Tujuan dan Prinsip Penelitian Tindakan Kelas (PTK)



Salam buat semua. Pada posting terdahulu sudah saya share kan tentang Pengertian Penelitian Tindakan Kelas dan Karakteristiknya, sedang pada postingan kali ini saya akan coba sharekan tentang Tujuan dan Prinsip Penelitian Tindakan kelas (PTK)
Karena sebagaimana anda sekalian pahami bahwa semua tindakan apapun pasti tidak dapat lepas dari yang namanya Tujuan dan Prinsip tindakan agar segala sesuatu yang kita lakukan, terutama bagi anda sekalian yang berkecimpung di dunia pendidikan dapat terarah dan mencapai apa yang kita harapkan bersama.
Tujuan PTK

Okey langsung saja , yang akan kita sampaikan tujuan dari adanya Penelitian Tindakan Kelas (PTK) menurut beberapa ahli saja, seperti berikut ini:

Pertama Menurut Hopkin (1993:44), tujuan PTK adalah untuk: (1) memberikan kontribusi terhadap pemecahan permasalahan praktis dan pengembangan keprofesian guru (terutama dalam menerapkan teori ke dalam praktik mengajar); (2) untuk memberikan pengetahuan, pemahaman dan wawasan yang akan memberikan kepekaan kepada guru bagaimana siswanya belajar dalam mata pelajaran tertentu.

Kedua menurut Mc Niff (1992) mengemukakan bahwa tujuan PTK adalah untuk perbaikan. Kata perbaikan di sini mengacu dan memiliki konteks proses pembelajaran di kelas. Dengan demikian tujuan utama dari PTK adalah untuk peningkatan dan atau perbaikan praktik pembelajaran yang seharusnya dilakukan oleh guru.

Ke tiga menurut Suyanto (1996) menjelaskan bahwa tujuan PTK untuk meningkatkan diri atau memperbaiki layanan pendidikan dalam konteks pembelajaran di kelas.bahkan Tujuan iringan dari PTK ini adalah terjadinya proses latihan bagi guru dalam jabatan selama proses penelitian tindakan berlangsung. Tindakan ini juga merupakan salah satu cara yang strategis bagi guru untuk melakukan berbagai tindakan alternatif dalam memecahkan berbagai persoalan pembelajaran di kelas.

Ke empat menurut Zainal Aqib (2006:18) mengemukakan juga bahwa tujuan PTK merupakan cara yang strategis bagi guru untuk memperbaiki layanan kependidikan yang diselenggarakan dalam konteks pembelajaran di kelas dan peningkatan kualitas program sekolah secara keseluruhan. Dengan demikian, guru akan mendapatkan banyak pengalaman tentang keterampilan praktik pembelajaran , dan bukan bertujuan untuk mendapatkan ilmu baru.

Dari ke empat tujuan yang dikemukakan oleh para pakar di atas maka tujuan penelitian tindakan kelas (PTK) dapat kita klatakan sebagai upaya perbaikan layanan pendidikan oleh guru yang berupa alternatif proses untuk memecahkan persoalan pembelajaran di kelas.

Dalam upayanya mencapai tujuan pembelajaran yang dimaksud, maka penelitian tindakan kelas yang dilakukan harus memperhatikan Prinsisp – prinsip pelaksanaan penelitian tindakan kelas. Dibawah ini terdapat prinsip prinsip pelaksanaan penelitian tindakan kelas yang dikemukaan oleh para ahli.

Pertama menurut Suharsimi Arikunto(2006:6) mengemukan lima prinsip dalam melakukan penelitian tindakan kelas ( PTK), yaitu:
1) Kegiatan nyata dalam Situasi Rutin

Penelitian Tindakan Kelas dilakukan oleh guru (peneliti) tanpa mengubah situasi rutin, karena kalau diubah akan menjadikan situasi belajar tidak wajar, oleh karena itu PTK tidak memerlukan waktu khusus, tidak mengubah jadwal pelajaran yang sudah ada. Hal yang dilaksanakan dalam PTK adalah yang terkait dengan profesi guru.

2) Adanya Kesadaran Diri unuk Memperbaiki Kinerja

Penelitian Tindakan Kelas dilakukan karena adanya dorongan dan keinginan guru untuk selalu melakukan perbaikan atau peningkatan diri karena menyadari adanya kekurangan pada diri, tidak ada paksaan dari orang lain, tetapi harus atas dasar sukarela dan dengan senang hati.

3) SWOT sebagai dasar berpijak

Penelitian tindakan hendaknya dimulai dari analisis kekuatan S-(Strength), kelemahan-W (Weaknesses), kesempatan-O (Opportunity), dan ancaman-T (Treath). Empat hal tersebut dilihat dari sudut guru yang melaksanakan dan siswa yang dikenai tindakan. Guru melihat kekuatan dan kelemahan yang ada pada diri sebagai peneliti dan subjek tindakan diidentifikasi dengan cermat sebelum mengidentifikasi yang lain. Sedangkan kesempatan dan acaman diidentifikasi dari luar diri guru dan siswa apakah ada resiko-resiko yang akan dihadapi jika penelitian dilakukan.

4) Upaya Empirik dan Sistematik

Prinsip ini merupakan penerapan dari prinsip ketiga, dengan telah melakukan SWOT berarti sudah melakukan prinsip empirik (terkait dengan pengalaman) dan sistematik, berpijak pada unsur-unsur yang terkait dengan keseluruhan sistem pembelajaran (objek yang sedang digarap).

5) SMART

Ketika guru menyusun rencana tindakan, hendaknya mengingat hal -hal yang terkandung dalam SMART, S-spesifik: khusus, permasalahan tidak terlalu umum; M-managable, dapat dikelola, dilaksanakan. Penelitian tindakan kelas hendaknya tidak sulit, baik dalam menentukan lokasi, mengumpulkan hasil, mengoreksi, atau kesulitan dalam bentuk lain; A-Acceptable; artinya dapat diterima, dalam konteks ini dapat diterima oleh subjek yang dikenai tindakan, artinya siswa tidak mengeluh gara-gara guru memberikan tindakan-tindakan tertentu dan juga lingkungan tidak terganggu. R-Realistic, operasional, tidak di luar jangkauan. Penelitian tindakan kelas tidak menyimpang dari kenyataan dan jelas bermanfaat bagi diri guru dan siswa. T-Time-bound, diikat oleh waktu, terencana, artinya tindakan-tindakan yang dilakukan terhadap siswa sudah tertentu jangka waktunya. Batasan waktu ini penting agar guru mengetahui betuk hasil yang diberikan kepada siswanya.

Ke dua menurut Hopkin (1993:57-59), mengemukakan enam prinsip yang yang harus diperhatikan oleh guru jika ia akan melaksanakan PTK, prinsip-prinsip itu adalah sebagai berikut.

  1. Penelitian Tindakan Kelas yang akan dilakukan guru hendaknya tidak mengganggu tugas utama guru dalam melaksanakan proses belajar mengajar. 
  2. Metode pengumpulan data tidak menyita waktu guru. 
  3. Metodologi yang digunakan harus reliable untuk memungkinkan guru dapat mengembangkan PBM yang diterapkan di kelas tertentu. 
  4. Masalah penelitian yang diambil hendaknya dapat dipecahkan oleh guru dan tidak terlalu kompleks. 
  5. Pemecahan masalah hendaknya mengacu pada kebutuhan guru sebagai peneliti untuk memberikan perhatian pada prosedur-prosedur di lingkungan kerjanya. 
  6. Jika memungkinkan penelitian dilakukan untuk meningkatkan upaya-upaya pada pencapaian tujuan/prioritas sekolah ke masa depan. 

Dari prinsip – prinsip pelaksanaan penelitian Tindakan kelas ( PTK) di atas, maka secara tersirat kita dapat menarik kegunaan/manfaat dari pelaksanaan PTK bagi guru, diantaranya

1) Peningkatan profesionalisme Guru

Dengan melaksanakanPTK maka seorang guru secara otomatis mengkaji dan melihat kinerjanya sendiri serta merefleksikanya untuk perbaikan , maka pada akhirnya guru akan mendapatkan otonominya secara profesional.

2) Melakukan inovasi pembelajaran

Dengan PTK seorang guru akan menginventarisir persoalannya, kemudian mencari pemecahanya sendiri. Hal ini sama halnya telah melaksanakan inovasi dalam pembelajaran

3) Mengetahui kekuatan dan kelemahan diri

Melalui PTK seorang guru akan mengidentitas kelemahan dan kemampuanya dalam melaksanakan pembelajaran

4) Tidak terjebak pada permasalahan dan kesalahan yang sama

Dengan melaksanakan PTK seorang guru akan mampu untuk memecahkan masalah yang sama atau hampir sama dari permasalahan pembelajaran yang pernah dialaminya.

Demikian sekelumit Tujuan dan Prinsip serta manfaat dari pelaksanaan Penelitian Tindakan kelas (PTK) yang bisa saya share , semoga bermanfaat dan jika berkenan tinggalkan komentar nya.

Seorang Pengajar Pada Sekolah Menengah Atas Di Jawa Tengah dan Penulis Free line Pada Blog.. Blog ini sebagai wujud sumbangsih pada dunia Pendidikan dan sebagai langkah nyata dalam membantu dan melengkapi sumber referensi bagi siapapun yang membutuhkannya. Siap Berbagi, Siap Belajar, dan Pembelajaran

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »