Larutan Elektrolit dan Nonelektrolit

A. Komponen dan Pengertian Larutan

Simak ilustrasi berikut :
Apabila kita membuat satu gelas teh manis, maka yang kita lakukan adalah menyediakan satu gelas air teh dan memasukkan dua sendok makan gula, kemudian kita aduk agar gula larut. Dari perlakuan tersebut ter sajilah satu gelas larutan teh manis yang kita inginkan bukan??.
Dari ilustrasi singkat diatas, maka kita bisa identifikasi bahwa di sana ada air teh satu gelas yang berfungsi sebagai pelarut dan dua sendok sebagai zat terlarut.
Dengan identifikasi tersebut maka kita menjadi tahu bahwa larutan teh manis tersebut terdiri dari air teh yang bertindak sebagai Pelarut disebut dengan solvent (jumlahnya lebih banyak) dan gula sebagai Zat terlarut gula disebut juga solute.. (jumlahnya lebih sedikit)
Jadi kesimpulanya bahwa komponen larutan terdiri atas Pelarut (air) dan zat terlarut (gula)
Dan bila kita analisa lebih lanjut antara gula dan air teh tidak kelihatan lagi, artinya yang terlihat hanya air teh saja, sedangkan gulanya menyatu dan tersebar merata bersama air teh. Keadaan seperti inilah yang disebut dengan keadaan homogen.

Kesimpulan kedua dari ilustrasi tersebut adalah adanya campuran homogen antara Air teh (pelarut) dengan Gula (zat terlarut) yang disebut dengan larutan.

Jadi pengertian larutan adalah campuran homogen antara Pelarut dan zat terlarut.
Perbedaan pelarut dan zat terlarut bisa dilihat dari jumlahnya, dimana pelarut jumlahnya lebih banyak dibanding zat terlarutnya.

B. Larutan Elektrolit dan Nonelektrolit

Pada pembahasan selanjutnya kita akan pelajari tentang larutan elektrolit dan nonelektrolit
Berdasarkan daya hantar listriknya larutan dibedakan menjadi dua, yaitu : Larutan Elektrolit dan Larutan nonelektrolit.

1. Larutan Elektrolit

Larutan elektrolit adalah larutan yang dapat menghantarkan arus listrik.
Contoh : larutan natrium klorida (NaCl), hidrogen klorida (HCl), natrium hidroksida (NaOH), dan amoniak (NH3).

Larutan elektrolit terbentuk dari senyawa elektrolit yang terdiri dari kelompok senyawa Garam, Asam dan Basa

Pertanyaan selanjutnya Apa itu senyawa elektrolit?

Senyawa yang ketika dilarutkan dalam air menghasilkan ion-ion positif dan negatif.
Seperti garam dapur (NaCl) yang dilarutkan dalam air akan menghasilkan ion Na+ dan Cl-
Seperti gambar di bawah ini
Jenis senyawa elektrolit dapat berasal dari senyawa ionik dan senyawa kovalen polar, dan keberadaanya sangat menentukan baik tidaknya larutan elektrolit menghantarkan arus listrik. 
Karena semakin suatu senyawa elektrolit semakin banyak melepaskan ion ketika larut dalam air makanya larutan elektrolit tersebut menjadi menjadi semakin kuat dan disebut larutan elektrolit kuat. Sebaliknya jika senyawa tersebut melepaskan ion dalam jumlah sedikit, maka dihasilkan larutan yang kurang baik menghantarkan listrik dan disebut elektrolit lemah.
2. Larutan Nonelektrolit

Larutan non elektrolit adalah larutan yang tidak dapat menghantarkan arus listrik. Zat non elektrolit bila dilarutkan ke dalam air tidak dapat terurai atau terionisasi menjadi ion-ionnya, melainkan tetap dalam bentuk molekul saja.

Oleh karena itu, larutan nonelektrolit ini tidak dapat menghantarkan listrik atau tidak dapat menunjukan gejala menyalakan lampu dan tidak menghasilkan gelembung-gelembung gas.
Contoh dari larutan non elektrolit : Air murni, Larutan gula’ Larutan alkohol, Larutan urea, dan Harga derajat ionisasi untuk larutan non elektrolit adalah 0 (α = 0 ).

Pertanyaan selanjutnya, Mengapa larutan elektrolit dapat menghantarkan arus listrik??

Pada tahun 1887 Arrhenius dari hasil penelitiannya berhasil mengetahui  hantaran listrik oleh larutan elektrolit dengan teori ionisasi.
Menurut Arrhenius, larutan elektrolit dapat menghantarkan arus listrik karena mengandung ion- ion yang bergerak bebas. Ion-ion itulah yang menghantar arus listrik melalui larutan tersebut.

Untuk membedakan larutan elektrolit dan nonelektrolit dapat dilakukan uji elektrolit dengan rangkaian alat sebagai berikut :

Pertanyaan lainnya adalah Senyawa apa sajakah yang dapat menghantarkan listrik ??

Untuk menjawab pertanyaan di atas perhatikan penjelasan berikut ini :

Ternyata tidak semua senyawa yang ada di sekitar kita dapat menghantarkan arus listrik. Senyawa yang dapat menghantarkan arus listrik tergolong ke dalam senyawa ionik dan senyawa kovalen polar.

a. Senyawa Ion

Senyawa ion adalah senyawa yang terbentuknya melalui ikatan ionik terdiri dari ion positif dan ion negatif.

Dalam padatannya, ion-ion itu tidak bergerak bebas, sehingga senyawa ion dalam bentuk padatan tidak dapat menghantarkan arus listrik. Akan tetapi jika senyawa ion dilelehkan atau dilarutkan, maka ion-ionnya dapat bergerak bebas, sehingga lelehan dan larutan senyawa ion dapat menghantarkan arus listrik.
Contoh zat elektrolit : NaCl, KCl, Na2SO4, dll

b. Senyawa Kovalen Polar

Senyawa yang dalam pembentukannya menggunakan ikatan kovalen dan terjadi polarisasi karena perbedaan keelektronegatifan.
Secara umum senyawa kovalen terdiri dari molekul-molekul bersifat netral dan tidak dapat menghantarkan arus listrik. Akan tetapi sebagian molekul bersifat polar, misalnya molekul air, HCl, H2SO4, CH3COOH,
Senyawa kovalen yang bersifat polar, dalam larutannya dapat menghantarkan listrik. Sedangkan senyawa kovalen non polar dalam larutannya tidak dapat menghantarkan arus listrik.

C. Larutan elektrolit kuat dan elektrolit lemah

Berdasarkan kemampuan ionisasinya larutan elektrolit dibedakan menjadi dua,yaitu :

1. Elektrolit kuat

Larutan elektrolit kuat dihasilkan karena senyawa tersebut dapat terionisasi sempurna, artinya dalam keadaan lelehan dan larutannya senyawa tersebut terurai menjadi ion positif (kation) dan ion negatif (anion), seperti

NaCl (aq) -----> Na+ (aq) + Cl- (aq)

Yang terbentuk dari senyawa ionik dan kovalen polar, termasuk ke dalam elektrolit kuat adalah senyawa garam, Asam kuat dan Basa Kuat
Contoh :
Senyawa garam : NaCl, MgBr2, KNO3, dll
Senyawa asam kuat : HCl, H2SO4, HBr,HNO3, HCI, dll
Senyawa Basa Kuat : NaOH, Ba(OH)2, KOH, dll
karakteristiknya adalah sebagai berikut:

  • Menghasilkan banyak ion
  • Molekul netral dalam larutan hanya sedikit/tidak ada sama sekali
  • Terionisasi sempurna, atau sebagian besar terionisasi sempurna
  • Jika dilakukan uji daya hantar listrik: gelembung gas yang dihasilkan banyak, lampu menyala
  • Penghantar listrik yang baik
  • Derajat ionisasi = 1, atau mendekati 1
2. Elektrolit lemah

Larutan elektrolit lemah terjadi karena senyawa tersebut terionisasi sebagian (tidak sempurna), artinya pada keadaaan larutan dan lelehannya hanya sebagian saja yang terurai menjadi ion positif dan ion negatif, seperti

NH4OH (aq) ----> NH4+(aq) + OH-(aq)

Termasuk ke dalam elektrolit lemah adalah Asam lemah dan Basa Lemah
Contoh :
Senyawa asam lemah : H3PO4, H2S, H2CO3, dll
Senyawa basa lemah : NH3, Ca(OH)2, Al(OH)3,dll
karakteristiknya adalah sebagai berikut:
  • Menghasilkan sedikit ion
  • Molekul netral dalam larutan banyak
  • Terionisasi hanya sebagian kecil
  • Jika dilakukan uji daya hantar listrik: gelembung gas yang dihasilkan sedikit, lampu tidak menyala
  • Penghantar listrik yang buruk
  • Derajat ionisasi mendekati 0
D. KEKUATAN LARUTAN ELEKTROLIT

Kekuatan larutan elektrolit erat kaitannya dengan derajat ionisasi/disosiasi . Derajat ionisasi/disosiasi adalah perbandingan antara jumlah ion yang dihasilkan dengan jumlah zat mula-mula. Dapat dirumuskan sebagai berikut:
α = (mol zat terurai)/(mol zat mula-mula)
Derajat ionisasi memiliki rentang antara 0 s ̶ d 1
.
  • Jika α = 1 elektrolit kuat
  • Jika α = 0 non elektrolit
  • Jika 0 > α < 1 artinya bila α mendekati 1 semakin kuat, dan jika α mendekati 0 semakin lemah.
E. Manfaat Larutan Elektrolit 

Dikalangan masyarakat di pedesaan sering memanfaatkan larutan elektrolit. Seperti Petani di desa sehabis dari sawah biasanya akan mandi dengan air yang dicampur dengan air garam terlebih dahulu biar badan lebih segar.

Ternyata ketika garam dilarutkan dalam air, ia terurai menjadi ion Na+ dan CL-. Ion hasil penguraian ini ternyata dapat meningkatkan tegangan permukaan air sehingga ketika air disiramkan ke tubuh dapat membantu membuka pori-pori tubuh lebih lebar. Pori-pori yang lebar menyebabkan tubuh petani yang panas menjadi lebih cepat dingin dan segar kembali

I. Pilihan Ganda

A. Berilah tanda silang (x) huruf a, b, c, d atau e pada jawaban yang benar.

1. Dibawah ini yang termasuk larutan elektrolit adalah …
a. Amilum      d. Garam dapur
b. Alkohol      e. Gula
c. Glukosa

2. Suatu larutan dapat terionisasi hampir sempurna, maka larutan tersebut tergolong ...

a. Asam            d. Basa
b. Amfoter        e. Elektrolit kuat
c. Elektrolit lemah

3. Diantara larutan zat-zat berikut yang tergolong larutan elektrolit lemah adalah ...

a. NH4OH      d. KOH
b. HCl             e. H2SO4
c. NaCl

4. Asam yang di dalam air hanya menghasilkan ion H+ dari setiap molekulnya adalah ...

a. H2S          d. H2CO3
b. H2SO4     e. H3PO4
c. HCl

5. Suatu larutan dapat menghantarkan listrik dengan baik, jika larutan tersebut mengandung ...

a. Air penghantar listrik
b. Ion-ion yang bergerak bebas
c. Ion-ion positif
d. Logam yang merupakan penghantar listrik
e. Elektron yang tidak bebas bergerak

6. Asam klorida (HCl) merupakan contoh dari ...

a. Senyawa ionik yang non elektrolit
b. Senyawa ionik yang elektrolit
c. Senyawa kovalen yang non elektrolit
d. Senyawa kovalen yang elektrolit
e. Senyawa yang dapat menghantarkan arus listrik

7. Larutan elektrolit yang efektif untuk menarik sol As2S3 yang bermuatan negatif adalah ...

a. NaCl              d. SrCl2
b. K2SO4          e. AlCl3
c. CaCl2

8. Data hasil pengujian daya hantar listrik beberapa larutan sebagai berikut
Dari data tersebut dapatlah disimpulkan bahwa .....

a. semua air dari berbagai sumber, bersifat elektrolit
b. air laut dan sumur bersifat elektrolit
c. air sungai, danau, sendang dan ledeng termasuk larutan non elektrolit
d. larutan dapat tergolong elektrolit jika mempunyai persamaan sifat dengan air laut dan air sumur
e. larutan dapat tergolong non elektrolit jika mempunyai persamaan sifat dengan air ledeng

9. Data hasil percobaan daya hantar listrik berbagai zat adalah sebagai berikut :

Elektrolit yang merupakan senyawa ion adalah ....

a. AB        d. BE
b. AC       e. CD
c. AD

10. Dari larutan berikut yang diharapkan menghantarkan listrik paling baik adalah....

a. larutan glukosa 2 M                             d. larutan asam sulfat 0,2 M
b. larutan asam cuka 0,2 M                     e. larutan asam sulfat 2 M
c. larutan asam cuka 2 M

II. Uraian

B. Jawablah pertanyaan dibawah ini dengan benar.

1. Jelaskan pengertian elektrolit, non elektrolit, kation dan anion? Berikan contohnya.
2. Mengapa larutan elektrolit dapat menghantarkan listrik? Jelaskan.
3. Tuliskan reaksi ion dari senyawa-senyawa berikut.
    a. HCl                        c. NaCl                         e. NaOH
    b. H2SO4                  d. CH3COOH

4. Sebutkan contoh larutan elektrolit dan non elektrolit yang sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari?

5. Jelaskan perbedaan antara elektrolit kuat dan elektrolit lemah

Semoga dapat membantu Anda yang membutuhkannya
Downloads Materi Di Sini

Bacar Juga :

Seorang Pengajar Pada Sekolah Menengah Atas Di Jawa Tengah dan Penulis Free line Pada Blog.. Blog ini sebagai wujud sumbangsih pada dunia Pendidikan dan sebagai langkah nyata dalam membantu dan melengkapi sumber referensi bagi siapapun yang membutuhkannya. Siap Berbagi, Siap Belajar, dan Pembelajaran

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »