TIGA LANGKAH BENAR MENENTUKAN INSTRUMEN DAN JUDUL PENELITIAN TINDAKAN

MENENTUKAN INSTRUMEN DAN JUDUL PENELITIAN TINDAKAN

Sudah menjadi suatu keniscayaan bagi seorang guru apabila dalam proses belajar mengajar yang dilakukan di kelas berlangsung dengan baik dan sesuai dengan tujuan pembelajaran yang diinginkan. untuk mencapai hal tersebut maka seorang guru harus terus berusaha mengembangkan kemampuan diri dalam upaya meningkatkan proses pembelajaran yang menyenangkan.

Akan tetapi fakta di lapangan masih banyak kita jumpai proses pembelajaran yang berlangsung belum berjalan sesuai dengan yang diharapkan karena hasil belajar yang diinginkan belum semuanya tercapai dengan kata lain masih banyak kendala yang ditemui. Untuk itu maka seorang guru harus mau melakukan penelitian tindakan kelas sebagai upaya untuk memperbaiki proses belajar mengajar yang dilakukan.

Penyebab rendahnya prestasi siswa diperkirakan karena proses yang terjadi belum seperti yang diharapkan misalnya kesalahan yang dilakukan oleh siswa, siswa kurang aktif dalam mengikuti pelajaran. Beberapa teori tentang belajar dan pembelajaran yang terdapat dalam buku pendidikan menyebutkan bahwa guru perlu melakukan penelitian tindakan untuk memperbaiki proses pembelajaran, terutama dalam mengganti metode, cara atau strategi pembelajaran, juga ada yang mengatakan bahwa dengan penelitian tindakan kelas guru ingin memperbaiki iklim kelas. Iklim kelas diharapkan sejuk nyaman dan tertib. Harapan guru apabila metode, cara atau strategi pembelajaran di ganti dengan yang lebih menyenangkan bagi siswa maka prestasi belajar siswa akan meningkat.

Apakah hanya guru saja yang dapat mengubah pembelajaran menjadi lebih baik? tentu tidak, ada beberapa faktor yang berpengaruh terhadap kualitas pembelajaran. Bagan dibawah ini memperlihatkan transformasi pembelajaran yang merupakan suatu proses pengubahan bahan mentah (siswa) menjadi produk berupa hasil belajar

Bagan diatas menjelaskan bahwa siswa di proses dalam proses pembelajaran oleh Guru menyampaikan materi ajar menggunakan sarana yang dibutuhkan dan dikelola oleh kepala sekolah serta  unsur – unsur lingkungan, setelah proses kegiatan belajar dan mengajar selesai siswa yang semula berstatus sebagai bahan mentah berubah menjadi produk berupa hasil belajar.

Untuk dapat melakukan penelitian tindakan kelas yang benar maka seorang guru harus memahami 3 langkah ini agar alur penalaran penelitian tindakan tepat dan memenuhi harapan.

LANGKAH PERTAMA : Menentukan masalah atau Merumuskan masalah.

Bukan rahasia lagi bahwa dalam pembelajaran sehari – hari guru pasti merasakan ada ketidakpuasan dalam mengajar. Sebaliknya, mungkin juga guru pernah merasakan puas sesudah mengajar karena nilai siswa sesuai dengan harapannya. Kalau dilihat secara menyeluruh Bagaimana kepuasan seorang guru dalam mengajar?. Manakah yang lebih banyak terjadi rasa puas atau kecewa?. Jika ada rasa kecewa, Apakah yang menyebabkan kecewa karena hasilnya tidak baik? atau Prosesnya bukan?. Sementara itu ada Kesenjangan antara kondisi nyata dengan kondisi harapan Maka itulah yang menjadi masalahnya. Apakah yang menyebabkan adanya kesenjangan tersebut?. Celah kesenjangan inilah yang  menentukan alur penelitian tindakan.

Baca Juga: Cara Menyusun Kerangka Proposal PTK

Pada umumnya metode mengajar yang kita terapkan kurang cocok. Apabila model pembelajaran yang diterapkan ideal maka akan memuaskan siswa maupun guru. Model yang diharapkan itu tentu sebuah model yang tepat yang dapat mengatasi kesenjangan. Seperti apakah model yang tepat tersebut?. Menurut teori baru model pembelajaran yang tepat adalah model pembelajaran yang menyenangkan baik bagi siswa maupun bagi guru. Bukan rahasia lagi model yang menyenangkan tersebut dikenal dengan nama PAIKEM yaitu pembelajaran aktif inovatif kreatif efektif dan menyenangkan atau sering disebut dengan pembelajaran yang efektif, karena efektif itu sudah memenuhi persyaratan diatas, dengan kata lain yang efektif itu tentu sudah menyenangkan bagi siswa maupun bagi guru.

Berikut ini adalah bagan yang menunjukkan gambaran adanya Kesenjangan antara kondisi yang ada dengan kondisi yang ideal.

Itulah yang menjadi masalah guru, masalah ini akan diatasi dengan model yang tepat. Inilah langkah pertama mengatasi masalah yaitu mencari cara agar siswanya aktif, motivasi belajarnya tinggi, dan dalam suasana gembira/menyenangkan.

LANGKAH KEDUA : Menentukan Model Pembelajaran

Dalam proses pembelajaran subjek yang sedang belajar adalah siswa menurut teori pembelajaran ketika pembelajaran berlangsung siswa harus terlibat langsung dalam proses yang mereka harus aktif dan memiliki motivasi yang tinggi untuk belajar dengan kata lain siswa tidak hanya pasif apalagi mengantuk ketika pembelajaran berlangsung. Jadi persyaratan pertama untuk pembelajaran adalah siswanya harus aktif dan memiliki motivasi yang tinggi untuk belajar karena motivasi yang rendah akan menyebabkan hasil belajar yang tidak maksimal

Apa hanya siswa aktif dan motivasi Tinggi saja yang diperlukan untuk pembelajaran yang efektif tentu bukan hanya itu melainkan juga harapan guru ketika pembelajaran berlangsung yaitu suasana yang menyenangkan. jika suasana pembelajaran kelihatan menyenangkan tentu guru dan siswa merasa gembira dan hasil belajar akan tinggi. hasil belajar tersebut bukan hanya dirasakan setelah pelajaran berakhir, melainkan juga ketika proses sedang berlangsung. indikator atau bukti-bukti tersebut akan menjadi instrumen untuk Lembar pengamatan bagi guru ketika proses berlangsung yaitu Apakah model yang diterapkan sudah menyebabkan siswa 1 aktif 2 termotivasi tinggi 3 suasana yang menyenangkan dan ke-4 hasilnya baik.

Berikut ini adalah bagan indikator proses pembelajaran yang termasuk efektif/Baik.

Bukti bahwa siswa dalam pembelajaran aktif adalah seperti mau mencatat semua yang disampaikan oleh guru baik ketika menjelaskan atau menuliskannya di papan tulis dan itu tanpa harus di suruh. sedang bukti bahwa siswa itu memiliki motivasi tinggi juga bisa diamati dari keaktifan yang dilakukan tanpa harus di suruh saat pembelajaran bukti lain bahwa siswa itu aktif dan memiliki motivasi tinggi adalah seperti mau bertanya dengan aktif, juga mau menjawab secara aktif dari pertanyaan yang diajukan oleh guru dan siswa lain dan juga bisa berupa mau menyampaikan saran atau pendapat ataupun ide baru yang dimiliki.

Jadi dalam langkah kedua ini peneliti baru menentukan bagaimana seharusnya siswa bertindak di dalam kelas saat pembelajaran berlangsung.

