Cara Menyusun Kerangka Proposal PTK


Proposal PTK merupakan paparan rencana kegiatan yang dituangkan dalam bentuk naratif guna mengorganisasikan seluruh rangkaian kegiatan PTK

Sehingga Penyusunan proposal penting untuk dipelajari, karena kegiatan ini merupakan tahap pertama yang harus Anda lakukan sebelum melaksanakan PTK.

Dan pada kesempatan ini saya akan berbagi tentang cara menyusun kerangka proposal PTK yang benar. Namun sebelum kita kupas lebih jauh, kiranya Anda perlu memahami kembali salah satu komponen penting proposal adalah rumusan masalah yang selalu diawali dengan identifikasi masalah

A. Identifikasi Masalah dan Rumusan Masalah

   Penelitian diawali dengan adanya masalah, apakah Anda selama menjadi guru pernah merasakan adanya masalah di kelas? Tentu pernah bukan? Masalah yang kita temukan dapat bersumber dari mana saja.

Berikut ini beberapa definisi tentang masalah.

  • Masalah pembelajaran/pendidikan adalah harapan tentang kondisi pembelajaran yang berkualitas dengan mutu pembelajaran yang ada saat ini. 
  • Masalah adalah situasi yang tidak memuaskan/ganjalan pikiran dan perasaan yang mendorong peneliti untuk mencari solusi. 

Untuk mengetahui adanya masalah dalam pembelajaran yang kita laksanakan dapat dilakukan dengan cara merenungkan kembali atau melakukan refleksi terhadap kegiatan atau proses pembelajaran yang selama ini telah Anda lakukan. Ketika Anda melakukan refleksi, Anda dapat mengajukan pertanyaan - pertanyaan kepada diri sendiri.

Contoh pertanyaan yang dapat diajukan kepada diri sendiri, misalnya sebagai berikut.

  1. Apakah proses pembelajaran yang dilakukan cukup efektif?
  2. Apakah peserta didik cukup aktif dalam mengikuti pembelajaran?
  3. Apakah kompetensi awal peseta didik untuk belajar suatu konsep cukup memadai?
  4. Apakah sarana/prasarana pembelajaran cukup memadai?
  5. Apakah hasil pembelajaran mencapai nilai KKM?
  6. Bagaimana melaksanakan pembelajaran dengan model pembelajaran inovatif tertentu?

Selain melakukan refleksi dengan cara bertanya kepada diri sendiri dengan pertanyaan-pertanyaan di atas, Anda dapat mengidentifikasi masalah dengan membuat studi kasus dari pembelajaran yang telah Anda laksanakan.

Yang dimaksud dengan studi kasus dalam konteks ini adalah alat bantu untuk mengidentifikasi masalah yang dapat kita gunakan dalam PTK.

Studi kasus adalah episode yang diingat, ditulis sebagai sebuah cerita, sebuah naratif pengalaman mengajar guru.

Hal yang ditulis harus sangat khusus, sangat bersifat lokal. Harus menyertakan unsur manusia: minat guru, aksi dan kesalahan, rasa frustrasi, dan kesenangan atau kekecewaan yang dirasakan pada akhir sesi". (William Louden, ”Case studies in teacher education” (1995) dalam BBM PTK Generik program BERMUTU, 2009.

Setelah membuat studi kasus, Anda dapat menjawab pertanyaan berikut:

  1. Apa yang sedang terjadi di kelas saya?
  2. Masalah-masalah apa yang ditimbulkan oleh keadaan tersebut?
  3. Apa pengaruh masalah tersebut bagi kelas saya?
  4. Apa yang terjadi jika masalah tersebut saya biarkan atau tidak segera dicarikan solusinya?

Pada awalnya, mengidentifikasi masalah adalah sulit, namun ada beberapa pertanyaan yang dapat membantu kita dalam mengidentifikasi masalah PTK.

Hopkins (1993:63) mengemukakan beberapa pertanyaan untuk membantu memfokuskan permasalahan, yaitu:

  1. Apa yang sekarang sedang terjadi?
  2. Apakah yang sedang berlangsung itu mengandung permasalahan?
  3. Apa yang dapat saya lakukan untuk mengatasinya?
  4. Apakah yang ingin saya perbaiki?
  5. Adakah gagasan yang ingin saya cobakan di kelas saya?

Setelah teridentifikasi fokus masalah PTK, untuk membantu menentukan masalah yang akan dipilih, jawablah pertanyaan berikut:

  1. Apakah dengan fokus tersebut anda dapat memperbaikinya?
  2. Apakah orang lain juga merasakan hal yang kurang beres itu?
  3. Apakah anda merasa kebingungan dengan apa yang ditemukan?
  4. Apakah anda semakin terdorong untuk mencari solusi untuk permasalahan itu?

Rumusan masalah hendaknya juga memberikan informasi tentang what (apa yang dipermasalahkan; who (siapa yang terlibat sebagai objek masalah); where (dimana terjadinya masalah); when (kapan terjadinya masalah); dan how (bagaimana penyimpangan).

Berikut ini contoh masalah yang bersifat umum:

”Minat belajar siswa terhadap pelajaran IPA rendah”

Dari masalah yang bersifat umum di atas, dapat dispesifikkan sebagai berikut:

” Lebih dari 70% minat dan aktivitas siswa kelas XI SMA ABC Brebes pada tahun 2015 terhadap pelajaran Kimia rendah”.

Dari masalah di atas dapat ditelusuri hal-hal berikut:

  1. Apa yang menjadi masalah? (minat dan aktivitas siswa terhadap pelajaran Kimia)
  2. Siapa yang mengalami masalah? (siswa kelas XI)
  3. Di mana masalah itu terjadi? (di kelas XI SMA ABC Brebes)
  4. Kapan masalah itu terjadi? (tahun 2015)
  5. Berapa banyak siswa yang mengalami masalah? ( lebih dari 70%)

Setelah Anda dapat mengidentifikasi masalah. Masalah yang akan diteliti dipilah sesuai prioritas yang akan dicari solusinya.

Masalah dirumuskan dalam rumusan masalah. Ada beberapa petunjuk dalam merumuskan masalah, yaitu sebagai berikut

  • Masalah hendaknya dirumuskan secara jelas, dalam arti tidak mempunyai makna ganda.
  • Masalah penelitian dapat dituangkan dalam kalimat tanya. 
  • Rumusan masalah umumnya menunjukkan hubungan antara dua atau lebih variabel. Variabel bebas berupa tindakan, variabel terikat berupa hasil tindakan tersebut. 
  • Rumusan masalah hendaknya dapat diuji secara empirik. Maksudnya, dengan rumusan masalah itu memungkinkan dikumpulkannya data untuk menjawab pertanyaan tersebut. 
  • Rumusan masalah menunjukkan secara jelas subjek dan/atau lokasi penelitian. 

Contoh rumusan masalah:
        Setelah anda ingat kembali tentang masalah dan rumusan masalah, berikutnya saya akan coba paparkan tentang Bagaimana Kerangka Proposal PTK yang benar.

Kerja penelitian dimulai dengan membuat rencana. Rencana penelitian umumnya disebut proposal atau usulan penelitian.

B. Sistematika Proposal PTK

Pada umumnya proposal PTK terdiri atas komponen-komponen berikut : judul, pendahuluan, kajian teori/kajian pustaka, metode.

a. Judul PTK

Judul dinyatakan dengan kalimat sederhana, namun tampak jelas maksud tindakan yang akan dilakukan dan dimana penelitian dilaksanakan, jika diperlukan cantumkan semester/tahun pelajaran.

Berikut contoh judul PTK:

  • Penerapan Model Pembelajaran Berbasis Masalah Untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Siswa Kelas XII pada Mata Pelajaran Kimia Topik Sel Volta SMA .....
  • Upaya Meningkatkan Keterampilan Menginfer dan Menginterpretasikan Data Dalam Pelajaran Kimia Topik Sel Elektrolisis di kelas XII SMA ....

b. Bagian Pendahuluan

Bagian pendahuluan berisikan tentang penjelasan:

1) Latar belakang

    Dalam latar belakang dijelaskan kondisi objektif yang mengharuskan dilaksanakannya PTK. Kondisi ini merupakan hasil identifikasi guru terhadap masalah pembelajaran yang telah dilaksanakan. Masalah yang diteliti benar - benar masalah pembelajaran yang terjadi dan mendesak untuk dipecahkan, serta dapat dilaksanakan ditinjau dari ketersediaan waktu, biaya, daya dukung lainnya yang dapat memperlancar penelitian tersebut.

Di samping itu, kemukakan kondisi yang ada dan kondisi pembelajaran yang seharusnya dilakukan sehingga jelas terdapat kesenjangan yang merupakan masalah yang menuntut untuk dicari solusinya melalui PTK.

Secara garis besar dikemukakan juga tindakan yang akan dilakukan pada subjek pelaku tindakan dan menjelaskan mengapa tindakan tersebut diberikan.

Pada bagian pendahuluan, boleh juga menyinggung teori yang melandasi diajukannya ide atau gagasan untuk mengatasi masalah.

2) Masalah dan Perumusan Masalah

    Masalah dapat diidentifikasi dari fakta-fakta yang dipaparkan dalam latar belakang dan dipilih untuk dicari solusi dengan PTK.

Setelah masalah ditentukan dibuat rumuskan masalahnya dalam bentuk rumusan penelitian tindakan kelas.

Dalam perumusan masalah dapat dijelaskan definisi asumsi, dan lingkup yang menjadi batasan penelitian.

Rumusan masalah sebaiknya menggunakan kalimat tanya dengan mengajukan alternatif tindakan yang akan dilakukan.

Contoh rumusan masalah :

Saya mengambil contoh rumusan masalah pada mapel kimia


3) Pemecahan Masalah

    Pada bagian ini uraikan alternatif tindakan yang akan dilakukan untuk memecahkan masalah. Pendekatan dan konsep yang digunakan untuk menjawab masalah yang diteliti hendaknya sesuai dengan kaidah penelitian tindakan kelas.

Cara pemecahan masalah ditentukan berdasarkan pada akar penyebab permasalahan dalam bentuk tindakan yang jelas dan terarah.

Untuk mencari akar penyebab timbulnya masalah dapat ditelaah dengan menjawab beberapa pertanyaan, misalnya:

-  Bagaimanakah suasana belajar siswa dalam pelajaran Kimia?

- Apakah metode/pendekatan/model pembelajaran yang digunakan guru menarik?

- Apakah pembahasan mata pelajaran Kimia menyentuh lingkungan siswa sehari-hari?

Dengan menjawab beberapa pertanyaan yang diduga menjadi akar masalah, anda dapat menentukan alternatif pemecahan masalah.

4) Tujuan penelitian

    Tujuan penelitian merupakan proses yang akan dilakukan atau kondisi yang diinginkan setelah dilaksanakannya PTK.

Tuliskan tujuan penelitian yang ingin dicapai secara singkat dan jelas dengan mengacu pada permasalahan penelitian dan dapat diukur tingkat pencapaian keberhasilannya.

Contoh tujuan penelitian dari penjabaran permasalahan:


5) Manfaat Hasil penelitian

    Pada bagian ini uraikan kontribusi hasil penelitian baik dari segi pengembangan teori (tapi tidak terlalu ambisius) dan praktik terhadap pengembangan kualitas pembelajaran sehingga tampak manfaatnya bagi guru dan siswa, maupun komponen pendidikan di sekolah lainnya.

Kemukakan inovasi yang akan dihasilkan dari penelitian ini.

c. Kajian Teori/Kajian Pustaka

    Pada bagian ini diuraikan kajian-kajian teori yang mendukung permasalahan yang dibahas dalam penelitian dan mendasari usulan proposal PTK.

Selain itu kemukakan juga temuan dan atau hasil/bahan penelitian lain yang mendukung pilihan tindakan untuk mengatasi permasalahan yang dikemukakan.

Kajian pustaka juga digunakan untuk menyusun kerangka berpikir atau konsep yang akan dgunakan dalam penelitian.

d. Metode Penelitian (Rencana dan Prosedur Penelitian)

    Pada bagian ini diuraikan secara jelas seting penelitian yang akan dilakukan. Kemukakan subjek penelitian, waktu, lamanya tindakan, serta lokasi penelitian secara jelas .

Contoh: subjek penelitian adalah siswa kelas XI SMA ABC Brebes berjumlah 40 orang terdiri atas 20 orang siswa laki-laki dan 20 orang siswa perempuan dengan tingkat kemampuan siswa rata-rata. Penelitian akan dilakukan pada bulan Januari s. d April tahun 2017.

Prosedur atau rencana tindakan dituliskan secara rinci mulai dari perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi serta evaluasi.

Tunjukkan siklus-siklus kegiatan penelitian dengan menguraikan indikator keberhasilan yang dicapai setiap siklus sebelum pindah ke siklus berikutnya.

Jumlah siklus sebaiknya lebih dari satu. Untuk dapat membantu menyusun bagian ini, disarankan untuk menuliskan pokok-pokok rencana kegiatan dalam suatu tabel.

Contohnya sebagai berikut.

Pokok-pokok Rencana Kegiatan

                                                        Sumber: Suhardjono: (2006: 70-71)

     Di dalam bagian metode penelitian juga diuraikan prosedur pengumpulan data yang mencakup teknik pengumpulan data (apakah menggunakan teknik wawancara, tes, dokumen, observasi, dll), jangan lupa instrumen yang digunakan, serta cara mengolah data.

e. Jadwal penelitian

     Pada bagian ini dijelaskan rencana jadwal penelitian yang meliputi perencanaan, persiapan, pelaksanaan, dan penyusunan laporan hasil penelitian.

Umumnya jadwal penelitian disajikan dalam bentuk gambar diagram atau tabel.


          Demikian contoh membuat proposal PTK yang dapat saya paparkan semoga dapat membantu Anda semua. Dan jika artikel ini bermanfaat silahkan share keteman, atau tuliskan komentar Anda.

Seorang Pengajar Pada Sekolah Menengah Atas Di Jawa Tengah dan Penulis Free line Pada Blog.. Blog ini sebagai wujud sumbangsih pada dunia Pendidikan dan sebagai langkah nyata dalam membantu dan melengkapi sumber referensi bagi siapapun yang membutuhkannya. Siap Berbagi, Siap Belajar, dan Pembelajaran

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »