Cara Menyusun Laporan BAB II Kajian Pustaka pada PTK

Pada laporan penelitian tindakan BAB II ini diberi judul KAJIAN PUSTAKA, bukan KAJIAN TEORI, mengapa demikian?

Ternyata antara kajian pustaka dan kajian teori memiliki pemahaman yang berbeda. Menurut Suharsimi Arikunto(2015:68) bahwa “yang diacu oleh peneliti untuk mencari pendukung bagi penelitiannya bukan hanya teori saja, melainkan juga sumber – sumber lain seperti majalah, surat kabar, internet dan lain – lainnya, yang semuanya itu dapat dikategorikan sebagai bahan pustaka”.
Jika sebelumnya saya sudah postingkan tentang cara menyusun laporan pendahuluan BAB I pada PTK , maka pada posting kali ini akan saya coba paparkan cara menyusun Laporan BAB II, Kajian Pustaka pada PTK.

Harap diingat bukan kajian teori, tetapi kajian pustaka. Hal ini juga didasari dari perbedaan pada BAB II antara penelitian yang bukan tindakan dengan penelitian tindakan (PTK). Dimana untuk penelitian yang bukan tindakan (PTK) pada BAB II ini biasanya mengemukakan teori atau ketentuan yang terkait dengan variabel penelitiannya. Sedangkan pada penelitian Tindakan (PTK), apa yang menjadi kajian pustaka sudah lebih terarah.

Artinya dalam penelitian tindakan (PTK), kajian pustaka tersebut selain mencarikan dukungan untuk setiap variabel penelitiannya , juga di dalamnya terdapat objek penelitian /objek tindakan (What), subjek tindakan (Who), dan model tindakan (How), dan peneliti juga harus mengaitkan antara ketiganya, yaitu antara objek penelitian (What) dengan Subjek Tindakan (Who), antara objek tindakan (what) dengan model tindakan (How), serta antara subjek tindakan (who) dengan model tindakan (how).

Untuk lebih jelasnya ingat kembali contoh judul PTK pada posting sebelumnya “ Metode Mencongak Berhadiah untuk Meningkatkan Aktivitas, Motivasi, Suasana Menyenangkan dan Hasil Belajar Operasi Hitung 1 sampai dengan 100 Siswa Kelas V Sekolah Dasar”

Dari judul tersebut, Kajian pustaka untuk What adalah teori dan kajian tentang bagaimana mengaktifkan Peserta didik, dan bagaimana meningkatkan motivasi peserta didik untuk belajar. Teori dan kajian tersebut dapat dicari di buku – buku Psikologi, di buku tersebut banyak dijelaskan tentang hal – hal yang terkait antara belajar dan pembelajaran, atau sumber lain yang menerangkan tentang pembelajaran.

Sedangkan untuk Who merupakan kajian pustaka tentang peserta didik yang sedang belajar, berkaitan dengan peserta didik berarti tentang perkembangan mental atau psikologi perkembangan, buku psikologi perkembangan juga menjelaskan perkembangan peserta didik usia SD, SMP, dan SMA, bahkan mungkin juga menjelaskan tentang kegemaran anak, atau sumber lain yang relevan.

Untuk kajian pustaka tentang How dapat dicari pada buku – buku yang terkait dengan metode mengajar atau sumber lain yang relevan dengan metode atau cara mengajar.

Dan untuk memahami tentang ketiga hal diatas yaitu What, Who, dan How, baca terus penjelasan di bawah ini sampai dengan selesai.
BAB II PTK

A. Kaitan antara What dengan Who

Untuk memahami keterkaitan antara What dengan Who, kita ingat kembali tentang what yang dapat dicari pada sumber yang menjelaskan tentang apa yang diteliti, dipilih mana yang tepat dan dapat dikaitkan dengan Who.

Untuk kajian ini, peneliti harus cermat karena menghubungkan antara peserta didik dengan karakter tertentu.
Dalam contoh yang diambil peserta didik kelas V SD mempunyai sifat yang bagaimana tentang keaktifannya, bagaimana motivasi siswa tersebut ketika belajar dan sebagai subjek yang sedang belajar perlu kecermatan peneliti.

Dalam psikologi perkembangan, banyak mengemukakan teori tentang perkembangan anak usia SD, SMP dan SMA.
Misalnya, dalam buku psikologi perkembangan dijelaskan anaka usia kelas bawah (kelas 1 -3 SD), masih sangat suka dengan permainan. Oleh karena itu sangat tepat diberikan metode permainan, sehingga untuk meningkatkan minat membaca, peserta didik dapat diajar dengan kartu huruf dan untuk meningkatkan keaktifan peserta didik peserta didik dapat diberi tugas dengan membuat kartu huruf sendiri, keuntungan lain guru dapat mengajarkan menulis sekaligus.

Maka judul penelitian yang tepat, misalnya : “ Meningkatkan Minat, Keaktifan, dan Prestasi Belajar Siswa Kelas I Sekolah Dasar dalam Keterampilan Baca –Tulis Melalui Metode Permainan Kartu Huruf yang Dibuat oleh Siswa Sendiri.”
Dalam buku Psikologi Perkembangan disebutkan bahwa anak – anak seusia antara 6-7 tahun masih senang bermain, mencoret – coret untuk menggambar dan menulis di kertas dan dinding. Oleh guru anak tersebut diminta untuk membuat huruf, jadi mereka belajar menulis sekaligus membaca, walaupun pada awalnya kartu huruf tersebut dibuat oleh guru, seiring dengan proses yang terjadi, melalui main – main anak diminta membuat kartu huruf, dan setelah selesai diajak membaca dan jika dilanjutkan kartu tersebut disambung menjadi kata.

Demikian kira – kira gambaran hubungan antara What dengan Who.

B. Kaitan antara What dengan How


Jika sudah dituangkan dalam sebuah judul penelitian, sering kali jika what dengan Who sudah terkait secara otomatis menunjukkan kaitan dengan How. Apa yang disebut dalam How adalah cara (model tindakan yang dilakukan oleh peneliti).

Anda Harus Ingat, bahwa PTK itu Inreiyen metode, artinya metode atau teknik yang dicobakan harus baru, bukan sesuatu yang sudah lama.
Kaitan antara What dengan How yang sedang dibicarakan dalam bagian ini menunjukkan kaitan antara hal yang oleh peneliti akan ditingkatkan dengan cara teknik, metode atau pendekatan yang tepat.

Hal lain yang tidak dapat diabaikan dalam pembahasan ini adalah unsur Who. Karena who kaitannya dengan subjek yang dikenai tindakan, dan harus dipikirkan dengan serius. Ebagaimana contoh di atas, jika yang mau ditingkatkan adalah peserta didik kelas awal SD, tentu pendekatannya adalah permainan. Hal lainnya yang harus menjadi pertimbangan adalah materi pelajaran, alokasi waktu, dan ruang tempat pembelajaran serta lainnya.

Jika yang akan digunakan adalah metode permainan, tentu membutuhkan ruang yang lebih luas sehingga tidak mengganggu gerak untuk melaksanakan kegiatan pembelajarannya.


C. Kaitan antara Who dan How


Menurut suharsimi Arikunto (2015:72)”Prinsip paling penting dalam psikologi pendidikan adalah guru tidak boleh menjadi petugas transfer ilmu pengetahuan”, artinya peserta didik harus diaktifkan untuk membangun pengetahuan dalam benaknya.

Untuk melihat kaitan antara objek tindakan (what) dengan model tindakan (How), dalam hal ini guru wajib membuat pembelajaran yang inovatif sehingga peserta didik yang sudah agak dewasa dapat menyadari pentingnya belajar aktif dengan strategi yang menyenangkan, sedang bagi peserta didik yang masih kecil tentu akan memberlakukan strategi yang berbeda.

Agar prinsip – prinsip pembelajaran yang menyenangkan dapat tercapai, maka sekurang – kurangnya guru mengusahakan supaya peserta didik dapat mengikuti pembelajaran dengan gembira.

Dengan demikian jika model tindakannya sudah menunjukan sesuatu yang inovatif maka secara langsung akan memberikan pengaruh yang pada objek penelitian yang dimaksud.

Sebagai bagian akhir dari cara membuat laporan pada kajian pustaka ini, adalah bagian yang sangat penting juga yaitu cara membuat kutipan, simak uraian singkat dibawah ini.

D. Cara menulis kutipan

Salah satu pedoman cara menuliskan kutipan sebagaimana menurut pedoman tesis dan disertasi yang diterbitkan program pascasarjana Universitas Negeri Yogyakarta, sebagai berikut :

1. Penyajian Tabel dan Gambar

a. Tulisan “tabel”. Nomor tabel dan judul tabel dicantumkan di atas tabel, ditengah – tengah antara tepi kanan dan kiri; judul tabel ditulis di bawah nomor tabel dengan jarak satu spasi; nomor tabel di dalam teks menggunakan angka arab, berurutan dari bab pertama sampai bab terakhir; nomor tabel dalam lampiran menggunakan angka arab dimulai nomor 1; setiap tabel disajikan tidak lebih dari satu halaman tidak terpotong. Tabel yang melebihi satu halaman diletakkan di dalam lampiran.

b. Gambar , meliputi foto, grafik, diagram, peta, bagan, skema, dan objek lain yang sejenis, penyajiannya: tulis “gambar”, nomor gambar dan judul gambar diletakkan di bawah gambar, di tengah antara tepi kanan dan kiri; judul gambar ditulis di bawah nomor gambar dengan jarak satu spasi; nomor gambar di dalam teks dan di lampiran, ketentuannya sama dengan tabel.

2. Kutipan

a. Cara menulis kutipan langsung yang tertera di buku dan minimal 4 baris, ditulis sama persis dengan yang dikutip, ditulis masuk ke dalam mulai dari ketukan keenam, ditulis dengan jarak satu spasi, tanpa tanda pembuka dan penutup kata; untuk kutipan yang kurang dari empat baris, ditulis langsung sesuai aslinya, diawali dan diakhiri dengan tanpa pembuka dan penutup kata (tanda petik). Sumber kutipan ditulis dalam kurung nama pengarang, tahun terbit, dan halaman. Nama asing ditulis nama keluarga, sedang nama orang Indonesia ditulis sesuai nama aslinya – tidak dibalik.

b. Cara mengutip tidak langsung, dibuat kalimat narasi – parafrase, ditulis sama dengan spasi teks. Sumber kutipan, sama dengan kutipan langsung. Untuk menuliskan kutipan ini harus hati – hati karena banyak sekali peneliti yang salah ketika menulisnya.

Berikut ini kesalahan umum tersebut.

“Menurut Nasution mengatakan....”
“Menurut Nasution menjelaskan bahwa kurikulum...”
Penulisan yang benar adalah
“Menurut Nasution, kurikulum adalah....”
“Nasution mengatakan, kurikulum adalah....”
“Nasution dalam bukunya....menjelaskan bahwa kurikulum......”

Demikian pembahasan mengenai cara penulisan BAB II “Kajian Pustaka” dalam laporan Penelitian Tindakan Kelas.
Bila ada saran atau masukkan silahkan tulis pada kolom komentar untuk perbaikan.