MANAJEMEN HUBUNGAN LEMBAGA PENDIDIKAN DENGAN MASYARAKAT

MANAJEMEN HUBUNGAN LEMBAGA PENDIDIKAN DENGAN MASYARAKAT

A.   Konsep Dasar

Salah satu pilar penting bagi keberadaan lembaga pendidikan adalah adanya masyarakat , baik sebagai masyarakat pengguna, lingkungan, dan masyarakat pendukung. Sehingga sebagai kunci suksesnya keberadaan lembaga pendidikan yang mumpuni adalah bagaimana lembaga pendidikan tersebut mengelola hubungan dengan masyarakatnya (Intern maupun ekstern). Dan pada posting kali ini akan diuraikan Manajemen Hubungan Lembaga pendidikan dengan Masyarakat, dengan peta konsep seperti gambar berikut:

B.   Pengertian Humas

Glen dan Denny Griswold (1968) menyatakan bahwa :

”public relations is the management function which evaluates public attitudes, identified the policies, and procedures of an individual or organization with the public interest, and executes a program of action to earn public understanding and acceptance”. Uraian tersebut berarti humas merupakan fungsi manajemen yang diadakan untuk menilai dan menyimpulkan sikap publik, menyesuaikan kebijaksanaan dan prosedur instansi atau organisasi dengan kepentingan umum, serta menjalankan suatu program untuk mendapatkan pengertian dan dukungan masyarakat.

 

Oemi Abdurrahman (1975) menjelaskan:

Humas sebagai upaya memperoleh pengertian, dukungan, kepercayaan, serta peng-hargaan pada dan dari publik suatu badan pada khususnya dan masyarakat pada umumnya.

 

Berdasarkan keterangan dan batasan yang dikemukakan para ahli, dapat disimpulkan bahwa humas adalah kegiatan yang dilakukan bersama-sama antara lembaga dan masyarakat dengan tujuan memperoleh pengertian, kepercayaan, penghargaan, hubungan harmonis, serta dukungan (goodwill) secara sadar dan sukarela.

 

C.   Asas Kegiatan Humas

Menurut Ibnoe Syamsi (1969) terdapat enam asas kegiatan humas, yakni:

1.    Asas pemberitaan resmi dan obyektif

2.    Asas pemantauan keberesan intern instansi

3.    Asas pertimbangan dan pengusahaan dukungan public

4.    Asas pelangsungan hubungan

5.    Asas pemerhatian opini public

6.    Asas Peningkatan Mutu dan Kegiatan

 

D.   Karakteristik Hubungan lembaga Pendidikan dengan Masyarakat

Karakteristik   humas lembaga pendidikan ditinjau dari sisi peran, dan struktur,

a. Peran Humas di Lembaga Pendidikan

Hubungan masyarakat merupakan salah satu elemen dasar dalam penyeleng-garaan pendidikan di lembaga pendidikan. Pada aktivitas lembaga pendidikan yang kompleks keberhasilan hubungan dengan masyarakat menentukan pengembangan intitusi secara berkelanjutan. Hubungan masyarakat juga menentukan dukungan atau partisipasi public (masyarakat) untuk mendukung berbagai kebijakan dan program sekolah.

b. Humas dalam struktur organisasi sekolah

Mengingat pentingnya humas di lembaga pendidikan khususnya sekolah, secara khusus bidang tersebut dikelola oleh koordinator khusus terutama pada sekolah-sekolah yang lebih kompleks, misalnya SMP dan SMK/SMK.

 

E.   Pengertian Partisipasi Masyarakat

Davis dalam Mulyono, (1987: 25) mengungkapkan tiga pokok pikiran dalam partisipasi, yaitu:

a.    adanya keterlibatan mental dan pikiran;

b.    adanya kemampuan bertindak atau bekerja;

c.    adanya tanggung jawab terhadap pemasalahan kelompok dalam mencapai tujuan

Jika dilihat dari tingkatannya, partisipasi masyarakat menurut (Jumrowi & Subandiyah, 1982: 2) dapat dibedakan menjadi tiga macam, yaitu:

a.    Partisipasi dalam proses pengambilan keputusan;

b.    Partisipasi dalam proses perencanaan

c.    Partisipasi dalam pelaksanaan suatu program

 

F.    Prasyarat pastisipasi Masyarakat

Menurut Pariata Westra(1977: 16), agar partisipasi dapat tercapai dengan baik,

1.    Tersedianya waktu yang cukup untuk mengadakan partisipasi karena partisipasi sulit dilaksanakan dalam keadaan serba darurat;

2.    Pembiayaan partisipasi hendaknya tidak melebihi hasil-hasil yang akan diperoleh serta memperhatikan segi-segi penghematan;

3.    Pelaksana partisipasi harus memandang pentingnya keberadaan kelompok. kerja yang akan dipartisipasikan;

4.    Peserta partisipasi harus mempunyai kemampuan khusus sehingga efektif untuk dipartisipasikan;

5.    Pelaku partisipasi harus dapat berhubungan secara timbal balik sehingga dapat saling bertukar ide dengan pengertian dan bahasa yang sama;

6.    Tidak ada pihak-pihak yang merasa bahwa posisinya terancam akibat adanya partisipasi.

7.    Partisipasi akan lebih efektif jika didasarkan asas kebebasan bekerja.

G.   Dasar Pelibatan masyarakat

Secara Yuridis :

Sebagaimana diatur dalam UU No 20 Tahun 2003 tentang SISDIKNAS Bab III pasal 4, pendidikan diselenggarakan dengan mem-berdayakan semua komponen masyarakat melalui peran serta dalam penyelenggaraan dan pengendalian mutu layanan pendidikan. Masih dalam aturan yuridis yang sama, khususnya pada bagian ketiga pasal 8 disebutkan juga bahwa masyarakat berhak berperan serta dalam perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, dan evaluasi program pendidikan.

Secara Empiris :

a.    Kesamaan Tanggung Jawab

Pendidikan adalah tanggung jawab bersama antara pemerintah, orang tua, dan masyarakat(kelompok-kelompok dan individu-individu) yang berusaha membantu usaha-usaha pendidikan.

b.    Kesamaan Tujuan

Sekolah dan Masyarakat menghendaki agar para siswanya kelak menjadi manusia pembangunan yang Pancasilais. Oleh karena itu, antara sekolah dan masyarakat harus mempunyai kesamaan tujuan.

Secara empiris dan fundamental, keterbatasan instansi pendidikan secara alamiah menyebabkan perlunya pelibatan masyarakat. Dengan adanya bantuan masyarakat maka dapat memperingan tugas lembaga dalam meningkatkan mutu pendidikan. Lembaga juga memerlukan adanya dukungan moral dan masukan serta harapan masyarakat sekaligus kontrol atas kinerja dan produktivitasnya.

 

BACA JUGA: Konsep Dasar Manajemen Pendidikan

 

H.   Tujuan Pelibatan Masyarakat

Ada dua hal yang menjadi tujuan pelibatan masyarakat yaitu :

a.    Saling Saling Membantu Saling Mengisi

Waktu belajar siswa di sekolah sangat terbatas, yaitu tujuh jam. Di luar sekolah mereka berada di rumah atau di lingkungan. Waktu senggang dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan atau organisasi, misalnya kegiatan kepramukaan, keolahragaan, kesenian, dan keagamaan. Selain itu, masyarakat dapat pula menyelenggarakan pendidikan yang bersifat spesialisasi, misalnya pendidikan keahlian.

b.    Membantu Keuangan, Bangunan, dan Barang

Pendidikan yang baik membutuhkan ruang belajar, alat bantu, dan dana yang cukup. Dana yang terdapat di sekolah biasanya terbatas sehingga memerlukan sumber dana yang berasal dari sumber lain, antara lain yang berasal dari masyarakat dengan berbagai bentuk.

 

I.      Manfaat Hubungan Lembaga Pendidikan dengan Masyarakat

Pariata Westra (1977: 18) menguraikannya sebagai berikut:

1.    Memungkinkan diperolehnya keputusan yang benar.

2.    Memungkinkan para staf menggunakan kemampuan berpikir secara kreatif.

3.    Mengembalikan nilai-nilai martabat manusia (humanity), dorongan (motivasi), serta membangun kepentingan bersama.

4.    Mendorong orang untuk lebih bertanggung jawab.

5.    Memperbaiki semangat kerja sama serta menimbulkan kesatuan kerja (team work).

6.    Memungkinkan untuk mengikuti perubahan-perubahan atau mencapai kemajuan

Sedangkan manfaat yang diperoleh untuk masing – masing lembaga adalah:

Bagi Lembaga Pendidikan

·         Memudahkan memperbaiki pendidikan

·         Memperbesar usaha meningkatkan profesi pengajar

·         Konsep masyarakat tentang guru/dosen menjadi benar

·         Mendapatkan koreksi dari kelompok masyarakat

·         Mendapat dukungan moral dari masyarakat

·         Memudahkan meminta bantuan dari masyarakat

·         Memudahkan pemakaian media pendidikan masyarakat

·         Memudahkan pemanfaatan narasumber

 

Bagi Masyarakat

·         Tahu hal-hal persekolahan dan inovasinya

·         Kebutuhan-kebutuhan masyarakat tentang pendidikan lebih mudah diwujudkan

·         Menyalurkan kebutuhan berpartisipasi dalam pendidikan

·         Memberikan masukan terhadap lembaga pendidikan

 

J.    Klasifikasi Publik Pendidikan

Kasali (2005:63) menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan stakeholders adalah setiap kelompok yang berada di dalam maupun di luar organisasi yang memiliki peran dalam menentukan keberhasilan lembaga.

