Sarapan Pagi Penting Untuk Kesehatan dan Performa Kerja

Apakah sarapan pagi itu penting ????
Sudah sarapan belum?? Atau belum sempat sarapan nih.
Pertanyaan atau pernyataan seperti itu sudah sering kita temui, terutama bagi Anda yang berprofesi sebagai karyawan atau anak sekolah.

Apalagi di era sekarang yang sangat marak dengan sistem absensi pingerprint, jika terlambat maka akan berpengaruh terhadap prestasi kerja sehingga tidak jadi mendapat bonus atau bagi anak sekolah maka akan mendapatkan perlakuan khusus.
Maka peristiwa tidak sempatnya melaksanakan makan pagi atau sarapan menjadi semakin sering kita dengar.
Alasanya bermacam macam, mulai dari tidak sempatlah atau nanti saja saat istirahat bahkan sekaligus ada yang sekalian untuk menguruskan badan dan masih banyak alasan lain.
Nah pada kesempatan kali ini saya akan coba paparkan sedikit tentang pentingnya sarapan (makan pagi) bagi kesehatan dan prestasi kerja.

Orang yang tidak sarapan (makan pagi) paling tidak akan menderita 4 L (Lapar, Letih, Lesu, dan Lemah), sehingga akan menurunkan semangat kerja, tidak fokus,dan hasil kerja yang kurang memuaskan.

Secara ilmiah makan pagi itu sangat penting baik bagi kesehatan kita maupun prestasi kita di tempat kerja atau di sekolah. Para ahli mengatakan bahwa ¼ hingga 1/3 dari makanan kita untuk sehari sebaiknya dimakan waktu pagi sebagai makan pagi (sarapan).
Ini berarti kalau kebutuhan kalori kita satu hari 3000 kalori, maka makan pagi (sarapan) setidaknya bernilai 750 – 1000 kalori.
sebagaimana dikatakan dr. Sukojto D. bahwa kalau kita tidak makan pagi, dapat menimbulkan sakit kepala, merasa lelah,letih, lesu terutama pada pukul 09.00 – 11.00 pagi. Akibat lainya akan mudah marah, tidak dapat berkonsentrasi, gugup, dan efisiensi fisik/mental berkurang. Pada anak sekolah kesanggupan belajarnya dapat menurun.

gejala – gejala di atas dialami oleh para karyawan, pekerja dan anak – anak sekolah serta lainnya, yang umumnya di sebabkan karena mereka tidak makan pagi (sarapan) atau sarapan yang tidak sesuai alias tidak cukup sehingga kadar gula dalam darah yang diperlukan untuk tenaga tidak cukup pula. Walaupun tidak selalu terjadi,kebiasaan tidak makan pagi dapat menimbulkan gangguan lambung atau sakit maag.

Melihat uraian di atas , jelaslah bahwa sarapan itu penting, walaupun ada usaha mengganti dengan minum vitamin atau tonikum tetap kurang bermanfaat , karena untuk mendapatkan tenaga diperlukan bahan – bahan makanan yang bergizi dengan jumlah kalori yaang sesuai dengan kebutuhan.
Masih kata dr. Sukojto, bahwa untuk mensiasati agar dapat melakukan makan pagi (sarapan) maka, kita bisa menyiapkan makanan pagi yang praktis berupa roti, telur rebus dan susu. Jika tidak sempat di makan saat dirumah bisa juga dibungkus dan dapat dimakan saat istirahat pagi.

Sehingga sekali lagi sarapan pagi itu penting untuk kesehatan dan performa kinerja kita.
Demikian uraian yang sedikit ini semoga bemanfaat.

Seorang Pengajar Pada Sekolah Menengah Atas Di Jawa Tengah dan Penulis Free line Pada Blog.. Blog ini sebagai wujud sumbangsih pada dunia Pendidikan dan sebagai langkah nyata dalam membantu dan melengkapi sumber referensi bagi siapapun yang membutuhkannya. Siap Berbagi, Siap Belajar, dan Pembelajaran

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »