LAJU REAKSI ( KINETIKA KIMIA )


Kompetensi Dasar
3.6 Memahami teori tumbukkan dalam reaksi kimia berdasarkan pengaruh suhu terhadap laju rata-rata partikel zat dan pengaruh konsentrasi terhadap frekuensi tumbukkan
4.6 Menyajikan cara-cara pengaturan penyimpanan bahan untuk mencegah perubahan tak terkendali
3.7 Menentukan orde reaksi dan tetapan laju reaksi berdasarkan data hasil percobaan
4.7 Merancang, melakukan, dan menyimpulkan serta menyajikan hasil percobaan faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi dan orde reaksi


A. KONSENTRASI LARUTAN (KEMOLARAN)

1. Kemolaran (M )

Molaritas menyatakan banyaknya mol zat terlarut dalam setiap 1 liter (1000 ml) larutan.

atau   
   
     




 Jika diketahui % massa dan massa jenis larutan (r) maka molaritas x dapat dihitung dengan rumus :

Contoh soal :

Hitunglah konsentrasi larutan yang dibuat dengan melarutkan 2 gram kristal NaOH ( Mr = 40 ) dalam air hingga volume larutan 500 ml.

Jawab : 







2. Pengenceran larutan.

Pengenceran adalah proses memperkecil suatu larutan dengan menambah zat pelarut.

Rumus pengenceran :





Contoh soal :

100 ml larutan NaOH 1 M diencerkan dengan menambah 400 ml air. Tentukan konsentrasi setelah diencerkan ?

Jawab : V1 = 100 ml, M1 = 1 M

V2 = 100+400 = 500 ml, M2 = ?

M1x V1 = M2xV2.

1 x 100 = M2x500

M2 = 100/500 = 0,2 M





1. 4,9 gram H2SO4 dilarutkan dalam air hingga volume larutan tepat 200 ml.
a. Tentukan molaritas larutan H2SO4. ( Ar H = 1, S = 32, O = 16 )
b. Sebanyak 20 ml larutan tersebut diencerkan dengan menambah 300 ml air.
Berapakah konsentrasi H2SO4 sekarang
2. Larutan HNO3 pekat 63% mempunyai massa jenis 1,3 kg/L.
a. Tentukan molaritas larutan HNO3 tersebut ( Mr HNO3 = 63 )
b. Berapa ml asam ini diperlukan untuk membuat 100 ml larutan HNO3 6,5 M

B. KONSEP LAJU REAKSI

Laju reaksi adalah laju berkurangnya konsentrasi pereaksi atau laju bertambahnya konsentrasi produk persatuan waktu.

Reaksi : R ---- P maka laju reaksi dapat dirumuskan sebagai VR dan VP
VR = - D[R] / Dt atau VP = + D[P] / Dt





1. Pada suhu tertentu kecepatan peruraian NH3 menjadi N2 dan H2 adalah 8 x 10-6 M/detik. Hitunglah laju pembentukan gas N2 dan H2.

2. Dalam ruangan 5 liter dipanaskan gas N2O4 sebanyak 0,8 mol sehingga terurai membentuk gas NO2. Jika setelah 4 detik terdapat 0,6 mol gas NO2 , maka hitunglah laju reaksi gas N2O4

C. FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI LAJU REAKSI

Faktor – faktor yang mempengaruhi laju reaksi :

1. Konsentrasi.
Makin besar konsentrasi pereaksi makin cepat reaksi berlangsung.

2. Luas Permukaan
Semakin besar luas permukaan sentuh, semakin besar kemungkinan partikel-partikel untuk bertemu dan bereaksi dan laju reaksi makin naik.

3. Suhu. Sebagian besar reaksi kimia akan berlangsung lebih cepat pada suhu yang lebih tinggi.

4. Katalis. Katalis adalah suatu zat yang dapat mengubah laju reaksi kimia tanpa mengalami perubahan secara kimiawi di akhir reaksi.





Percobaan : Faktor-faktor yang Mempengaruhi Laju Reaksi

I. Tujuan : mempelajari faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi.

II. Alat dan bahan :
  • Gelas Erlenmeyer 100 mL - Larutan HCl 1 M
  • Gelas ukur 25 mL - Larutan HCl 3 M
  • Gelas kimia 100 mL - Batu pualam keping dan serbuk
  • Tabung reaksi dan rak - Larutan Na2S2O3 0,1 M
  • Kasa, kaki tiga dan pembakar spirtus - Serbuk KClO3
  • Termometer - Serbuk MnO2
  • Pengaduk - Serbuk NaCl
  • Penjepit tabung - Balon karet
  • Stop Watch - Lidi

III. Cara Kerja

Percobaan 1 :
Pengaruh Konsentrasi Terhadap Laju Reaksi

  1. Isilah gelas Erlenmeyer dengan 25 mL larutan HCl 1 M
  2. Masukkan 0,5 gram keping pualam ke dalam balon karet. Kemudian pasang dan ikat balon karet itu pada mulut gelas Erlenmeyer yang berisi larutan HCl. Jaga jangan sampai pualam masuk ke dalam gelas Erlenmeyer.
  3. Reaksikan pualam dalam balon karet dengan larutan HCl dalam gelas Erlenmeyer dan catat waktu yang diperlukan gas CO2 untuk menegakkan balon karet.
  4. Ulangi percobaan tersebut dengan menggunakan larutan HCl 3 M. Catat hasilnya pada table pengamatan.

Percobaan 2 :
Pengaruh Luas Permukaan Bidang Sentuh Terhadap Laju Reaksi
  1. Lakukan percobaan seperti langkah-langkah percobaan 1 dengan menggunakan larutan HCl yang sama (1 M) dan pualam 0,5 gram masing-masing bentuk keping dan serbuk.
  2. Catat hasilnya pada tabel pengamatan.
Percobaan 3 :
Pengaruh Suhu Terhadap Laju Reaksi
  1. Buatlah tanda silang dengan tinta hitam pada selembar kertas.
  2. Masukkan 25 mL larutan Na2S2O3 0,1 M ke dalam gelas kimia 100 mL dan letakkan gelas kimia di atas kertas bertanda silang. Ukur suhunya dan catat pada tabel hasil pengamatan.
  3. Tambahkan 5 mL larutan HCl 3 M ke dalam gelas kimia tadi dan catat waktu yang diperlukan sejak penambahan HCl sampai tanda silang tidak terlihat lagi.
  4. Masukkan 25 mL larutan Na2S2O3 0,1 M ke dalam gelas kimia lain dan panaskan hingga 10oC di atas suhu kamar (10oC di atas suhu larutan Na2S2O3 pertama), dengan cara memasukkannya dalam air yang sedang dipanaskan. Letakkan gelas kimia tersebut di atas kertas bertanda silang dan tambahkan 5 mL larutan HCl 3 M dan catat waktunya seperti langkah (3) di atas.
  5. Ulangi langkah (4) dengan memanaskan larutan Na2S2O3 20oC di atas suhu kamar. Catat hasilnya pada tabel pengamatan.

IV. Hasil Pengamatan

Percobaan 1

Larutan HCl (M) Pualam (0,5 gram) Waktu (detik)
1 / waktu
1
keping
…………………
………………….
3
keping
………………... ………………….

Percobaan 2

Larutan HCl (M) Pualam (0,5 gram) Waktu (detik)
1 / waktu
1
keping
………………….
………………….
1
serbuk
…………………. ………………….

Percobaan 3

Suhu Reaksi (oC)
Waktu (detik)
1/waktu
Kamar
……………………………
……………………………
Kamar +10oC
……………………………
……………………………
Kamar +20oC
…………………………… ……………………………

V. Pertanyaan

1. Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi laju reaksi, sebutkan!

Jawab : ...........................................................................................................................

........................................................................................................................................

2. Bagaimana pengaruh konsentrasi asam klorida terhadap laju reaksi?

Jawab : ...........................................................................................................................

........................................................................................................................................

3. Bagaimana pengaruh luas permukaan pualam terhadap laju reaksi?

Jawab : ...........................................................................................................................

........................................................................................................................................

4. Bagaimana pengaruh suhu terhadap laju reaksi antara larutan natrium tiosulfat dengan asam klorida?

Jawab : ...........................................................................................................................

........................................................................................................................................

D. TEORI TUMBUKAN

Menurut teori ini, reaksi berlangsung sebagai hasil tumbukan antar partikel pereaksi. Tumbukan yang dapat menghasilkan partikel-partikel produk reaksi disebut tumbukan efektif. Laju reaksi ditentukan banyak sedikitnya tumbukan efektif yang terjadi. Semakin banyak tumbukan efektif yang terjadi, laju reaksi makin cepat.

1. Konsentrasi dan luas permukaan sentuh

Semakin besar konsentrasi, semakin besar kemungkinan partikel saling bertumbuk-an, sehingga reaksi bertambah cepat, begitu pula sebaliknya.
Semakin luas permukaan, partikel-partikel lebih mudah bertemu, sehingga semakin cepat laju reaksi, dan sebaliknya.

2. Suhu

Apabila suhu reaksi dinaikkan, maka energi kinetik partikel akan bertambah. Hal ini menyebabkan jumlah tumbukan efektif bertambah, sehingga laju reaksi meningkat, dan sebaliknya.

3. Katalisator

Katalis positif memberikan mekanisme reaksi alternatif dengan Ea (energi aktifasi) lebih rendah dibanding Ea reaksi tanpa katalis. Dengan Ea yang lebih rendah, maka lebih banyak partikel-pertikel memiliki energi kinetik yang cukup untuk mengatasi halangan Ea yang rendah ini. Hal ini menyebabkan laju reaksi meningkat.

Energi pengaktifan (Ea) adalah energi minimum yang harus dimiliki oleh pertikel pereaksi sehingga menghasilkan tumbukan efektif. Reaksi yang berlangsung pada suhu rendah memiliki Ea yang rendah dan sebaliknya.




Tujuan : Menjelaskan pengaruh konsentrasi, luas permukaan sentuh, suhu dan katalis terhadap laju reaksi berdasar teori tumbukan

Metode : Diskusi

Melalui diskusi kelompok, jawablah soal-soal berikut!

1. Jelaskan menurut teori tumbukan, mengapa reaksi berlangsung lebih cepat jika :

a. Konsentrasi bertambah
b. Suhu dinaikkan
c. Luas permukaan sentuh bertambah

Jawab : ................................................................................................................................

.............................................................................................................................................

.............................................................................................................................................

.............................................................................................................................................

2. Terdapat diagram sebagai berikut:

Berdasarkan diagram di atas
a. Tunjukkanlah yang berperan sebagai katalis!
b. Apakah pengaruh katalis terhadap laju reaksi?
c. Tunjukkan kurva Ep dari reaksi kimia yang menggunaan katalisator dan tidak menggunakan katalisator!

Jawab : ................................................................................................................................

.............................................................................................................................................

3. Terdapat kurva reaksi eksoterm dan endoterm

Dengan menggunakan gambar di atas, coba jelaskan perbedaan antara kedua jenis reaksi tersebut!

Jawab : ................................................................................................................................

.............................................................................................................................................

4. Terdapat kurva sebagai berikut :

Dengan melihat kurva tersebut, apakah fungsi dari katalisator?

Jawab : ....................................................................................................................................

................................................................................................................................................

E. HUKUM LAJU REAKSI

Laju reaksi tergantung pada konsentrasi awal dari zat-zat pereaksi.

Secara umum :
mA + nB → pC + qD
persamaan laju reaksi V = k [ A ]x [ B ]y
k = tetapan laju reaksi
x dab y adalah orde reaksi terhadap konsentrasi A dan B

contoh soal :
Data percobaan : 2NO(g) + H2(g) -----> N2O(g) + H2O(g)

Percobaan
Konsentrasi Awal (M)
Laju Reaksi Awal

(M-det-1)
NO
H2
1
6
2
2
2
12
2
8
3
6
4
4

Tentukan :
a. Orde reaksi NO dan H2
b. Persamaan laju reaksi
c. Harga tetapan laju reaksi ( k )
d. Laju reaksi jika konsentrasi NO dan H2 masing masing 6 M

Jawab :

a. Orde reaksi NO. Pilih data no 1 dan 2

V2/ V1 = 8/2 = ( 12/6 )x
4 = 2x
X = 2

Orde reaksi H2. Pilih data 1 dan 3

V3/V1 = 4/2 = ( 4/2 )y
2 = 2y
Y = 1

b. V = k [NO]2[H2]
c. K = 2/(6)2. 2= 1/36
d. V = 1/36x (6)2(6) = 6 M/detik

1. Reaksi : 2NO(g) + 2H2(g) -----> 2H2O(g) + N2(g)
mempunyai persamaan laju reaksi : V = k [NO]2 [H2]

a. Bagaimana perubahan laju reaksi bila konsentrasi NO tetap dan konsentrasi H2 diperbesar 2 kali?
b. Bagaimana perubahan laju reaksi bila konsentrasi H2 tetap dan konsentrasi NO diperbesar 3 kali?
c. Bagaimana perubahan laju reaksi bila konsentrasi NO dan H2 masing-masing diperbesar 2 kali?

2. Untuk reaksi : A(g) + 2B(g) -----> AB2(g)
diperoleh data sebagai berikut:

Percobaan
Konsentrasi Awal
Laju Reaksi (M det-1)
A(M)
B(M)
1

2

3
0,1

0,1

0,2
0,2

0,4

0,2
1,6 x 10-3

1,6 x 10-3

6,4 x 10-3

a. Tentukan orde reaksi total
b. Tuliskan persamaan laju reaksinya
c. Tentukan laju reaksi jika konsentrasi A dan B masing – masing 0,1 M

3. Untuk reaksi : A + B C

Dari data percobaan jika konsentrasi A dinaikkan 2 kali pada konsentrasi B tetap, laju reaksi menjadi 4 kali lebih cepat. Jika konsentrasi A dan B masing-masing dinaikkan 3 kali, laju reaksi menjadi 27 kali.

a. Tentukan orde reaksi total
b. Tuliskan persamaan laju reaksinya.

4. Data percobaan laju reaksi untuk reaksi : NH3(g) + HCl(g) NH4Cl(g) adalah sebagai berikut:

Percobaan
Konsentrasi Awal
Waktu Reaksi (detik)
NH3 (M)
HCl (M)
1
2
3
4
0,2
0,2
0,1
0,1
0,04
0,06
0,04
0,02
8
12
32
64

a. Tentukan orde reaksi total!
b. Tuliskan persamaan laju reaksinya!

5. Diperoleh data percobaan untuk reaksi : P + Q -----> R sebagai berikut :

Percobaan
Konsentrasi Awal
Laju Reaksi

(M det-1)
P(M)
Q(M)
1
2
3
0,01
0,02
0,01
0,01
0,02
0,03
1 x 10-3
8 x 10-3
9 x 10 -3

a. Tentukan orde reaksi total
b. Tuliskan persamaan laju reaksinya
c. Harga dan satuan tetapan laju reaksi

F. PERANAN KATALIS DALAM KEHIDUPAN SEHARI HARI

Katalis adalah suatu zat yang dapat mengubah laju reaksi kimia tanpa mengalami perubahan kimiawi di akhir reaksi.
Berdasarkan fase katalis dan zat pereaksinya, katalis dibedakan :
  1. Katalis homogen : katalis yang berada dalam fase yang sama dengan fase zat-zat pereaksi
  2. Katalis heterogen : katalis yang berada dalam fase yang berbeda dengan fase zat-zat pereaksi
Katalis positif adalah katalis yang mempercepat laju reaksi.
Katalis negative(inhibitor) adalah katalis yang memperlambat laju reaksi.
Beberapa contoh katalis : Pt(katalis anorganik) dalam pembuatan asam nitrat, tripsin (katalis organik) untuk pencernaan awal makanan bayi.




1. Sebutkan contoh-contoh reaksi dalam kehidupan sehari-hari yang berlangsung sangat lambat dan sangat cepat!

Jawab : .......................................................................................................................

...................................................................................................................................

2. Bagaimanakah pengaruh factor-faktor berikut terhadap laju reaksi :

a. konsentrasi pereaksi
b. suhu

Jawab : .......................................................................................................................

...................................................................................................................................

3. a. Apakah yang dimaksud dengan tumbukan efektif?
b. Apakah laju reaksi bertambah, tetap, atau berkurang dengan kenaikan jumlah tumbukan efektif?

Jawab : .......................................................................................................................

...................................................................................................................................

4. Apakah yang dimaksud energi pengaktifan?

Jawab : .......................................................................................................................

...................................................................................................................................

5. Diagram energi dari 4 reaksi sebagai berikut :











a. Manakah di antara reaksi tersebut yang eksoterm? Dan mana reaksi endoterm?
b. Manakah yang pertambahan lajunya paling besar untuk kenaikan suhu yang sama, misal 30 oC?

Jawab : .......................................................................................................................

...................................................................................................................................

6. Apakah yang dimaksud :
a. laju reaksi
b. Persamaan laju reaksi

Jawab : .......................................................................................................................

...................................................................................................................................

7. Reaksi : 2NO(g) + H2g → N2O(g) + H2O(g)
Mempunyai persamaan laju reaksi v = k(N2O) 2(H2O)
a. Berapakah orde reaksi terhadap NO dan H2?
b. Berapakah orde reaksi keseluruhan?

Jawab : .......................................................................................................................

...................................................................................................................................

8. Seorang siswa mempelajari kinetika reaksi sebagai berikut :
2ICl(g) + H2(g) → I2(g) + 2HCl(g)
Data yang diperoleh sebagai berikut :

Percobaan
Konsentrasi ICl awal mol / L
Konsentrasi H2 awal mol / L
Laju pembentukan I2 mol / L / dt
1
0,20
0,10
0,042
2
0,20
0,20
0,168
3
0,40
0,10
0,084

a. Tentukan orde reaksi terhadap ICl! c. Tentukan tetapan laju reaksi !
b. Tentukan orde reaksi terhadap H2!

Jawab : .......................................................................................................................

...................................................................................................................................

9. Perhatikan persamaan laju reaksi berikut ini : V = k (A)2 (B)2

a. Jelaskan apa yang dimaksud dengan tetapan laju reaksi ddan orde reaksi dalam suatu persamaan laju reaksi?
b. Berapakah orde reaksi terhadap A, B dan orde reaksi keseluruhan?

Jawab : .......................................................................................................................

...................................................................................................................................

10. a.  Apakah yang dimaksud dengan katalis?
b. Beri contoh 3 macam katalis yang digunakan dalam mempercepat laju reaksi!
c. Apa yang dimaksud katalis homogen dan katalis heterogen?

Jawab : .......................................................................................................................

...................................................................................................................................




I. Berilah tanda silang (x) pada huruf a, b, c, d atau e di depan jawaban yang tepat!

1. Untuk membuat 500 mL larutan KOH 0,2 M diperlukan kristal KOH murni sebanyak …

(Mr KOH = 56)

a. 56 c. 14 e. 5,6
b. 28 d. 7

2. Kemolaran asam nitrat pekat 63 % dengan massa jenis 1,3 kg / L adalah …. ( Mr = 63)

a. 6,3 M           c. 0 M        e. 63 M
b. 6,5 M           d. 13 M

3. Untuk mengubah 100 mL larutan asam sulfat 0,5 M menjadi 0,2 M diperlukan air sebanyak ….

a. 100 mL        c. 200 mL      e. 500 mL
b. 150 mL       d. 250 mL

4. Diketahui reaksi : CaCO3(s) + 2HCl(aq) ------> CaCl2(aq) + H2O(l) + CO2(g) .

Cara praktis menentukan laju reaksi adalah dengan mengukur...

a. laju berkurangnya CaCO3                     d. laju terbentuknya H2O
b. laju berkurangnya konsentrasi HCl       e. laju terbentuknya CO2
c. laju terbentuknya CaCl2

5. Data percobaan reaksi antara besi dan larutan asam klorida

No
Besi 0,2 gram
[HCl]
1.
serbuk
3 M
2.
serbuk
2 M
3.
1 keping
3 M
4.
1 keping
2 M
5.
1 keping
1 M

Dari data di atas, reaksi yang berlangsung cepat adalah percobaan nomor …..

a. 1                 c. 3          e. 5
b. 2                 d. 4

2. Tindakan berikut akan memperbesar laju reaksi kecuali ..

a. Penambahan katalis                  d. menambah zat pereaksi lebih banyak
b. Memperbesar suhu                   e. memperbesar volume
c. memperkecil ukuran zat

3. Katalis dapat mempercepat laju reaksi dengan cara ….

a. menurunkan konsentrasi pereaksi                d. menurunkan energi aktifasi
b. mengubah energi aktifasi                             e. menaikkan jumlah molekul
c. menaikkan energi aktifasi

4. Dalam wadah 1 liter dimasukan 0,08 mol gas fosgen yang terurai menurut reaksi :

COCl2 -------> CO + Cl2

Setelah 20 detik gas tersebut tinggal 0,02 mol, maka laju peruraian gas fosgen adalah..

a. 10-3 M/detik                  d. 3 x 10-2 M/detik
b. 4 x 10-3 M/detik            e. 10-2 M/detik
c. 3 x 10-3 M/detik

9. Suatu reaksi : R ------->  P. Berlangsung pada suhu 120 detik. Jika konsentrasi R dinaikan 2 kali ternyata waktu reaksinya menjadi 30 detik. Orde reaksi tersebut adalah...

a. 1           c. 3      e. 5
b. 2           d. 4

10. Laju reaksi : NH3(g) + SO2(g) → 4NO(g) + 6H2O(g) dapat dinyatakan sebagai …

a. laju bertambahnya konsentrasi NH3 dalam satu satuan waktu
b. Laju berkurangnya konsentrasi H2O dalam satu satuan waktu
c. Laju bertambahnya O2 dalam satu satuan waktu
d. Laju berkurangnya tekanan sistem dalam satu satuan waktu
e. laju bertambahnya konsentrasi NO

11. Reaksi : 2NO + Br2 -------> 2NOBr mempunyai persamaan laju reaksi : v = k[NO]2[Br2] . Apabila konsentrasi NO dan Br2 masing masing dinaikan 2 kali maka laju reaksinya menjadi..

a. Sama seperti semula         c. 4 kali lebih besar           e. 16 kali lebih besar
b. 2 kali lebih besar              d. 8 kali lebih besar

12. Untuk reaksi aA + bB → cC + dD diperoleh data eksperimen sebagai berikut :

[A] awal
[B] awal
kecepatan reaksi
0,1
0,1
5 x 10-4
0,1
0,2
9,5 x 10-4
0,2
0,3
1,4 x 10 -3
0,5
0,2
1 x 10-3

Dari data di atas dapat disimpulkan ….

a. v = k (A)                 c. v = k (B)2           e. v = k (A)(B)2
b. v = k (B)                 d. v = k (A)2

13. Reaksi orde 2 dinyatakan dengan grafik









14. Pada reaksi P + Q → R diperoleh data:

[P] [A] Waktu
0,1 M 0,2 M 4 menit
0,3 M 0,4 M 20 menit
0,3 M 0,8 M 5 detik

Persamaan laju reaksinya adalah ….

a. v = k[P] [Q]           c. v = k[P]            e. v = k[P]2[Q]2
b. v = k[P] [Q]2           d. v = k[Q]

15. Jika pembesaran/pengecilan konsentrasi salah satu pereaksi tidak mempengaruhi laju reaksi, maka orde reaksi terhadap pereaksi tersebut adalah ….

a. 0           c. 2       e. 4
b. 1          d. 3

16. Suatu reaksi, suhu dinaikkan dari 25 oC menjadi 75 oC. Jika setiap kenaikan 10 oC, laju menjadi 2 kali lebih cepat, maka laju reaksi tersebut menjadi …. lebih cepat.

a. 8            c. 16        e. 64
b. 10          d. 32

17. Setiap kenaikan suhu 10 oC laju reaksi menjadi 2 kali lebih cepat dari semula. Jika pada suhu 20 oC rekasi berlangsung 8 menit maka waktu reaksi pada suhu 50 oC adalah...

a. 4 menit          c. 1 menit            e. ¼ menit
b. 2 menit         d. ½ menit

18. Berikut adalah hasil eksperimen laju reaksi antara NO dan H2

Perc. [NO] [H2]
1. 0,3 M 0,05 M
2. 0,3 M 0,15 M
3. 0,1 M 0,25 M
4. 0,2 M 0,25 M

Harga tetapan laju reaksi K di atas adalah ….

a. 0,2              c. 20             e. 200
b. 2                d. 100

19. Reaksi antara gas H2 dan gas O2 pada 25 oC berjalan sangat lambat, akan tetapi jika ditambahkan serbuk Pt, reaksi berjalan dengan cepat. Hal ini menunjukkan bahwa laju reaksi dipengaruhi oleh ….

a. suhu             c. konsentrasi           e. sifat zat
b. tekanan         d. adanya katalis

20. Kenaikan suhu akan memperbesar laju reaksi. Hal ini disebabkan kenaikan suhu akan...

a. memperbesar volume                           d. memperbesar konsentrasi zat pereaksi
b. memperbesar luas permukaan              e. memperbesar energi kinetik pereaksi
c. menurunkan energi aktivasi

21. Pada reaksi:

V2 (g) + W2 (g) → 2 VW (g), di dapat data percobaan sebagai berikut :

Percobaan
Konsentrasi Awal
Laju (Mdetik-1)
V2 (M)
W2 (M)
1

2

3

4
0,2

0,4

0,2

0,8
4,0

4,0

8,0

4,0
4,0

8,0

8,0

X

Besarnya X adalah …mdetik-1.

a. 0,5            c. 4,0             e. 16,0
b. 2,0            d. 8,0

22. Diberikan gambar skematik antara logam seng dengan larutan HCl :

Pasangan gambar yang menunjukkan laju kelarutannya dipengaruhi oleh luas permukaan adalah

a. (1) dan (2)             d. ( 2 ) dan ( 3 )
b. ( 1) dan (3)            e. ( 3 ) dan ( 4 )
c. (1) dan (4)

23. Data percobaan laju reaksi 2CO + O2 → 2 CO2 sebagai berikut :

CO ]
[ O2 ]
Laju reaksi
0,2
0,1
X
0,2
0,3
3X
0,4
0,1
4X

Laju reaksi bila [ CO ] = 0,3 M dan [ O2 ] = 0,2 M adalah..

a. k[ 0,3 ][ 0,2 ]2                   c. k[ 0,3 ] [ 0,2 ]                e. k[ 0,2 ]
b. k[ 0,3 ]2[ 0,2 ]                  d. k[ 0,3 ]

24. Data percobaan reaksi Mg dengan HCl :

No
Mg
HCl
Suhu ( o C )
Pengadukan
1
Padatan
1 M
25
Tidak diaduk
2
Serbuk
2 M
25
Tidak diaduk
3
Padatan
2 M
25
Diaduk
4
Serbuk
3 M
35
Diaduk
5
Padatan
3 M
35
Diaduk

Reaksi yang paling cepat adalah...

a. 1               d. 4
b. 2                e. 5
c. 3

25. Dari beberapa gambar reaksi magnesium dengan HCI berikut ini :

Laju reaksi yang hanya dipengaruhi suhu ditunjukkan pada gambar ….

a. 1 dan 2
b. 1 dan 3
c. 2 dan 3
d. 3 dan 5
e. 4 dan 5

II. Jawablah soal-soal di bawah ini dengan benar!

1. Diketahuia : 2N2O5 ®----->  4NO2 + O2

a. Tuliskan rumus laju reaksinya
b. Tentukan hubungan laju reaksi N2O5, laju reaksi NO2 dan laju reaksi O2

2. Pada reaksi P + Q → R diperoleh data:

[P] [Q] Waktu reaksi
0,6 M 0,1 M
9,6 detik
0,6 M
0,3 M
3,2 detik
0,2 M
0,5 M
4 detik
0,4 M
0,5 M
1 detik

Tentukan :

a. Orde reaksi
b. Persamaan laju reaksi
c. Tetapan laju reaksi
d. Waktu reaksi pada [ P] = 0,2 M dan [Q] = 0,1 M

3. Dari eksperimen reaksi 2W + 2X→ Y + 3Z diperoleh data sebagai berikut :

Percobaan
[W]
[X]
Laju reaksi
1.
6,0 x10-3
1,0 x10-3
0,012
2.
6,0 x10-3
2,0 x10-3
0,024
3.
2,0 x10-3
1,5 x10-3
0,002
4.
4,0 x10-3
1,5 x10-3
0,008

Tentukan:
a. Orde reaksi terhadap W dan X
b. Rumus laju reaksi
c. Harga k dan satuannya

4. Laju reaksi berlangsung 2 kali lebih cepat setiap kenaikan suhu 10 oC. Jika pada suhu 25 oC rekasi berlangsung 32 detik, maka tentukan waktu reaksi pada :
a. Suhu 5 oC
b. Suhu 55 oC

5. Data percobaan : A + B + C ----->  hasil reaksi
Percobaan [ A ] M [ B ] M [ C ] M V ( M / detik )
1
0,1
0,1
0,1
0,01
2
0,2
0,1
0,1
0,02
3
0,2
0,2
0,1
0,04
4
0,3
0,3
0,3
0,09
5
0,5
0,4
0,2
X

Tentukan :

a. Persamaan laju reaksi
b. Tentukan harga konstanta laju reaksi
c. Harga X

Anda Dapat Mendownload materi lengkap di sini
Jika artikel ini bermanfaat silahkan beri tahu teman yang lain

MINIATUR GUNUNG MERAPI (KIMIA ASYIK 1)



Dari bahan kimia yang ada di sekitar kita, maka kita dapat membuat permainan kimia asyik, yaitu membuat Miniatur Gunung Merapi.untuk lebih jelasnya silahkan lihat petunjuk percobaan di bawah ini:

A. Alat dan Bahan

1. Miniatur Gunung dari tanah liat
2. Soda Kue 1 sendok
3. Zat Warna secukupnya
4. Cuka 25% Secukupnya
5. Detergen secukupnya

B. Cara Kerja :

1. Buatlah Sebuah Miniatur gunung dari tanah liat dengan tinggi 20 cm, serta lubang kawah setinggi kurang lebih 1,5 cm.
2. Masukkan ke dalam lobang kawah Soda kue ditambah Zat Warna makanan dan Detergen
3. Tambahkan Asam Cuka secukupnya hingga buih yang timbul meleleh sampai tumpah dari lubang kawah.
4. Amati Peristiwa apa yang terjadi

catatan :
Asam cuka bereaksi dengan soda kue dan menghasilkan gas karbon dioksida

Demikian cara singkat membuat miniatur gunung merapi, semoga dapat bermanfaat


# kimia asyik
# ruang Guru
# kimia populer

DIET DIABETES MELLITUS ( KENCING MANIS )


Diabetes Mellitus (DM) adalah kumpulan gejala yang timbul pada seseorang yang mengalami peningkatan kadar gula (glukose) darah akibat kekurangan hormone insulin secara absolut atau relative.

Indonesia termasuk negara penderita diabetes peringkat ke-7 dari negara - negara penderita diabetes tertinggi di dunia. Diabetes melitus pada umumnya disebabkan oleh gaya hidup yang tidak sehat dan pola konsumsi tanpa memperhatikan gizi.

Diabetes mellitus sering di dapati sebagai gejala adanya rasa lapar yang terus menerus, haus, sering buang air seni (terutama malam hari), berat badan turun drastis, bagi ibu, pernah melahirkan bayi dengan berat badan lebih dari 4 kg.

Banyak orang mengira bahwa diabetes hadir secara tiba-tiba. Hal ini dikarenakan berbagai gejala diabetes tampak seperti penyakit umumnya. Namun pada posting kali ini akan disampaikan upaya pencegahan dan pengendalian diabetes mellitus melalui diet diabetes mellitus, silahkan dibaca sampai selesai.

Apakah Tujuan Diet ini

1. Mempertahankan / menurunkan kadar glukosa darah supaya mendekati normal.
2. Mencapai dan mempertahankan kadar lipida serum normal
3. Memberi cukup energi untuk mempertahankan / mencapai berat badan normal
4. Menghindari / menangani komplikasi akut pasien.
5. Meningkatkan derajat kesehatan secara keseluruhan melalui gizi yang optimal

Apakah perbedaan diet ini dengan makanan biasa ?

1. Penggunaan karbohidrat dibatasi terutama jenis monosakarida (gula murni), dan sesuai dengan kesanggupan tubuh menggunakannya.
2. Pembagian jumlah dan porsi makanan sehari perlu diatur dengan baik sesuai dengan berat ringannya penyakit dan kebutuhan zat gizinya, terutama dengan diabetes yang belum terkontrol, atau yang mendapat obat – obatan. Dengan sistem 3 J yaitu tepat jumlah, tepat jam, tepat jenis.
Makanan yang tidak dianjurkan

Di bawah ini beberapa kriteria makanan yang tidak dianjurkan:
  1. Gula murni dan makanan yang diolah dengan gula murni, seperti : gula pasir, gula merah, dodol, coklat, selai, syrop, jelly, buah buahan yang diawetkan dengan gula, susu kental manis, cake, kecap, caos tomat, minuman ringan, ice cream, madu, tape, permen dan bermacam kue manis lainnya.
  2. Makanan yang mengandung banyak lemak: cake, fast food (makanan instan) dan goreng – gorengan .
  3. Buah – buahan pisang ambon, pisang raja, pisang emas, pisang tanduk, sawo, anggur, duku, durian, nangka, mangga, nanas, kelengkeng, pepaya, dan apel merah.
  4. Bahan makanan yang banyak mengandung Natrium (Na) : ikan asin, telur asin, makanan awetan, buah kaleng, dendeng, dan abon.

Bahan makanan yang dibatasi

Nasi, lontong, ketan , jagung, ubi, roti tawar, singkong, talas, kentang, sagu, mie, bihun, macaroni, dan makanan lain yang terbuat dari tepung – tepungan.

Bahan makanan yang dianjurkan

Berikut ini kelompok makanan yang dianjurkan untuk dikonsumsi:
  1. Sumber Protein rendah lemak : ikan, ayam tanpa kulit, susu skim, tempe, tahu, dan kacang – kacangan diolah dengan cara dipanggang.
  2. Sayuran :
- Golongan A (lihat daftar makanan penukar), boleh dimakan sekehendak hati.
- Golongan B (lihat daftar makanan penukar), boleh dimakan menurut jumlah yang dianjurkan / ditentukan.

Bagaimana cara mengatur diet ini ?

Hal – hal berikut ini merupakan langkah – langkah mengatur diet DM :
  1. Makanlah teratur, sesuai dengan jumlah dan pembagian makanan yang telah ditentukan oleh dokter atau ahli gizi anda.
  2. Gunakan daftar penukaran bahan makanan sehingga anda dapat memilih bahan makanan yang disukai dan sesuai menu keluarga.
  3. Usahakan menggunakan lemak tidak jenuh.
  4. Hindari penggunaan gula murni dan makanan yang terbuat dari gula murni.
  5. Penggunaan gula alternative (fruktosa, gula alkohol berupa sorbitol, manitol, silitol, aspartame, dan sakarin) dalam jumlah terbatas.
  6. Periksalah kadar gula darah secara teratur
  7. Perhatikan jika anda terkena luka, maka jangan sampai terjadi infeksi, segera periksa ke dokter.

Saran tambahan :
Disamping diet dengan teratur, lakukan juga olah raga secara teratur minimal 3 X seminggu, dalam durasi 15 – 20 menit.
Standart diet DM

Kalori = 1700 kalori Karbohidrat = 250 gram
Protein = 65 gram Lemak = 50 gram
Pembagian makanan sehari
Waktu Berat(gr) Urt
Pagi (jam 06.00)
Nasi
Ikan
Tempe
Sayur A
Sayur B
Minyak
Snack (jam 10.00)
Pisang kepok

Siang (jam 12.00)
Nasi
Daging
Tahu
Sayuran A
Sayuran B
Buah jeruk manis
Minyak
Snack (jam 16.00)
Buah Apel hijau

Malam (jam 19.00)

Nasi
Ayam tanpa kulit
Tempe
Sayuran A
Sayuran B
Pisang kepok
Minyak

Snack (21.00)
Buah melon
100
40
50
Sekehendak
100
5

50



200
35
110
Sekehendak
100
110
10

85



100
40
50
Sekehendak
100
50
10


190

¾ gelas
1 ptg sdg
2 ptg sdg
-
1 gls
1 sdt

1 buah



1/5 gelas
1 ptg sdg
1 bj bsr
-
1 gls
2 buah
2 sdt

1 bh sdg



¾ gelas
1 ptg sdg
2 ptg sdg
-
1 gelas
1 bh sdg
2 sdt



1 ptg bsr

Yang perlu dilakukan bila anda mengalami hipoglikemi

Hipoglikemi adalah keadaan dimana kadar gula darah terlalu rendah, karena ketidak seimbangan antara diet / makanan yang dimakan, gerak badan dan obat yang digunakan.

Gejalanya antara lain : keringat dingin, gemetar, pusing, lemas, mata kunang –kunang, dan perih di ulu hati seperti orang lapar. Jika Anda mengalami gejala di atas, segera :
  1. Minumlah 1 gelas syrup / teh manis, atau makanlah 1 -2 sendok gula pasir/syrup/permen.
  2. Periksakan segera ke dokter.

Berikut ini contoh menu dalam sehari
Pagi Siang Sore
Nasi/tim/bubur
Telur ceplok air
Oseng tempe
Lalapan selada
Air + tomat
Pukul 10.00
Buah semangka
Nasi/Tim/Bubur
Pepes ikan
Tahu tim/goreng
Sayur sup
Buah jeruk
Pukul 16.00
Buah Melon
Nasi/tim/bubur
Rolade daging
Sg. Tempe
Oseng kangkung
Pukul 21.00
Susu rendah kalori

Daftar Bahan makanan penukar I Ukuran rumah tangga

Arti singkatan:
Bh = buah sdg = sedang Pk = pak
Bj = biji Bsr = besar Kcl = kecil
Btg = batang Ptg = potong Gls = gelas
Btr = butir Sdm = sendok makan Ckr = cangkir
Bks = bungkus Sdt = sendok teh Urt = ukuran rumah tangga

Berikut ini persamaan ukuran rumah tangga (Urt) dengan rata – rata berat

1 sdm gula pasir = 10 gram
1 sdm susu bubuk = 5 gram
1 sdm tepung beras, tepung sagu = 6 gram
1 sdm tepung terigu, meizena, hunkwe = 5 gram
1 sdm margarine, mentega, minyak goreng = 10 gram
1 sdm kacang – kacang kering ( kacang tanah dll)= 10 gram
1 gls nasi = 140 gram (70 gram beras)
1 ptg pepaya (5 x 15 cm) = 100 gram
1 bh pisang (3 x 15 cm) = 75 gram
1 ptg tempe sdg (4 x 6 x 1 cm) = 25 gram
1 daging sedang (6 x 5 x 2 cm) = 50 gram
1 ptg ikan sdg (6 x 5 x 4 cm) = 50 gram
1 bj tahu bsr (6 x 6 x 2,25 cm) = 100 gram
1 sdm = 3 sdt = 10 ml
1 gls = 24 sdm = 240 ml
1 ckr = 1 gls = 240 ml

Berikut ini merupakan golongan bahan makanan yang mempunyai nilai sama dalam jumlah tertentu, sehingga satu sama lainnya dapat saling menukar dan di sebut 1 satuan tukar.
Golongan I : Bahan makanan sumber karbohidrat
satu satuan penukar mengandung = 175 gram protein, 40 gram karbohidrat.
Bahan Makanan Urt Berat(gr)
Bihun
Bubur beras
Biscuit
Havermout
Kentang
Krakers
Macaroni
Mie kering
Mie basah
Nasi
Nasi tim
Roti putih
Singkong
Talas
Tepung sagu
Tepung hunkwe
Tepung terigu
Tepung maizena
Tepung beras
Ubi
½ gls
2 Gls
4 bh bsr
51/2 sdm
2 bj sdg
5 bh bsr
½ gls
1 gls
2 gls
¾ gls
1 gls
3 ptg sdg
1 ptg
1 ptg
8 sdm
10 sdm
5 sdm
10 sdm
8 sdm
1 bj sdg
50
400
40
45
210
50
50
50
200
100
200
70
120
125
50
50
50
50
50
135
Golongan II : bahan makanan sumber protein hewani
1. Rendah lemak
satu satuan penukar mengandung : 50 kkal, 7 gram protein, 2 gram lemak
Bahan Makanan Urt Berat(gr)
Ayam tanpa kulit
Babat
Daging kerbau
Dideh sapi
Ikan
Ikan asin
Teri kering
Udang segar
1 ptg sdg
1 ptg sdg
1 ptg sdg
1 ptg sdg
1 ptg sdg
1 ptg sdg
1 sdm
5 ekor sdg
40
40
35
35
40
15
15
35

2. Lemak sedang
satu satuan penukar mengandung = 75 kkal, 7 gram protein, 5 gram lemak
Bahan Makanan Urt Berat(gr)
Bakso
Daging kambing
Daging sapi
Hati ayam
Hati sapi
Otak
Telur ayam
Telur bebek
Usus sapi
10 bj sdg
1 ptg sdg
1 ptg sdg
1 bh sdg
1 bh sdg
1 ptg bsr
1 btr
1 btr
1 ptg bsr
170
40
35
30
35
60
55
55
50

3. Tinggi Lemak
Satu satuan penukar mengandung = 150 kkal, 7 gram protein, 5 gram lemak,
Bahan Makanan Urt Berat(gr)
Ayam dengan kulit
Bebek
Corned Beef
Daging babi
Kuning telur ayam
Sosis
1 ptg sdg
1 ptg sdg
2 sdm
1 ptg sdg
4 btr
2 ptg sdg
55
45
45
50
45
50
Golongan III : bahan makanan sumber protein Nabati
1 satuan penukar mengandung = 75 kkal, 5 gram protein, 3 gram lemak, 7 gram karbohidrat
Bahan Makanan Urt Berat(gr)
Kacang hijau
Kacang kedelai
Kacang merah segar
Kacang tanah
Kacang tolo
Keju kacang tanah
Oncom
Susu kedelai bubuk
Tahu
Tempe

2 sdm
2 sdm
2 sdm
2 sdm
2 sdm
1 sdm
2 ptg kcl
2 sdm
1 bj bsr
2 ptg sdg

20
25
20
15
20
15
40
25
110
50

Golongan IV : Sayuran

Sayuran A

Bebas dimakan, kandungan energi dapat diabaikan.
Bahan makanan
Balligo Labu Air
Gambas (Oyong) Lobak
Jamur kuping segar Slada Air
Ketimun Slada
Tomat

Sayuran B

Satuan penukar 1 gls (100 Gram) mengandung = 25 kkal, 1 gram protein, 5 gram karbohidrat

Bahan makanan

Bayam jantung pisang labu waluh
Bit kol pare
Buncis kembang kol papaya muda
Brokoli kapri muda rebung
Caisim kangkung sawi
Daun pakis kucai tauge kacang
Daun wuluh kacang panjang hijau
Genjer kecipir terong
Jagung muda labusiam wortel

Sayuran C

Satu satuan tukar – 1 gls (100 gram) mengandung = 50 kkal, 3 gram protein , 10 gram karbohidrat

Bahan makanan

Bayam merah kacang kapri daun katuk
Kluwih daun melinjo melinjo
Daun pepaya nangka muda daun singkong
Tauge kacang kedelai

Golongan V : Buah – Buahan
Satu satuan penukar mengandung = 50 kkal, 12 gram karbohidrat
Bahan Makanan Urt Berat(gr)
Anggur
Apel
Belimbing
Blewah
Duku
Durian
Gula *)
Jambu air
Jambu biji
Jambu bol
Jeruk manis
Kedondong
Kemang
Kolang kaling
Kurma
Lychee
Madu
Mangga
Melon
Nangka
Nanas
Peach
Pepaya
Pisang
Rambutan
Salak
Sawo
Semangka
Sirsak
20 bh sdg
1 bh
1 bh bsr
1 ptg sdg
9 bh
2 bj bsr
1 sdm
2 bh bsr
1 bh bsr
1 bj kcl
2 bh
2 bh sdg
1 bh bsr
3 bh sdg
3 bh
10 bh
1 sdm
¾ bh bsr
1 ptg bsr
3 bj sdg
¼ bh sdg
1 bh kcl
1 ptg bsr
1 bh
8 bh
2 bh sdg
1 bh sdg
1 ptg bsr
½ gls
165
85
140
70
80
35
13*
110
100
90
110
120
105
25
15
75
15
90
190
45
95
115
110
50
75
65
55
180
60
*) gula tidak mengandung vitamin dan mineral , sedangkan buah merupakan sumber vitamin dan mineral.

Golongan VI : SUSU

1. Susu tanpa lemak
Satu satuan penukar mengandung = 75 kkal, 7 gr protein, 10 gr karbohidrat
Bahan Makanan Urt Berat(gr)
Susu skim cair
Susu skim bubuk
Yoghurt non fet

1 gls
4 sdm
2/3 gls

200
20
120


2. Susu rendah lemak
Satu satuan penukar mengandung = 125 kkal, 7 gr protein, 6 gr lemak, 10 g karbohidrat
Bahan Makanan Urt Berat(gr)
Keju
Susu kambing
Susu sapi
Susu kental tak manis
Yoghurt susu full
1 ptg kcl
¾ gls
1 gls
½ gls
1 gls
35
135
200
100
200

3. Susu tinggi lemak
Satu satuan penukar mengandung = 150 kkal, 7 gr protein, 10 gr lemak, 10 gr karbohidrat

Bahan Makanan Urt Berat(gr)
Susu kerbau
Susu bubuk full

½ gls
6 sdm
100
30

Golongan VII : Minyak
1 satuan penukar mengandung = 50 kkal, 5 gr lemak
1. Lemak tak jenuh
Bahan Makanan Urt Berat(gr)
Avokado
Kacang almon
Margarine jagung
Minyak bunga Matahari
Minyak jagung
Minyak kacang tanah
Minyak kedelai
Minyak zaitun
½ bh bsr
7 bj
1 sdt
1 sdt
1 sdt
1 sdt
1 sdt
1 sdt
60
10
5
5
5
5
5
5

2. Lemak jenuh
Bahan Makanan Urt Berat(gr)
Kelapa
Kelapa parut
Lemak babi / sapi
Mentega
Minyak kelapa
Minyak inti kelapa Sawit
Santan
1 ptg kecil
21/2 sdm
1 ptg kcl
1 sdt
1sdt
1sdt
1/3 gls
15
15
5
5
5
5
40

Golongan VIII : makanan tanpa energi

Agar – agar gula alternative (aspartam sakarin dll)
Kecap air kaldu
Kopi air mineral
Teh cuka dan gelatin

Sekian paparan singkat tentang Diet Diabetes Mellitus (DM), Semoga bermanfaat dan menambah wawasan bagi yang memerlukannya serta interest dengan masalah kesehatan.terutama yang memiliki gangguan mengenai kadar gula darah.
Bila artikel ini bermanfaat silahkan share dengan teman yang lain agar lebih bermakna bagi yang membutuhkannya.


Sumber : Instalasi Gizi RSUD Ajibarang

TERMOKIMIA

Kompetensi Dasar
3.4Memahami konsep ∆H sebagai kalor reaksi pada tekanan tetap dan penggunaannya dalam persamaan termokimia
4.4Menggunakan persamaan termokimia untuk mengaitkan perubahan jumlah pereaksi atau hasil reaksi dengan perubahan energi
3.5Memahami berbagai jenis entalpi reaksi (entalpi pembentukan, entalpi pembakaran, dan lain-lain), hukum Hess dan konsep energi ikatan
4.5Menentukan perubahan entalpi berdasarkan data kalorimetri, entalpi pembentukan, atau energi ikatan berdasarkan hukum Hess
Termokimia adalah bagian dari ilmu kimia yang mempelajari hubungan antara kalor ( energi panas ) dengan reaksi kimia. Termokimia lebih banyak berhubungan dengan pengukuran kalor yang menyertai reaksi kimia atau proses proses yang berhubungan dengan perubahan struktur zat. Untuk mempelajari perubahan kalor dari suatu proses perlu dikaji beberapa hal yang berhubungan dengan energi, misalnya bagaimana energi berubah, bagaimana mengukur perubahan energi, dan lain – lainya.

Untuk mempelajari energi dalam suatu sistem (zat), di dalam termokimia dikenal ENTALPI (H), yaitu besarnya energi yang tersimpan dalam zat (sistem) diukur pada tekanan tetap. Besarnya entalpi suatu sistem tidak dapat ditentukan atau diukur, yang dapat diukur hanyalah perubahan entalpinya (∆H). Perubahan entalpi yaitu besarnya pertambahan atau pengurangan kalor pada suatu zat (sistem).

Untuk reaksi : R → P, maka

Keterangan:
HR : entalpi reaktan (R)
HP : entalpi produk (P)

A. AZAS KEKEKALAN ENERGI

Jika minyak tanah dibakar akan menghasilkan kalor . Kalor yang dihasilkan menyebabkan keadaan disekitar menjadi panas. Namun ketika sudah padam keadaan akan menjadi dingin kembali. Kemanakah kalor yang dihasilkan pada pembakaran minyak tadi ? Azas kekekalan energi menyatakan bahwa energi tidak dapat dicipta dan dimusnahkan, yang dapat hanyalah dirubah dari bentuk satu ke bentuk lain. Jadi kalor yang dihasilkan bukannya hilang tetapi diserap oleh molekul molekul udara dan diubah menjadi energi lain, misalnya energi kinetik. Jumlah energi yang dimiliki sistem dinyatakan dengan energi dalam (E). Jika sistem menyerap kalor, maka ∆E > 0 , dan jika sistem membebaskan kalor, maka ∆E < 0.

Hubungan antara energi dalam, kalor dan kerja dirumuskan dalam hukum I Termodinamika yang secara matematis dapat dinyatakan sebagai berikut :




Keterangan:
∆E : perubahan energi dalam
q : jumlah kalor yang diserap atau dilepas sistem
     q = + jika sistem menyerap/menerima kalor
     q = - jika sistem melepaskan kalor
w : jumlah kerja yang diterima atau dilakukan sistem
    w = + jika sistem menerima kerja
    w = - jika sistem melakukan kerja

B. SISTEM DAN LINGKUNGAN
Sistem adalah segala sesuatu yang sedang dipelajari perubahannya (reaksi atau proses yang sedang menjadi pusat perhatian). Lingkungan adalah segala sesuatu di luar sistem.
Contoh :
larutan NaOH direaksikan dengan larutan HCl dalam tabung reaksi menyebabkan tabung reaksi beserta isinya menjadi panas.
Sistem : larutan NaOH dan larutan HCl
Lingkungan : tabung reaksi dan udara di sekitarnya.

Interaksi antara sistem dan lingkungan dapat berupa pertukaran materi dan energi. Berdasarkan pertukaran tersebut, sistem dapat dibedakan menjadi :

1. Sistem terbuka
Jika antara sistem dan lingkungan dapat terjadi pertukaran materi dan energi.
Contoh : reaksi logam Mg dengan HCl dalam tabung reaksi terbuka

2. Sistem tertutup
Jika antara sistem dan lingkungan tidak dapat terjadi pertukaran materi, tetapi dapat terjadi pertukaran energi.
Contoh : reaksi logam Mg dengan HCl dalam tabung reaksi tertutup rapat.

3. Sistem terisolasi/tersekat
Jika antara sistem dan lingkungan tidak dapat terjadi pertukaran materi maupun energi.
Contoh : reaksi logam Mg dan HCl dalam termos yang ideal





Melalui diskusi kelompok kerjakan soal-soal berikut!

1. Apakah yang dimaksud dengan :
a. Sistem                 b. Lingkungan

Jawab : .............................................................................................................................

2. Berdasarkan pertukaran energi dan materi, ada berapa macam sistem? Jelaskan!

Jawab : .............................................................................................................................

3. Logam natrium dimasukkan ke dalam tabung reaksi yang berisi air, ternyata tabung reaksi menjadi panas. Pada reaksi tersebut apa yang berperan sebagai sistem dan lingkungan?.................................................

4. Jelaskan pengertian entalpi !

Jawab: .................................................................................................................................

5. Jika diketahui HR = 300 kJ dan HP = 700 kJ, maka tentukan perubahan entalpi untuk reaksi R → P

Jawab: .................................................................................................................................

6. Suatu sistem gas menyerap kalor sebesar 200 J dan melakukan kerja sebesar 120 J. Hitung perubahan energi dalam!

Jawab: .................................................................................................................................

............................................................................................................................................

C. REAKSI EKSOTERM DAN ENDOTERM

1. Reaksi eksoterm

Ciri – ciri reaksi eksoterm :
a. Sistem membebaskan kalor
b. ∆H reaksi < 0 (negatif) karena sistem membebaskan kalor sehingga entalpi sistem berkurang (HP < HR) maka ∆H = HP-HR < 0
c. Kalor berpindah dari sistem ke lingkungan
d. Pada reaksi kimia ditandai dengan kenaikan suhu (suhu panas)

Gambar grafik reaksi eksoterm
Diagram tingkat energi

2. Reaksi endoterm

Ciri – ciri :

a. Sistem menyerap kalor
b. ∆H reaksi > 0 (positif) karena sistem menyerap kalor sehingga entalpi sistem bertambah (HP > HR) maka ∆H = HP-HR > 0
c. Kalor berpindah dari lingkungan ke sistem
d. Pada reaksi kimia ditandai dengan penurunan suhu (suhu dingin)

Gambar grafik reaksi endoterm
Diagram tingkat energi


Percobaan : Reaksi Eksoterm dan Endoterm

I. Tujuan : mengetahui perbedaan reaksi eksoterm dan endoterm melalui percobaan
II. Alat dan Bahan

  1. Gelas kimia 100 mL : 1 buah
  2. Spatula : 2 buah
  3. Sumbat karet : 1 buah
  4. Tabung reaksi : 1 buah
  5. Gelas ukur 10 mL : 1 buah
  6. Penjepit tabung reaksi : 1 buah
  7. Ba(OH)2. 8H2O padat
  8. Serbuk NH4Cl
  9. Kapur tohor (CaO)

III. Cara Kerja


1. a. Masukkan 2 spatula kristal Ba(OH)2. 8H2O ke dalam tabung reaksi, kemudian tambahkan 2 spatula serbuk NH4Cl. Tutup dengan sumbat karet dan kocoklah, pegang tabung bagian bawah dan rasakan suhunya.
b. Bukalah sumbat penutup dan cium bau gas yang terbentuk (caranya dengan mengibaskan tangan di atas mulut tabung reaksi)

2. a. Masukkan 10 mL air ke dalam gelas kimia dan ujilah dengan kertas lakmus merah, kemudian pegang gelas kimia bagian bawah dan rasakan suhunya
b. Tambahkan 1 keping kapur tohor (CaO) ke dalam gelas kimia di atas, pegang gelas kimia bagian bawah dan rasakan suhunya. Kemudian ujilah larutan dengan kertas lakmus merah


IV. Hasil Pengamatan

No Kegiatan Pengamatan
1 a. Pencampuran Ba(OH)2. 8H2O dan NH4Cl
b. Pembauan gas
2 a. Pencampuran CaO dan H2O
b. Pemerikasaan larutan dengan kertas lakmus merah

V. Pertanyaan

Berdasarkan hasil percobaan, jawablah soal berikut ini melalui diskusi kelompok!

1. Berdasarkan percobaan nomor 1
a. Reaksi yang terjadi termasuk eksoterm atau endoterm? Jelaskan!
b. Gas apa yang terbentuk pada percobaan tersebut? Tulis reaksinya !

Jawab:
a.
b.

2. Berdasarkan percobaan nomor 2
a. Reaksi yang terjadi termasuk eksoterm atau endoterm? Jelaskan!
b. Zat apa yang terbentuk pada percobaan tersebut dan mengapa zat tersebut dapat mengubah warna lakmus merah? Jelaskan dan tulis reaksi yang terjadi !

Jawab:
a.
b.

3. Gambarkan diagram energi untuk reaksi eksoterm dan endoterm!
Jawab: ..........................................................................................................................

......................................................................................................................................

......................................................................................................................................

D. MACAM-MACAM PERUBAHAN ENTALPI (∆H0)

Besarnya perubahan entalpi yang diukur pada suhu 298 K ( 25 oC ) dan tekanan 1 atm disebut perubahan entalpi standar (∆Ho). Macam-macam perubahan entalpi standar didasarkan pada jenis reaksinya, meliputi :
1. Perubahan entalpi pembentukan standar (∆Hof)
Besarnya perubahan entalpi yang menyertai pada pembentukan 1 mol senyawa dari unsur-unsurnya yang paling stabil pada keadaan standar.
Contoh : DHf NH4Cl = - 314 kJ/mol
Persamaan termokimianya : ½ N2(g) + 2H2(g) + ½ Cl2(g) → NH4Cl(s) , ∆Ho = - 314 kJ
2. Perubahan entalpi penguraian standar (∆Hod)
Besarnya perubahan entalpi yang menyertai reaksi penguraian 1 mol senyawa menjadi unsur-unsurnya yang paling stabil pada keadaan standar
Contoh : DHfH2O(l) = - 286 kJ/mol
Persamaan termokimianya :H2O(l) → H2(g) + ½ O2(g) , ∆Ho = +286 kJ
Perubahan entalpi penguraian sama dengan perubahan entalpi pembentukan, tetapi tandanya berlawanan (∆Hd = - ∆Hf)

3. Perubahan entalpi pembakaran standar (∆Hoc)
Besarnya perubahan entalpi yang terjadi pada pembakaran sempurna 1 mol zat (unsur atau senyawa) pada keadaan standar
Contoh : DHc CH4 = - 802 kJ/mol
CH4(g) + 2 O2(g) → CO2(g) + 2 H2O(g) , ∆Ho = -802 kJ

4. Perubahan entalpi netralisasi (∆Hon)
Besarnya perubahan entalpi pada penetralan asam ( H+ ) oleh basa ( OH- ) membentuk 1 mol air.






Melalui diskusi kelompok kerjakan soal-soal berikut!

1. Tulislah persamaan termokimianya :
a. Pembentukan CH3COOH(g), diketahui ∆H0f = -486 kJ/mol
Jawab: ..........................................................................................................................

b. Penguraian NH4NO3 (s), diketahui ∆H0f NH4NO3 (s) = -365,6 kJ/mol
Jawab: ..........................................................................................................................

c. Pembakaran C2H6 (g), diketahui ∆H0c C2H6(g) = -1560 kJ/mol
Jawab......................................................................................................................................

d. Penguapan H2O(l) jika kalor penguapan air = 2,45 kJ/mol
Jawab : ...................................................................................................................................

2. Jika pada suhu 298 K dan tekanan 1 atm terdapat reaksi :
a. C(s) + H2(g) → ½C2H4(g) ∆H = +26, tentukan ∆H0f C2H4
Jawab: ..........................................................................................................................
b. H2(g) + Br2(g) → 2HBr(g) ∆H = -72 kJ, tentukan ∆H0d HBr dan ∆H0f HBr
Jawab: ..........................................................................................................................

3. Pada proses pelarutan 20 gram NaOH padat pada suhu 250 C dan tekanan 1 atm dibebaskan kalor sebanyak 10,5 kJ. Tentukan ∆H0s NaOH! (Mr=40)
Jawab: .................................................................................................................................

4. Pada pembentukan 2 gram etanol ( C2H5OH ) dibebaskan kalor 12,07 kJ.
a. Tentukan DHf C2H5OH
b. Tuliskan persamaan termokimianya ( Ar C =12, O = 16, H = 1 )

5. Diketahui : 2C2H2 + 5O2 ® 4CO2 + 2H2O DH = - 2600 kJ
a. Tentukan DHc C2H2
b. Berapa kJ kalor dihasilkan pada pembakaran 44,8 liter gas C2H2 pada STP.



Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan singkat dan jelas!

1. Sebutkan masing – masing 3 contoh reaksi eksoterm dan endoterm?
2. Gambarkan diagram tingkat energi untuk reaksi :
a. C + O2 ® CO2 DH = - 394 kJ
b. 2NH3 ® N2 + 3H2 DH = 92 kJ
3. Pembakaran 1 mol gas C3H8 menghasilkan kalor sebesar 2.220 kJ. Berapa kalor yang dihasilkan jika pada 11 kg gas C3H8 ! ( Ar. C = 12 ; H = 1)
4. Diketahui entalpi peruraian gas asam sulfida (H2S) setiap molnya membutuhkan kalor sebesar 20,17 kJ. Tentukan entalpi pembentukan 6,8 gram asam sulfida ! (Ar H = 1 ; S = 32)
5. Diketahui entalpi pembentukan gas asetilena (C2H2) adalah 227 kJ mol-1. Tentukan perubahan entalpi pada pembentukan 13 gram asetilena! (Ar. C=12 ; H=1)
6. Tuliskan persamaan termokimia untuk proses berikut :
a. Pembakaran sempurna CH3OH(l), diketahui ∆H0c CH3OH(l) = -638 kJ/mol
b. Penguraian CH3COOH(l), diketahui ∆H0d CH3COOH(l) = -478 kJ/mol
7. Diketahui reaksi pembentukan HCl : H2(g) + Cl2(g) → 2HCl(g) , ∆H = 185 kJ. Tentukan kalor peruraian 6 liter gas HCl (P dan T) dimana 1 liter gas O2 (Mr = 32) massanya 16 gram!

E. PENENTUAN ∆H REAKSI MELALUI PERCOBAAN (KALORIMETRI)
Cara menentukan kalor dengan menggunakan kalorimeter disebut kalorimetri . Data ∆H reaksi yang terdapat pada tabel umumnya ditentukan secara kalorimetri.
Kalorimeter merupakan suatu sistem terisolasi (tidak ada pertukaran materi dan energi dengan lingkungan di luar kalorimeter). Dengan demikian, semua kalor yang dibebaskan oleh reaksi yang terjadi di dalam kalorimeter, tidak ada yang terbuang ke luar kalorimeter. Dengan mengukur kenaikan suhu di dalam kalorimeter, kita dapat menentukan jumlah kalor yang diserap oleh air atau larutan dengan rumus :

Dengan :

q = kalor reaksi
m = massa air (larutan) di dalam kalorimeter
c = kalor jenis larutan ( c air = 4,2 J/g.K
∆T = T2 – T1

Contoh soal :
Pada suhu 25 oC sebanyak 50 ml larutan HCl 0,2 M dicampur dengan 50 ml NaOH 0,2 M dalam kalorimeter bom. Ternyata suhu campuran naik menjadi 35 oC. Jika kalor jenis larutan 4,2 J/g K , maka tentukan perubahan entalpi reaksi : NaOH + HCl ®NaCl + H2O

Jawab : q = m. c . DT = 100. 4,2 . 10 = 4200 J = 4,2 kJ.
Mol HCl = mol NaOH = 50x0,2 = 10 mmol = 0,01 mol
DHr = - q/mol = - 4,2 kJ/ 0,01 mol = 420 kJ/mol

Percobaan : Menentukan ∆H reaksi secara kalorimetri

I. Tujuan : menghitung ∆H reaksi melalui percobaan
II. Alat dan Bahan

  1. Kalorimeter : 1 buah
  2. Termometer 1000C : 2 buah
  3. Pengaduk : 1 buah
  4. Gelas ukur 50 mL : 2 buah
  5. Larutan NaOH 1 M
  6. Larutan HCl 1M

III. Cara Kerja

1. Ambil 2 buah gelas ukur, masukkan ke dalamnya masing-masing :
Gelas I : 50 mL NaOH 1 M dan ukurlah suhunya (suhu awal)
Gelas II : 50 mL HCl 1 M dan ukurlah suhunya (suhu awal)

2. Tuangkan kedua larutan tersebut ke dalam kalorimeter, aduklah dengan termometer (pelan-pelan), sambil terus diamati suhunya. Suhu akan naik kemudian menjadi tetap dan selanjutnya turun. Catatlah suhu yang tetap tersebut (suhu akhir)

IV. Hasil Pengamatan

Suhu awal
Suhu akhir
Perubahan suhu
T1 HCl 1 M =……………0C

T1 NaOH 1 M =…………0C

T1 rata-rata =………… 0C
Suhu larutan sesudah dicampur

T2 =……………………….0C

∆T = T2 – T1

= ………… °C

= ………… K

V. Perhitungan

1. Massa larutan = volum HCl + Volum NaOH = …gram
2. Kalor yang dihasilkan dari percobaan, q = m c ∆T
=……. x ….. x …..…= ………J =…..........kJ
    3. 50 mL NaOH 1 M = …………mmol= .......... mol
    50 mL HCl 1 M = …………....mmol= ........... mol
4. Jadi ∆H reaksi = -q/mol = ……………………………………………

VI. Pertanyaan
1. Bagaimanakah tanda untuk ∆H reaksi?
Jawab : .......................................................................................................................
...................................................................................................................................

2. Reaksi tersebut termasuk reaksi eksoterm atau endoterm?
Jawab : ......................................................................................................................
...................................................................................................................................

3. Tuliskan persamaan termokimia untuk reaksi tersebut!
Jawab : .......................................................................................................................
...................................................................................................................................

F. MENENTUKAN ∆H REAKSI DARI DATA ENTALPI PEMBENTUKAN STANDAR (∆H0f )
Kalor suatu reaksi dapat juga ditentukan berdasarkan data entalpi pembentukan zat pereaksi dan produknya (∆H0f) yang sudah diketahui.
Rumus:




Contoh Soal :
Diketahui :
∆H0f C2H4(g) = 52 kJ/mol
∆H0f CO2(g) = -393,5 kJ/mol
∆H0f H2O(l) = -286 kJ/mol

a. Tentukan ∆H reaksi : C2H4(g) + 3O2(g) → 2CO2(g) + 2H2O(l)
b. Jika C2H4 yang terbakar pada reaksi tersebut adalah 0,84 gram, tentukan ∆H reaksinya ! (Ar C = 12, H = 1)

Jawab :
a. ∆H reaksi = Σ ∆H0f hasil reaksi - Σ ∆H0f pereaksi
= (2∆H0f CO2(g) + 2∆H0f H2O(l)) – (∆H0f C2H4(g) + 3∆H0f O2(g))
= (2(-393,5 kJ) + 2(-286 kJ))- (52 kJ + 3(0))
= (-787-572-52) = -1.411 kJ/mol

b. 0,84 gram C2H4 = 0,84 mol = 0,03 mol
                                   28
∆H reaksi = 0,03(-1.411 kJ) = -42,33 kJ





Melalui diskusi kelompok kerjakan soal-soal berikut!

1. Diketahui ∆H0f H2O = - 286 kJ/mol, CO2 = - 394 kJ/mol dan C3H8 = - 103 kJ/mol. Tentukan kalor yang dibebaskan pada pembakaran sempurna 22 gram C3H8? ( Ar C=12, H = 1)
Jawab : ..........................................................................................................................................
2. Diketahui : ∆H0f C2H5OH(g) = -266 kJ/mol, ∆H0f CO2(g) = -394 kJ/mol, ∆H0f H2O(l) = -286 kJ/mol. Tentukan ∆H reaksi C2H5OH(g) + 3O2(g) → 2CO2(g) + 3H2O(l)
Jawab: ..................................................................................................................................
3. Jika spirtus dianggap hanya mengandung alkohol (C2H5OH) saja, berapa gram spirtus harus dibakar untuk menaikan suhu 100 gram air dari 20 oC menjadi 50 oC. Diketahui ∆H0f C2H5OH(g) = -266 kJ/mol, ∆H0f CO2(g) = -394 kJ/mol, ∆H0f H2O(l) = -286 kJ/mol.
Jawab : ..........................................................................................................................................
4. Tentukan ∆H0f NH3(g) pada reaksi :

4NH3(g) + 5O2(g) → 4NO(g) + 6H2O(g), ∆H= -1168 kJ/mol
jika diketahui: ∆H0f NO(g) = 90,37 kJ/mol dan ∆H0f H2O(l) = -286 kJ/mol
Jawab: ................................................................................................................................

...........................................................................................................................................

5. Diketahui entalpi pembentukan beberapa senyawa adalah sebagai berikut :
CO2(g) = -393,5 kJ/mol SO2(g) = -296,9 kJ/mol
H2O(g) = -241,8 kJ/mol SO3(g) = -395,2 kJ/mol
C3H8(g) = -103,85 kJ/mol

Tentukan ∆H reaksi pembakaran :
a. 4,48 liter gas propana (C3H8) pada STP
b. 6,4 gram gas belerang dioksida (SO2) (Mr = 64)
Jawab:

G. PENENTUAN ∆H REAKSI DENGAN HUKUM HESS

Pengukuran perubahan entalpi suatu reaksi kadang kala tidak dapat ditentukan langsung dengan kalorimeter, untuk mengatasi persoalan tersebut maka Henry Germai Hess ( 1840 ) melakukan percobaan dan diperoleh kesimpulan yang dikenal dengan Hukum Hess (hukum penjumlahan kalor) yang menyatakan bahwa : “ Entalpi merupakan fungsi keadaan artinya harga entalpi reaksi tidak tergantung pada jalannya reaksi, tetapi hanyalah tergantung pada keadaan awal dan akhir reaksi ”.

Misalnya untuk reaksi : A → B dapat melalui 3 jalan :

Untuk reaksi : A → B maka ∆H1= ∆H2 + ∆H3 = ∆H4+ ∆H5+ ∆H6

Contoh soal:
Diketahui reaksi :
(1) ½ N2(g) + ½ O2(g) → NO(g) , ∆H= +90 kJ
(2) NO(g) + ½ O2(g) → NO2(g) , ∆H= -56 kJ

Tentukan ∆H untuk reaksi: N2(g) + 2O2(g) → 2NO2(g) ……(3)
Jawab :
∆H reaksi (3) dapat diperoleh dengan menyusun dan menjumlahkan reaksi (1) dan (2)
Reaksi (1) dikalikan 2 (acuan N2)
Reaksi (2) dikalikan 2 (acuan NO2)

(1) N2(g) + O2(g) → 2NO(g) ∆H= +180 kJ
(2) 2NO(g) + O2(g) → 2NO2(g) ∆H= -112 kJ +
---------------------------------------------------------- +
     N2(g) + 2O2(g) → 2NO2(g) ∆H= + 68 kJ




Melalui diskusi kelompok kerjakan soal-soal berikut!
1. Diketahui ∆H0c C(grafit) = -394 kJ/mol dan ∆H0c C(intan) = -395 kJ/mol. Berapakah besarnya ∆H reaksi C(grafit) → C(intan)?
Jawab : ...............................................................................................................................

2. Jika diketahui reaksi
½ N2(g) + ½ O2(g) → NO(g), ∆H = +90 kJ
NO(g) + ½ O2(g) → NO2(g), ∆H = - 56 kJ
Tentukan ∆H untuk reaksi : NO2(g) → ½ N2(g) + O2(g)
Jawab : ...............................................................................................................................

...........................................................................................................................................

3. Perhatikan gambar siklus berikut :

Tentukan ∆H reaksi untuk 2X → 2Y
Jawab : ...............................................................................................................................

...........................................................................................................................................

4. Diketahui :

H2O(l) → H2(g) + ½ O2(g), ∆H = +68,3 kkal
H2(g) + ½ O2(g) → H2O(g), ∆H = -57,8 kkal
H2O(l) → H2O(s), ∆H = -1,4 kkal

Tentukan perubahan entalpi dari es menjadi uap air!
Jawab : ...............................................................................................................................

5. Perhatikan reaksi berikut :
C(s) + O2(g) → CO2(g), ∆H = -394 kJ/mol
2CO(g) + O2(g) → 2CO2(g), ∆H = -569 kJ/mol
Berapakah besarnya ∆H pada reaksi pembentukan 56 gram CO (Mr = 28)?
Jawab : ...............................................................................................................................

...........................................................................................................................................

H. PENENTUAN ∆H REAKSI DENGAN ENERGI IKATAN
Reaksi kimia pada dasarnya terdiri dari dua proses, yaitu merupakan pemutusan ikatan antar atom atom dalam senyawa dan penggabungan ikatan kembali dari atom atom yang terlibat dalam reaksi kimia. Reaksi pemutusan ikatan membutuhkan energi ( endoterm ) dan penggabungan ikatan kembali membebaskan kalor ( eksoterm ).
Contoh : X2 + Y2 → 2XY dapat ditulis X – X + Y – Y → 2 ( X – Y )
Energi terendah yang diperlukan untuk memutuskan ikatan atom-atom dalam keadaan gas disebut energi ikatan.

Macam-macam energi ikatan antara lain :

1. Energi atomosasi
Yaitu energi yang diperlukan untuk memutuskan semua ikatan dalam 1 mol molekul zat menjadi atom-atom bebas dalam bentuk gas.
Contoh : H2(g) → 2H(g) ∆H = +431 kJ
CH4(g) → C(g) + 4H(g) ∆H = +1664 kJ

2. Energi ikatan
Yaitu energi rata-rata yang diperlukan untuk memutuskan satu ikatan dalam suatu senyawa dalam keadaan gas.
Contoh : CH4(g) → C(g) + 4H(g) ∆H = +1664 kJ
Maka energi ikatan rata-rata C – H = = +416 kJ/mol

3. Energi dissosiasi ikatan
Yaitu energi yang diperlukan untuk memutuskan salah satu ikatan dalam suatu senyawa dalam keadaan gas
Contoh : CH4(g) → CH3(g) + H(g) ∆H = +435 kJ
CH3(g) → CH2(g) + H(g) ∆H = +444 kJ
Data energi ikatan rata-rata pada keadaan standar dapat digunakan untuk menentukan ∆H reaksi dengan rumus :

Contoh soal :
Diketahui energi ikatan : C – H = 413 kJ/mol C = O = 799 kJ/mol
O = O = 495 kJ/mol O – H = 463 kJ/mol
Tentukan energi yang dibebaskan pada pembakaran 1 mol gas metana!

Jawab :
Reaksi pembakaran gas metana :
CH4(g) + 2O2(g) → CO2(g) + 2H2O(g)





∆H reaksi = ∑ Energi ikatan pereaksi - ∑ Energi ikatan hasil reaksi
= (4 Ei C- H + 2 Ei O = O) – (2 Ei O = C + 4 Ei O – H)
= (4 (413) + 2(495)) – (1598 + 1852)
= 2642-3450
= -808 kJ




Melalui diskusi kelompok kerjakan soal-soal berikut!

1. Diketahui : CCl4 (g) ® C(g) + 4Cl(g) DH = 1304 kJ.
Tentukan energi ikatan C – Cl dalam CCl4
Jawab : .........................................................................................................................................

2. Tentukan energi ikatan rata-rata O – H jika terdapat reaksi :
2H2(g) + O2(g) → 2H2O(g) ∆H = -484 kJ
Diketahui energi ikatan rata-rata : H - H = 436 kJ/mol O = O = 498 kJ/mol
Jawab : ...............................................................................................................................

...........................................................................................................................................

...........................................................................................................................................

3. Tentukan besarnya ∆H untuk reaksi :








Jika energi ikatan rata-rata :
C - H = 413 kJ/mol        C = C = 614 kJ/mol          C – C = 348 kJ/mol
H - Cl = 431 kJ/mol       C - Cl = 328 kJ/mol
Jawab: ................................................................................................................................

...........................................................................................................................................

...........................................................................................................................................

4. Tentukan besarnya ∆H reaksi untuk reaksi :








Jika diketahui energi ikatan :

O = O = 498 kJ/mol          H – O = 463 kJ/mol         C – O = 358 kJ/mol
C - H = 413 kJ/mol           C = O = 745 kJ/mol
Jawab : ...............................................................................................................................

...........................................................................................................................................

...........................................................................................................................................

5. Diketahui data energi ikatan rata-rata sebagai berikut :
H - H = 436 kJ/mol        Br - Br = 193 kJ/mol           H - Br = 366 kJ/mol

Hitunglah kalor yang diperlukan untuk menguraikan 162 gram HBr (Ar H = 1, Br = 80) menjadi unsur-unsurnya!
Jawab : ...............................................................................................................................

...........................................................................................................................................

...........................................................................................................................................

Jawablah soal-soal di bawah ini dengan benar!

1. Diketahui entalpi pembentukan gas C2H2 adalah 227 kJ/mol. Tentukan perubahan entalpi pembentukan 13 gram C2H2 ( Ar C = 12, H = 1 )
2. Sebanyak 0,58 gram gas butana dibakar dalamgram kalorimeter yang berisi 500 mL air dengan suhu 30 0C. Setelah reaksi, suhu air dalam kalorimeter naik menjadi 43,7 0C. Jika kalor jenis air = 4,2 J/g 0C. Tentukan entalpi pembakaran butana (C4H10) ! (Ar C = 12, H = 1)
3. Pada suhu 27 oC sebanyak 100 mL larutan NaOH 1 M dicampur dengan 100 mL larutan HCl 1 M dalam kalorimeter bom, ternyata suhu larutan naik menjadi 37 0C. Jika kalor jenis air = 4,2 J/g 0C, dan massa jenis larutan = 1 g/mL, hitunglah ∆H reaksinya !
4. Diketahui : DHof C6H6(l) = +49 kJ/mol, DHof H2O(l) = -241,5 kJ/mol, DHof CO2(g) = -393,5 kJ/mol. Tentukan perubahan entalpi pembakaran C6H6(l) berdasarkan reaksi :
C6H6(l) + O2(g) →3 H2O(g) + 6 CO2(g)
5. Kalor reaksi : 4 FeO + O2 → 2 Fe2O3 adalah 650 kJ.
Jika ∆Hof Fe2O3 = -824 kJ/mol, tentukan ∆Hof FeO !
6. Perhatikan diagram siklus berikut :

Berdasarkan diagram tersebut, tentukan DH reaksi : SO2 + ½ O2® SO3

7. Diketahui data :

2 H2(g) + O2(g) →2 H2O(l) ∆H = -571 kJ
2 Ca(s) + O2(g) → 2 CaO(s) ∆H = -1269 kJ
CaO(s) + H2O(l) → Ca(OH)2(s) ∆H = -64 kJ

Hitunglah besarnya perubahan entalpi pembentukan Ca(OH)2 !

8. Diketahui ∆Hoc C6H12O6 = -2820 kJ/mol dan ∆Hoc C2H5OH = -1380 kJ/mol.
Tentukan perubahan entalpi dari reaksi : C6H12O6 → 2 C2H5OH + 2 CO2 !

9. Diketahui energi ikatan rata-rata :

C = C = 607 kJ H = H = 436 kJ C – H = 415 kJ C – C = -600 kJ
Hitung ∆H reaksi : C2H4 + H2 → C2H6 !
10. Diketahui energi ikatan rata-rata : C = C = 145,8 kkal/mol

H – H = 104 kkal/mol
C – C = 82,6 kkal/mol

Dan persamaan reaksi : CH2 = CH2 + H2 → CH3 – CH3, ∆H = -124 kkal

Berapakah energi ikatan rata-rata C – H ?

Demikian uraian materi tentang Termokimia, semoga bermanfaat. dan
untuk mendownloads materi lengkap di sini