LANGKAH  KE-TIGA

Dalam langkah ketiga ini peneliti harus dapat menentukan indikator atau bukti-bukti bahwa model yang ditentukan ini sudah tepat sebagai model yang disenangi siswa dan guru

Dalam langkah ketiga ini juga bukti-bukti tadi atau indikator tadi di daftar untuk dijadikan butir-butir instrumen yang akan digunakan oleh peneliti untuk mengamati proses dalam tindakan, dibawah ini contoh bagan menentukan bukti-bukti dari indikator

Sebagaimana pada uraian di Langkah kedua “mencatat tanpa disuruh” adalah menunjukkan keaktifan siswa, tetapi ada yang lebih senang itu sebagai indikator atau bukti bahwa Siswa memiliki motivasi yang tinggi untuk belajar. Apakah demikian? memang antara ‘aktif’ dan ‘motivasi tinggi’ agak berdekatan dan indikator atau buktinya dapat di dipertukarkan?, jika demikian, Ya silakan saja. Dalam hal ini yang terpenting adalah bahwa dalam  proses pembelajaran itu siswanya aktif dan memiliki motivasi yang tinggi untuk belajar dan memperoleh ilmu sebanyak-banyaknya.

Baca Artikel Menarik : 5 Tahap Lanjutan Dalam Siklus Penelitian Tindakan Kelas

Dalam uraian pembicaraan di atas, banyak di singgung masalah keaktifan dan motivasi siswa. 2 hal ini memang sangat penting untuk pembelajaran karena menjadi tumpuan bagi pencapaian materi belajar. Dengan demikian jika judul penelitian tindakan kelas dituntut bukan hanya ke hasil, melainkan ke proses. sehingga dua hal ini dapat disebutkan dalam judul penelitian.

Contoh Judul Yang Tepat

Meningkatkan Motivasi Dan Kemampuan Menentukan KPK Siswa Kelas 5 Sekolah Dasar Melalui Kerja Kelompok Dan Koreksi Berpasangan

atau

Meningkatkan Keaktifan Dan Kemampuan Menentukan KPK Siswa Kelas 5 Sekolah Dasar Melalui Kerja Kelompok Dan Koreksi Berpasangan

Dari sana maka sejauh ini sudah mencoba dan selesai mengidentifikasi indikator ‘siswa aktif ‘dan ‘motivasi tinggi’. Selanjutnya marilah  kini mengidentifikasi suasana menyenangkan dalam pembelajaran, pertama tentu ada indikator sebentar-sebentar terdengar suara tertawa karena siswa gembira. Kedua tidak ada siswa yang mengantuk karena mereka senang dan  ketiga mungkin siswa kelihatan sibuk hiruk-pikuk tetapi tertib artinya tidak ada suara negatif semaunya siswa.

Sekali lagi dalam penelitian tindakan kelas atau PTK guru mementingkan proses tidak semata-mata Hasil, oleh karena itu, pembelajaran berhasil apabila Istilah hasil itu bukan hanya hasil akhir melainkan juga hasil yang berada selama proses. untuk itu hasil pada ciri pembelajaran yang baik juga dilihat dari hasil selama proses berlangsung. setiap pembelajaran terdiri sederetan indikator yang akan dicapai bukan? Selain itu keberhasilan pembelajaran juga diukur dari pencapaian indikator jika guru merasa puas karena siswa dapat menjawab indikator satu dengan baik maka proses pembelajaran tersebut berhasil demikian juga dengan indikator 2 jika siswa dapat menjawab dengan betul indikator 2 maka proses tersebut berhasil apabila ada indikator yang belum baik untuk segera memperbaiki mana yang belum baik tersebut

Berikut ini adalah gambaran keseluruhan indikator dari seluruh penampilan pembelajaran baik mengenai proses maupun hasil mengenai proses disini dapat dilihat dari sisi siswa maupun suasananya

No

Pembelajaran menyenangkan

Indikator atau Bukti – bukti

1

Siswa Aktif

a.       Mau bertanya

b.      Mau menjawab pertanyaan, dan

c.       Mengajukan Ide atau Saran

2

Motivasi Siswa Tinggi

a.       Mau mencatat tanpa disuruh

b.      Mengikuti pembelajaran dengan tertib, dan

c.       Tidak mengantuk

3

Suasana Kelas Menyenangkan

a.       Riuh tetapi tertib

b.      terdengar gelak tawa, dan

c.       terkadang ada humor

4

Hasil Baik

a.       siswa ditanya indicator 1 dapat menjawab betul

b.      siswa ditanya indicator 2 dapat menjawab, dan

c.       Hasil akhir baik

 

Hal-hal yang disebutkan dalam tabel tersebut selanjutnya dikembangkan menjadi instrumen pengamatan yang memang dituntut dalam melaksanakan penelitian tindakan, laporan penelitian tindakan yang tidak menyertakan instrumen pengamatan pasti tidak akan mendapatkan nilai.

Pembelajaran yang baik ( kondusif ) ini akan bertambah kata untuk membuat judul PTK yang bukan hanya mengarah ke hasil belajar saja melainkan juga ke proses yaitu suasana belajar,

Dengan telah diketahuinya indikator suasana yang diharapkan baik ini, sekarang kita dapat menjelaskan apa itu suasana kondusif. Suasana kondusif adalah suasana pembelajaran yang memperlihatkan

1.      Terdengar suara ketawa karena siswa gembira

2.      Tidak ada siswa yang mengatur karena mereka dan

3.      Siswa kelihatan sibuk artinya tidak ada suara di hati

Kini kita sudah bertambah satu indikator baik lagi untuk membuat judul PTK yang tidak hanya mengarah pada hasil saja, tetapi juga Suasana kondusif. judul penelitianya sebagai berikut

Meningkatkan Suasana Kondusif Dan Prestasi Belajar Ilmu Pengetahuan Sosial topik Perjuangan Kemerdekaan Melalui Peragaan Perang.

Dari uraian di atas dapat disimpulkan indikator atau bukti-bukti bahwa pembelajaran berlangsung menyenangkan,  sebagaimana table berikut

No

Obyek yang diamati

Indikator atau Bukti – bukti

Ya

Tidak

1

Siswa Aktif

a.       Mau bertanya

 

 

b.      Mau menjawab pertanyaan, dan

 

 

c.       Mengajukan Ide atau saran

 

 

2

Motivasi Siswa Tinggi

a.       Mau mencatat tanpa disuruh

 

 

b.      Mengikuti pembelajaran dengan tertib, dan

 

 

c.       Tidak mengantuk

 

 

3

Suasana Kelas Menyenangkan

a.       Riuh tetapi tertib

 

 

b.      terdengar gelak tawa, dan

 

 

c.       terkadang ada humor

 

 

4

Hasil Baik

a.       siswa ditanya indicator 1 dapat menjawab betul

 

 

b.      siswa ditanya indicator 2 dapat menjawab, dan

 

 

c.       Hasil akhir baik

 

 

Butir-butir indikator atau bukti-bukti tersebut dapat membantu peneliti untuk membuat instrumen pengamatan dan ketika membuat instrumen guru sebagai peneliti hanya memuat butir-butir indikator tersebut menjadi sebuah pernyataan dan ketika pengamatan berlangsung pernyataan tersebut hanya di cek kebenarannya apakah terjadi atau tidak. kalau kita ingin melihat tingkatan dari indikator yang dinilai nanti kalau indikator tersebut sudah diubah bentuknya menjadi instrument.

Banyak di antara guru peneliti, yang merasa berat membuat instrumen pengamatan karena tidak tahu apa saja yang akan diamati, padahal titik berat penelitian tindakan adalah proses dimana Lembar pengamatan menjadi syarat utama bagi pelaksanaan penelitian tindakan tersebut. Apa yang perlu diamati?, tergantung pada objek yang direncanakan oleh peneliti sebagai objek tindakan apabila kita ambil contoh ada empat hal yang diamati karena mengambil objek tindakan tadi yaitu (1)  pembelajaran yang menyenangkan sehingga objek yang diamati adalah keaktifan siswa (2) tingginya motivasi siswa untuk belajar (3) suasana kelas dan yang (4) hasil belajar siswa yang meliputi hasil ketika dalam proses dan hasil akhir.Kini kita sudah dapat menyebutkan indikator untuk suasana yang kondusif karena sudah ada indikator untuk suasana kondisi tersebut. sebagaimana pada table diatas, instrument dengan pilihan ya dan tidak.

Ingat Indikator atau bukti – bukti harus dibuat per poin (seperti pada table diatas ada a, b, dan c), hal ini agar memudahkan untuk menskor. Dan kecenderungan zaman sekarang, orang diminta lebih bersikap tegas memilih tengah-tengahnya tidak tegas. pilihan yang baik adalah pilihan yang tegas memilih “ya atau tidak”. Oleh karena itu sebaiknya indikator itu ada 3 saja agar menghasilkan skor yang tegas, Dengan kata lain, yang umum sekarang adalah menggunakan empat kategori yaitu “sangat aktif”, “aktif”, “kurang aktif” dan “tidak aktif”. Dengan 4 kategori tersebut apabila peneliti ingin menggolongkan menjadi dua tinggal yang sangat aktif dan aktif menjadi “aktif” saja dan yang kurang aktif dan tidak aktif menjadi “tidak aktif”. Adapun indikator skor predikat dan persyaratan yang harus dipenuhi dapat anda lihat seperti contoh tabel berikut

Skor

Predikat

Persyaratan

Isi Syarat

4

Sangat Aktif

Memenuhi 3 syarat

A, B, C

3

Aktif

Memenuhi 2 syarat

A dan B ;

A dan C;

B dan C

2

Kurang Aktif

Memenuhi 1 syarat

A saja

B saja dan

c saja

1

Tidak aktif

Tidak Memenuhi 1 syaratpun

-

 

Dari tabel diatas hal yang perlu diperhatikan adalah Kalimat yang digunakan dalam instrumen oleh karena alternatif jawabannya ada 4 yaitu angka 4, 3, 2 dan 1 maka kalimat dalam pernyataan harus berbeda yaitu Kalimat yang tepat untuk menunjukkan peringkat apabila dalam instrumen yang menggunakan pilihannya dan tidak itu digunakan objek amatan nya kata sifat yaitu siswa aktif motivasi tinggi suasana menyenangkan dan hasil-hasil baik agar kalimat menjadi tepat objek amatan menggunakan kata benda atau kata kerja yang dibendakan demikian juga untuk alternatif 1 2 dan 4 1 2 3 dan 4 hingga seperti contoh tabel untuk instrumen berikut ini.

No

Obyek yang diamati

Indikator atau Bukti – bukti

1

2

3

4

1

Siswa Aktif

a.       Mau bertanya

 

 

 

 

b.      Mau menjawab pertanyaan, dan

 

 

 

 

c.       Mengajukan Ide atau saran

 

 

 

 

2

Motivasi Siswa Tinggi

a.       Mau mencatat tanpa disuruh

 

 

 

 

b.      Mengikuti pembelajaran dengan tertib, dan

 

 

 

 

c.       Tidak mengantuk

 

 

 

 

3

Suasana Kelas Menyenangkan

a.       Riuh tetapi tertib

 

 

 

 

b.      Terdengar gelak tawa, dan

 

 

 

 

c.       Terkadang ada humor

 

 

 

 

4

Hasil Baik

a.       Siswa ditanya indicator 1 dapat menjawab betul

 

 

 

 

b.      Siswa ditanya indicator 2 dapat menjawab, dan

 

 

 

 

c.       Hasil akhir baik

 

 

 

 

 

Dari penjelasan di atas semoga menambah pemahaman dan dapat menginspirasi Anda semua yang sedang dan akan melakukan penelitian tindakan. Jika ada saran dan pendapat silahkan tulis pada kolom komentar

 

Sumber : Arikunto Suharsimi, dkk. Penelitian Tindakan Kelas, Bumi Aksara Jakarta, 2015.

Previous
Next Post »