 

K.   Jenis – Jenis Kegiatan Hubungan Lembaga Pendidikan dengan Masyarakat

Menurut Don Begin (1984), public relation dibedakan menjadi

1.    External  public relations

Kegiatan ini selalu berhubungan dengan masyarakat diluar warga sekolah

Ada 2 kemungkinan yang bisa dilakukan yakni :

 

2.    Internal  public relations

Kegiatan ini merupakan publisitas ke dalam warga sekolah.

Sasarannya adalah warga sekolah (guru, tenaga tata usaha dan seluruh siswa)

Bertujuan  untuk:

·         Memberi penjelasan tentang kebijakan penyelenggaraan sekolah, situasi dan perkembangannya.

·         Menampung saran dan pendapat dari warga sekolah dalam hubungannya dengan pembinaan dan pengembangan sekolah.

·         Dapat memelihara hubungan yang harmonis dan terciptanya kerja sama antar warga sekolah sendiri.

Dapat dibedakan atas kegiatan langsung dan tidak langsung.

 

L.    Jenis hubungan sekolah dengan masyarakat

Digolongkan menjadi 3 jenis, yaitu:

M.   Bentuk Kerjasama Lembaga Pendidikan Dengan Masyarakat

Undang - Undang No 20 tahun 2003 tentang SISDIKNAS pada bagian ke satu pasal 54 menyatakan bahwa peran serta masyarakat dalam pendidikan meliputi peran serta perseorangan, kelompok, keluarga, organisasi profesi, pengusaha, dan organisasi kemasyarakatan dalam penyelenggaraan dan pengendalian mutu pelayanan pendidikan. Ayat kedua pasal tersebut menyebutkan masyarakat dapat berperan serta sebagai sumber, pelaksana, dan pengguna hasil pendidikan.

Dari Ketentuan di atas dapat di kelompokkan menjadi :

1.    Hubungan sekolah dengan orang tua siswa dan warga masyarakat.

Bentuk hubungan ini bisa secara individual dan organisasi.

2.    Hubungan sekolah dengan alumni.

Dari para alumni, sekolah memperoleh  masukan tentang kekurangan sekolah yang perlu dibenahi, upaya-upaya yang perlu dilakukan untuk perbaikan.

3.    Hubungan dengan dunia usaha/dunia kerja merupakan bidang garapan guru bimbingan dan konseling.

Pelaksanaannya:

·         Mengundang tokoh yang berhasil untuk datang ke sekolah, keberhasilan tokoh tersebut akan memotivasi semua pihak untuk berbuat yang serupa.

·         Mengirim para anak didik ke dunia usaha/kerja yang mana akan menguntungkan bagi kedua pihak karena dunia kerja memperoleh tenaga yang murah sedangkan para siswa mendapatkan pengalaman kerja yang berharga.

4.    Hubungan dengan instansi lain

Dapat berbentuk:

·         Hubungan dengan sekolah lain, hubungan kerjasama juga dapat dibina melalui MGMP, MKKS.

·         Hubungan dengan lembaga/badan-badan pemerintah dan swasta, contohnya kerjasama dengan bank dalam rangka penggalangan dana “gemar menabung” pelajar. Atau kerjasama dengan pertamanan dalam rangka penghijauan.

 

N.   Peningkatan dan Pendayagunaan Partisipasi Masyarakat

Untuk mengikutsertakan warga masyarakat dalam membangun pendidikan pada lembaga pendidikan, sudah sepatutnya para manajer pendidikan melalui tokoh-tokoh masyarakat secara proaktif menggugah perhatian mereka untuk berperan aktif memajukan dan mewujudkan  visi dan misi lembaga pendidikan sesuai dengan tujuan pendidikan nasional. Langkah tersebut dapat berupa manajer dapat mengundang para tokoh untuk membahas bentuk-bentuk kerjasama dalam meningkatkan pendidikan. Keputusan diambil secara musyawarah untuk memperoleh alternatif yang terbaik.

Demikian sekedar uraian mengenai Manajemen Hubungan Lembaga Pendidikan dengan Masyarakat, semoga dapat membantu dan bermanfaat, serta sebagai bentuk dukungan anda silahkan tinggalkan komentar anda yang membangun.
Previous
Next Post »