informasi yang ada atau membuat generalisasi berdasarkan informasi yang ada.

(5) Pertanyaan Evaluasi (evaluating)

Pertanyaan evaluasi dapat diajukan untuk mengetahui kemampuan peserta didik merancang, mempertimbangkan, dan mengkritik. Harapanya Pertanyaan evaluasi diajukan agar peserta didik dapat memberikan penilaian atau pendapat terhadap suatu isu yang ditampilkan., dan yang terakhir

(6) Pertanyaan Mencipta (creating)

Pertanyaan mencipta dapat berupa suruhan membangun, merencanakan, memproduksi sesuatu. dan membangun hipotesis. Harapanya dapat mendorong kreativitas peserta didik. Pertanyaan ini biasanya diajukan jika guru ingin mengetahui kemampuan peserta didik dalam menggabungkan beberapa bagian ke dalam suatu bentuk yang utuh baik fungsi secara utuh atau menggorganisasikan bagian-bagian ke dalam suatu pola/struktur baru yang utuh.

Dari beberapa kalsifikasi diatas apabila antara satu klasifikasi dengan klasifikasi yang lainya di padukan dalam pelaksanaannya dapat disebut sebagai Pertanyaan ketrampilan proses IPA . sebagai mana pendapat Carin (1997: 105) “Pertanyaan-pertanyaan yang termasuk klasifikasi keterampilan proses IPA ditujukan untuk mengembangkan kemampuan peserta didik untuk menemukan konsep yang mencakup: mengamati, membedakan, mengklasifikasi, memprediksi, menafsirkan, menerapkan konsep, merumuskan hipotesis, merencanakan penelitian, membuat model, berkomunikasi , dan menyimpulkan”.

Demikian penjelasan singkat mengenai Fungsi pertanyaan dan klasifikasinya dalam proses pembelajaran . smoga dapat bermanfaat dan jangan sungkan sungkan untuk memberi komentar untuk perbaikan dan masukan selanjutnya.

Silahkan baca juga :

Teknik bertanya dalam Pembelajaran

Cara Membangun komunikasi efektif

Cara menentukan media pembelajaran 

Seorang Pengajar Pada Sekolah Menengah Atas Di Jawa Tengah dan Penulis Free line Pada Blog.. Blog ini sebagai wujud sumbangsih pada dunia Pendidikan dan sebagai langkah nyata dalam membantu dan melengkapi sumber referensi bagi siapapun yang membutuhkannya. Siap Berbagi, Siap Belajar, dan Pembelajaran

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »