Hillan By Musthafa



Perkembangan Musik Gambus Di Indonesia

Gambus merupakan salah satu jenis musik yang telah berusia ratusan tahun, dan hingga sekarang masih bertahan sekalipun ragam jenis musik lain seolah mengepung . Gambus berkembang sejak abad ke-19 bersama dengan kedatangan para imigran Arab dari Hadramaut, Yaman Selatan ke Nusantara.

Di negara asalnya Timur tengah Musik gambus ini dinamai oud.sesuai dengan alat musik utamanya sebagai ciri khas yaitu sejenis gitar yang di bagian belakangnya dibuat menggembung (gitar aud). Jadi, istilah gambus hanya dikenal di Indonesia. Hingga kini tidak diketahui siapa yang pertama kali menggunakan nama gambus.

Ciri lain dari jenis musik ini adalah menggunakan syair-syair kasidah, gambus mengajak masyarakat mendekatkan diri pada Allah dan mengikuti teladan Rasul-Nya. Oleh karenanya, gambus digunakan para imigran menjadi sarana dakwah di nusantara. seiring dengan berjalannya waktu musik gambus berkembang menjadi sarana hiburan.dan sarana untuk menjalin silaturahmi antar komunitas keturunan Arab.

Salah satu musisi gambus yang paling kesohor adalah Syech Albar, kelahiran Surabaya 1908, yang juga ayah penyanyi rock Achmad Albar. Pada tahun 1935, rayuannya telah direkam dalam piringan hitam His Masters Voice. Suara dan petikan gambusnya bukan saja digemari di Indonesia, tapi juga di Timur Tengah.

Seiring dengan perkembangan Zaman Orkes Gambus Mulai diminati oleh kaum muda tidak hanya dari kaum keturunan arab tapi juga masyarakat Indonesia pada umumnya tidak terkecuali masyarakat jawa, khususnya jawa timur sudah berkembang dengan sangat maju

Cara Pembuatan Koloid Liofil



Istilah koloid pertama kali diperkenalkan oleh Thomas Graham (1861) berdasarkan pengamatannya terhadap gelatin yang merupakan kristal tetapi sukar mengalami difusi, padahal umumnya kristal mudah mengalami difusi. Koloid berasal dari kata “kolia”, yang artinya “lem”. Pada umumnya koloid mempunyai ukuran partikel antara 1 nm– 100 nm. Oleh karena ukuran partikelnya relatif kecil, sistem koloid tidak dapat diamati dengan mata langsung (mata telanjang), tetapi masih bisa diamati dengan menggunakan mikroskop ultra.

Koloid liofil adalah salah satu jenis koloid sol yang suka terhadap cairan dan sering disebut dengan sol liofil.
Mengapa disebut Liofil / suka cairan ?

hampir semua orang memahami jika kita campurkan dua gelas air dengan lima sendok tepung kanji maka dihasilkan lem yang jumlahnya sekitar du gelas, hal ini terjadi karena air yang dua gelas terdispersi / terperangkap ke dalam partikel tepung kanji yang lima sendok tadi. sehingga dikatakan bahwa tepung kanji suka terhadap cairan dan disebut liofil. sol lifil ini jika telah mendingin sering disebut Gel.
Pada percobaan di atas adalah salah satu contoh pembuatan dari jenis sol liofil, yang terdapat di sekitar kita, sehingga jenis sol liofil yang kita dapati sering disebut dengan lem atau perekat atau glu.

Percobaan yang dilakukan di atas menggunakan Alat dan Bahan Sebagai berikut :

A. Alat : Panci, Gelas, Mangkok, Kompor, dan wadah dari bahan plastik.

B. Bahan : Air, dan Tepung kanji

C. Tujuan : Membuat Jenis Koloid Liofil Di sekitar kita

D. Cara kerja

Campurkan Air dan tepung kanji dan aduk sampai rata terlebih dahulu, kemudian baru dipanaskan dan terus sambil diaduk agar pemanasan yang terjadi merata. setelah kurang lebih lima samapai sepuluh menit pemansan di hentikan dan sudah menjadi sol yang kita maksud .
contoh sol liofil yang lainnya : agar - agar, jelli, dan bubur beras.


demikian sedikit penjelasan mengenai sol liofi yang bisa saya sampaikan semoga bermanfaat

Mahaffat Voc. Musthofa



Ciri - Ciri Alat Musik Gambus


Di Indonesia sendiri, Gambus mempunyai beberapa versi, antara lain Musik yang dihasilkan oleh orkes gambus di kalangan masyarakat Betawi (Jakarta) dan Sumatera Selatan, atau Instrumen petik berdawai yang dikenal di beberapa daerah seperti Jakarta, Maluku, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, Lampung, NTB, dan Riau, serta Sejenis tarian tradisional Bangka yang dibawakan secara berpasangan, instrumen pengiringnya terdiri dari: sebuah gambus, dua buah marakas, dan dua buah gendang.

Namun secara umum, berikut Ciri - ciri alat musik Gambus:


  • Mempunyai berbagai macam bentuk mulai dari yang memiliki 3 senar hingga 12 senar. Jarang sekali dijumpai yang lebih dari itu.
  • Instrument ini dapat dimainkan secara solo maupun berkelompok (orkes).
  • Hampir seluruh bagian instrumen ini berupa pahatan mulai dari kepala, leher, perut, hingga ekornya.
  • Versi Melayu biasanya memiliki 7 buah telinga yang terpasang rapi pada bagian kepala.
  • Panjang alat musik ini mencapai 1 meter, tebalnya kurang lebih 10 cm

Demikian Ulasan singkat tentang Ciri - ciri alat musik Gambus yang dikenal di kalangan masyarakat Indonesia.

Sarapan Pagi Penting Untuk Kesehatan dan Performa Kerja

Apakah sarapan pagi itu penting ????
Sudah sarapan belum?? Atau belum sempat sarapan nih.
Pertanyaan atau pernyataan seperti itu sudah sering kita temui, terutama bagi Anda yang berprofesi sebagai karyawan atau anak sekolah.

Apalagi di era sekarang yang sangat marak dengan sistem absensi pingerprint, jika terlambat maka akan berpengaruh terhadap prestasi kerja sehingga tidak jadi mendapat bonus atau bagi anak sekolah maka akan mendapatkan perlakuan khusus.
Maka peristiwa tidak sempatnya melaksanakan makan pagi atau sarapan menjadi semakin sering kita dengar.
Alasanya bermacam macam, mulai dari tidak sempatlah atau nanti saja saat istirahat bahkan sekaligus ada yang sekalian untuk menguruskan badan dan masih banyak alasan lain.
Nah pada kesempatan kali ini saya akan coba paparkan sedikit tentang pentingnya sarapan (makan pagi) bagi kesehatan dan prestasi kerja.

Orang yang tidak sarapan (makan pagi) paling tidak akan menderita 4 L (Lapar, Letih, Lesu, dan Lemah), sehingga akan menurunkan semangat kerja, tidak fokus,dan hasil kerja yang kurang memuaskan.

Secara ilmiah makan pagi itu sangat penting baik bagi kesehatan kita maupun prestasi kita di tempat kerja atau di sekolah. Para ahli mengatakan bahwa ¼ hingga 1/3 dari makanan kita untuk sehari sebaiknya dimakan waktu pagi sebagai makan pagi (sarapan).
Ini berarti kalau kebutuhan kalori kita satu hari 3000 kalori, maka makan pagi (sarapan) setidaknya bernilai 750 – 1000 kalori.
sebagaimana dikatakan dr. Sukojto D. bahwa kalau kita tidak makan pagi, dapat menimbulkan sakit kepala, merasa lelah,letih, lesu terutama pada pukul 09.00 – 11.00 pagi. Akibat lainya akan mudah marah, tidak dapat berkonsentrasi, gugup, dan efisiensi fisik/mental berkurang. Pada anak sekolah kesanggupan belajarnya dapat menurun.

gejala – gejala di atas dialami oleh para karyawan, pekerja dan anak – anak sekolah serta lainnya, yang umumnya di sebabkan karena mereka tidak makan pagi (sarapan) atau sarapan yang tidak sesuai alias tidak cukup sehingga kadar gula dalam darah yang diperlukan untuk tenaga tidak cukup pula. Walaupun tidak selalu terjadi,kebiasaan tidak makan pagi dapat menimbulkan gangguan lambung atau sakit maag.

Melihat uraian di atas , jelaslah bahwa sarapan itu penting, walaupun ada usaha mengganti dengan minum vitamin atau tonikum tetap kurang bermanfaat , karena untuk mendapatkan tenaga diperlukan bahan – bahan makanan yang bergizi dengan jumlah kalori yaang sesuai dengan kebutuhan.
Masih kata dr. Sukojto, bahwa untuk mensiasati agar dapat melakukan makan pagi (sarapan) maka, kita bisa menyiapkan makanan pagi yang praktis berupa roti, telur rebus dan susu. Jika tidak sempat di makan saat dirumah bisa juga dibungkus dan dapat dimakan saat istirahat pagi.

Sehingga sekali lagi sarapan pagi itu penting untuk kesehatan dan performa kinerja kita.
Demikian uraian yang sedikit ini semoga bemanfaat.

Instrumen Perencanaan dan Pelaksanaan Kegiatan Supervisi Akademik Terbaru



Peran Supervisi akademik yang dilakukan Kepala Sekolah antara lain untuk memberi pemahaman kepada guru tentang konsep, prinsip, teori dasar, karakteristik perkembangan belajar siswa dengan memberikan contoh pembelajaran yang kreatif, inovatif, pemecahan masalah, berpikir kritis, dan naluri kewirausahaan.

Pada dasarnya terdapat hubungan hirarkis antara kegiatan pemantauan, supervisi dan pelaporan.
Hasil pemantauan dan supervisi akademik itu tampil dalam wujud data yang menggambarkan kondisi riil, kenyataan yang sebenarnya, dan pakta otentik, biasanya dapat berupa catatan, rekaman, dan dokumentasi.

Untuk mendapatkan data tersebut, dapat dilakukan dengan cara atau teknik. Tentu saja cara dan teknik itu memerlukan instrumen pemantauan sebagai langkah awal.

Instrumen Supervisi Akademik
pada hakikatnya adalah instrumen pengumpulan data, informasi, dan fakta tentang kondisi riil dari perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian proses pembelajaran.

A. Persiapan Kegiatan Supervisi

Langkah-langkah dalam mempersiapkan kegiatan supervisi Akademik, yang perlu diperhatikan oleh kepala sekolah antara lain adalah penyusunan program dan jadwal pelaksanaan kegiatan supervisi.

1) Penyusunan Rencana Program Supervisi

Perlu diperhatikan bahwa untuk melihat keterukuran kegiatan supervisi Kepala Sekolah harus melakukan penyusunan rencana program supervisi.

Berikut ini adalah instrumen pendukung yang perlu dipersiapkan kaitannya dengan program supervisi, yakni berikut.
a. Hasil pelaporan supervisi tahun ajaran yang lalu.
b. Data lengkap guru yang akan disupervisi.
c. Administrasi pembelajaran guru ( Prota,RPP, Bahan Ajar, Buku Nilai, dsb).
d. Instrumen yang akan digunakan (Kepala Sekolah/Supervisor dapat menggunakan instrumen yang  sudah disiapkan atau dapat
pula mengembangkan/mengadaptasi instrumen sesuai kebutuhannya berupa inventori atau skala)
2) Jadwal pelaksanaan supervisi
Berikut ini adalah contoh jadwal yang dapat diadaptasi/dikembangkan , dapat di downloads pada bagian akhir artikel

3) Pelaksanaan Supervisi
Mengacu pada hasil pemantauan kesiapan guru baik secara administrasi dan sikap fisik/psikologis maka disepakati bersama antara kepala sekolah selaku supervisor dengan guru yang akan disupervisi penetapan jadwal supervisi

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan supervise sebagai berikut.
a. Memperhatikan kesiapan guru yang akan disupervisi.
b. Menetapkan Instrumen supervisi
c. Hindari pemberian nilai/kategori, disarankan merekam secara deskripsi semua kegiatan  pembelajaran selama proses
pengamatan berlangsung.
d. Temukan permasalahan untuk perbaikan dan peningkatan mutu pembelajaran.
e. Tidak mengambil alih tugas guru dalam proses pembelajaran.
f. Disarankan untuk tidak melakukan supervisi (memaksakan kehendak) apabila guru yang akan disupervisi belum memiliki kesiapan,
karena tidak akan diperoleh hasil pembinaan yang diharapkan.
g. Lakukan dialog professional pasca pengamatan untuk menentukan cara perbaikan pada kekurangan guru
h. Lakukan evaluasi dan tindak lanjut, perilaku apa yang akan diberikan untuk supervisi lanjutan (jika ada dan diperlukan).
i. Membuat rekapitulasi hasil supervisi yang berfungsi untuk memudahkan menyusun pelaporan dan

    tindak lanjut.

Baca Juga Teknik Supervisi Akademik Yang terbaru Kurikulum 2013

Contoh instrumen rekaman hasil supervisi akademik dapat di downloads pada akhir artikel.

Adapun langkah-langkah supervisi akademik pada observasi kelas dengan mengadaptasi dan menggunakan pendekatan supervisi klinis.

Secara diagram dapat ditunjuk sebagaimana tampak seperti pada Gambar  dibawah ini

I. Langkah I Pertemuan Pra-pengamatan (Pra Observasi)

Kepala Sekolah selaku supervisor menjelaskan pada guru kegiatan spesifik di kelas. Berunding dengan guru untuk membangun saling pengertian dan kemudahan komunikasi (menciptakan suasana yang akrab), sehingga kunjungannya dapat diterima dan tidak menakutkan, dan bagi guru kegiatan supervisi menjadi sebuah kebutuhan untuk memperbaiki dan meningkatkan kompetensinya dalam melaksanakan pembelajaran. Ia dapat mendiskusikan dan memutuskan hal di bawah ini dengan guru, yaitu bagaimana butir-butir di bawah ini akan dilihat berikut.
  1. Fokus Observasi,
  2. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP),
  3. Pengelolaan kelas,
  4. Situasi belajar dan pembelajaran,
  5. Suasana kedisiplinan/disiplin kelas,
  6. Presentasi pelajaran,
  7. Reaksi siswa,
  8. Tugas menulis siswa,
  9. Penggunaan alat bantu audio visual dan alat bantu pembelajaran lainnya dan
  10. Menentukan alat bantu (instrumen) observasi yang akan digunakan ,
Kepala sekolah/supervisor juga menetapkan teknik supervisi yang akan dilakukan seperti berikut.
  1. Duduk pada bagian belakang dan memperhatikan.
  2. Berjalan mengelilingi kelas dan melihat apa yang dikerjakan siswa?
  3. Mencoba memberikan contoh dengan menyajikan sebuah model pembelajaran.
  4. Mengajukan sesi tanya jawab di dalam kelas.

II. Langkah-II Pengamatan ( Observasi)

Setelah melakukan pertemuan sebelumnya serta berdiskusi dengan guru, Kepala Sekolah/Supervisor harus memutuskan hal-hal yang harus diamati dari kejadian-kejadian yang ada, misalnya berikut.
  1. Apakah guru secara konsisten mendominasi kelas sepanjang waktu?
  2. Apakah ia melibatkan kelas dalam proses?
  3. Seberapa banyak ia menggunakan papan tulis?
  4. Apakah metodenya efektif?
  5. Apakah tayangan dalam alat bantu audio visual dan alat bantu pembelajaran lainnya relevan dengan materi ajar?
  6. Seberapa banyak pembelajaran nyata terjadi di dalam kelas?
Selama pengamatan, Kepala Sekolah/Supervisor mencatat butir petunjuk konstruktif dan positif, yang nantinya akan didiskusikan dengan guru.
Pada tahap ini beberapa hal yang harus diperhatikan, antara lain: (1) tidak mengganggu proses pembelajaran, (2) tidak bersifat menilai/menghakimi dan (3) mencatat dan merekam hal-hal yang terjadi dalam proses pembelajaran sesuai kesepakatan bersama. 

III. Langkah-III Analisis hasil pengamatan (observasi)

Kepala Sekolah/Supervisor mengorganisasi data pengamatan ke dalam bidang/mata pelajaran yang jelas untuk umpan balik pada guru.

Kepala Sekolah/Supervisor kemudian membuat analisis yang menyeluruh/komprehensif pada data yang ada untuk menafsirkan hasil pengamatannya, dengan menjawab pertanyaan,
  • Jika ini merupakan proses daur ulang, maka ia menentukan apakah dibutuhkan perubahan yang menyeluruh.
  • Jika demikian, apakah mereka memiliki pengaruh yang diinginkan terhadap bidang yang menjadi minatnya.
Berdasarkan analisisnya, maka Kepala Sekolah/Supervisor kemudian mengidentifikasi perilaku pembelajaran yang positif, yang harus dipelihara dan perilaku negatif yang harus dirubah, agar dapat menyelesaikan/menanggulangi masalah. 

IV. Langkah-IV Pertemuan setelah pengamatan (Pasca Observasi)

Data yang telah dianalisis ditunjukkan pada guru. Umpan balik diberikan sedemikian sehingga guru dapat memahami temuan, mengubah perilaku yang teridentifikasi dan mempraktekkan panduan yang diberikan.

Penerimaan dan internalisasi merupakan capaian terbaik. Hal ini terjadi apabila hubungan antara guru dengan kepala sekolah/supervisor dapat digolongkan ke dalam sifat kooperatif dan kolegalitas yang tidak mengancam.

Hubungan yang bersahabat merupakan hubungan yang banyak manfaatnya. Hubungan mereka harus mencerminkan hal berikut.
  1. Kepercayaan timbal balik terhadap kemampuannya masing-masing.
  2. Kepercayaan/ ketergantungan satu sama lain sebagai bentuk pertolongan/bantuan konstruktif
  3. Pendirian untuk saling bekerja sama menuju tujuan bersama. 
Beberapa kegiatan pasca observasi yang dilakukan antara lain sebagai berikut.
  1. Melakukan konfirmasi hasil penilaian diri
  2. Melakukan klarifikasi temuan/catatan khusus selama observasi berdasarkan pengamatan maupun informasi dari peserta didik
  3. Memberikan apresiasi terhadap kegiatan yang terlaksana dengan baik
  4. Menyampaikan hasil evaluasi hasil supervisi
  5. Menggali informasi tentang kesulitan/hambatan yang dihadapi guru atau peserta didik dalam kegiatan pembelajaran
  6. Memberi masukan dan saran untuk mengatasi kesulitan/hambatan serta perbaikan yang diperlukan
  7. Memberikan motivasi untuk terus menindaklanjuti hasil supervisi dan mendorong peningkatan profesionalisme melalui kegiatan MGMP, seminar, forum ilmiah, atau pendidikan lanjut
  8. Menandatangani secara bersama dengan guru hasil supervisi setelah dilakukan konfirmasi.

V.  Langkah ke-V Evaluasi Hasil Pengamatan

Dari umpan balik kepala sekolah/supervisor dan dukungan pada guru, maka dapat ditentukan bersama:

1) Perilaku positif pembelajaran yang harus dipelihara.
2) Strategi-strategi alternatif untuk mencapai perubahan yang diinginkan.
3) Kelayakan/kepantasan dari menggunakan kembali metode yang pernah dilakukan.

Asumsinya adalah apabila perilaku guru berubah, maka permasalahan spesifik dalam bidang yang menjadi perhatian akan dapat diselesaikan.

McGreal (1983) menyatakan bahwa guru pada akhir tahun seharusnya menerima nilai sumatif mereka , misalkan dengan kriteria M=memuaskan, B= baik, PP = perlu peningkatan. Faktor penyumbang perolehan nilai tersebut adalah keragaman keluaran yang terkait dengan guru, misalnya: promosi jabatan dan kenaikan gaji.

B. Laporan Hasil Supervisi

Hasil kegiatan pemantauan, supervisi, dan evaluasi proses pembelajaran disusun dalam bentuk laporan untuk kepentingan tindak lanjut pengembangan keprofesionalan pendidik secara berkelanjutan.

Pelaporan supervisi akademik adalah representasi semua kegiatan supervisi selama kurun waktu tertentu semester atau tahunan

Kebermaknaan dan keterukuran hasil pelaporan supervisi akademik akan mencerminkan profil mutu guru dan sebagai penanda baik/buruknya mutu pembelajaran.

Laporan sederhana hasil supervisi akademik sedikit-dikitnya memuat (1) Pendahuluan/ Latar Belakang, (2) Hasil Supervisi, dan (3) Kesimpulan/Penutup.

Berikut adalah salah satu contoh sistematika laporan supervisi akademik yang lengkap meliputi :.
  • Halaman Judul
  • Kata Pengantar
  • Daftar Isi
  • Bab I. Pendahuluan
  • Bab II. Kerangka Pikir
  • Bab III. Pendekatan dan Metode
  • Bab IV. Hasil Supervisi
  • Bab V. Kesimpulan/Penutup
  • Daftar Pustaka
  • Lampiran- lampiran ( Rekaman Hasil Supervisi )

C. Tindak Lanjut Supervisi

Kegiatan akhir pengawasan proses adalah tindak lanjut yakni melakukan analisis hasil pelaporan supervisi akademik yang memuat peta mutu guru hasil supervisi akademik guna memberikan rekomendasi terkait peningkatan mutu.

Dalam melakukan tindak lanjut hasil supervisi ini, sebagaimana tercantum dalam Permendikbud Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2016 tentang Standar Proses yang meliputi berikut.

a. Penguatan dan penghargaan kepada pendidik yang kinerjanya memenuhi atau melampaui standar.
b. Pemberian kesempatan kepada pendidik untuk mengikuti program pengembangan keprofesian 
    berkelanjutan.

Adapun hal-hal yang diperhatikan pada tindak lanjut hasil supervisi yang meliputi ruang lingkup antara lain:
a. Pelaksanaan KTSP
b. Persiapan, pelaksanaan dan penilaian pembelajaran oleh pendidik.
c. Pencapaian standar kompetensi lulusan, standar proses, standar Isi, dan peraturan pelaksanaannya.
d. Peningkatan mutu pembelajaran melalui pengembangan aspek-aspek sebagai berikut:
1) model kegiatan pembelajaran yang mengacu pada Standar Proses;
2) peran serta peserta didik dalam proses pembelajaran secara aktif, kreatif, demokratis, mendidik, memotivasi, mendorong
kreativitas dan dialogis;
3) pembentuk karakter, pola pikir dan kebebasan berpikir peserta didik sehingga dapat melaksanakan aktivitas intelektual yang
kreatif dan inovatif, berargumentasi, mempertanyakan, mengkaji, menemukan, dan memprediksi;
4) keterlibatan peserta didik secara aktif dalam proses belajar yang dilakukan secara sungguh - sungguh dan mendalam untuk
mencapai pemahaman konsep, tidak terbatas pada materi yang diberikan oleh pendidik; dan
5) bertanggung jawab terhadap mutu perencanaan kegiatan pembelajaran untuk setiap mata pelajar yang diampunya agar siswa mampu:

a) meningkat rasa ingin tahunya;
b) mencapai keberhasilan belajarnya secara konsisten sesuai dengan tujuan pendidikan;
c) memahami perkembangan pengetahuan dengan kemampuan mencari sumber informasi;
d) mengolah informasi menjadi pengetahuan;
e) menggunakan pengetahuan untuk menyelesaikan masalah;
f) mengkomunikasikan pengetahuan pada pihak lain; dan
g) mengembangkan belajar mandiri dan kelompok dengan proporsi yang wajar.

Tindak lanjut merupakan justifikasi, rekomendasi, dan eksekusi yang disampaikan oleh kepala satuan pendidikan tentang pendidik yang menjadi sasaran kepengawasannya.

Seperti diuraikan sebelumnya, ada tiga alternatif tindak lanjut yang diberikan terhadap pendidik. Ketiga tindak lanjut itu adalah:
  1. Penguatan dan penghargaan diberikan kepada guru yang telah memenuhi standar;
  2. Teguran yang bersifat mendidik diberikan kepada guru yang belum memenuhi standar; dan
  3. Pendidik diberi kesempatan untuk mengikuti pelatihan/penataran lebih lanjut.
Pendidik perlu penguatan atas kompetensi yang dicapainya.

Penguatan adalah bentuk pembenaran, bentuk legalisasi, dan bentuk pengakuan atas kompetensi yang dicapainya.Pengakuan seperti ini diperlukan oleh pendidik, bukan hanya sebagai motivasi atas keberhasilannya, tetapi juga sebagai kepuasan individu dan kepuasan profesional atas kerja kerasnya.

Penguatan seperti ini jarang, bahkan hampir tidak diterima oleh pendidik.Penghargaan bagi pendidik yang telah memenuhi standar perlu diberikan. Hal itu akan membedakan antara guru yang berkompetensi standar dengan yang belum standar.

Bentuk penghargaan yang diberikan sesuai dengan kondisi pada satuan pendidikan bersangkutan atau ditentukan oleh kepala satuan pendidikan dan pengawas sekolah yang menjadi pengawasnya.

Teguran yang bersifat mendidik diberikan kepada pendidik yang belum memenuhi standar.

Teguran dapat dilakukan dengan cara lisan atau tertulis. Idealnya, untuk memenuhi persyaratan administratif, teguran sebaiknya disampaikan secara tertulis sehingga dapat dipertanggungjawabkan dan didokumentasikan.

Jika teguran itu berhasil memotivasi guru, kegiatan tersebut akan bermakna positif baik bagi yang bersangkutan.Intinya, teguran yang bersifat mendidik adalah teguran yang diharapkan dapat menimbulkan perubahan positif.

Tindak lanjut yang terakhir adalah merekomendasikan agar pendidik diberi kesempatan untuk mengikuti pelatihan atau penataran. Rekomendasi itu bukan hanya bermakna bagi guru, tetapi juga bermakna bagi institusi tempat pendidik bertugas untuk meningkatkan kinerjanya.

Cara-cara melaksanakan tindak lanjut hasil supervisi akademik sebagai berikut.
  1. Mengkaji rangkuman hasil penilaian.
  2. Apabila ternyata tujuan supervisi akademik dan standar-standar pembelajaran belum tercapai, maka sebaiknya dilakukan penilaian ulang terhadap pengetahuan, keterampilan dan sikap pendidik yang menjadi tujuan pembinaan.
  3. Apabila ternyata memang tujuannya belum tercapai maka mulailah merancang kembali program supervisi akademik pendidik untuk masa berikutnya.
  4. Membuat rencana aksi supervisi akademik berikutnya.
  5. Mengimplementasikan rencana aksi tersebut pada masa berikutnya.
Sedangkan untuk melaksanakan pembinaan bagi guru maka perlu diperhatikan lima langkah pembinaan kemampuan pendidik melalui supervisi akademik, yaitu:
  1. menciptakan hubungan-hubungan yang harmonis,
  2. analisis kebutuhan,
  3. mengembangkan strategi dan media,
  4. menilai, dan
  5. revisi.
Kegiatan pembinaan dapat berupa pembinaan langsung dan tidak langsung.

1. Pembinaan langsung

Pembinaan ini dilakukan terhadap hal-hal yang sifatnya khusus, yang perlu perbaikan dengan segera dari hasil analisis supervisi.

2. Pembinaan tidak langsung

Pembinaan ini dilakukan terhadap hal-hal yang sifatnya umum yang perlu perbaikan dan perhatian setelah memperoleh hasil analisis supervisi.

Beberapa cara yang dapat dilakukan kepala sekolah dalam membina pendidik untuk meningkatkan proses pembelajaran, seperti hal berikut.
  1. Menggunakan secara efektif petunjuk bagi pendidik dan bahan pembantu pendidik lainnya.
  2. Menggunakan buku teks secara efektif.
  3. Menggunakan praktek pembelajaran yang efektif yang dapat mereka pelajari selama pelatihan profesional/inservice training.
  4. Mengembangkan teknik pembelajaran yang telah mereka miliki.
  5. Menggunakan metodologi yang luwes (fleksibel).
  6. Merespon kebutuhan dan kemampuan individual siswa.
  7. Menggunakan lingkungan sekitar sebagai alat bantu pembelajaran.
  8. Mengelompokkan siswa secara lebih efektif.
  9.  Mengevaluasi siswa dengan lebih akurat/teliti/seksama.
  10.  Bekerja sama dengan pendidik lain agar lebih berhasil.
  11.  Mengikutsertakan masyarakat dalam mengelola kelas
  12.  Meraih moral dan motivasi mereka sendiri.
  13.  Memperkenalkan teknik pembelajaran modern untuk inovasi dan kreatifitas layanan pembelajaran.
  14. Membantu membuktikan siswa dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis, menyelesaikan masalah dan pengambilan keputusan.
  15. Menciptakan suasana pembelajaran yang kondusif.

Demikian penjelasan tentang instrumen perencanaan supervisi akademik dan tidak lanjutnya. Jika artikel ini bermanfaat silahkan tinggalkan komentar atau share ke teman anda semua.

Terima kasih

Downloads Instrumen Supervisi Akademik DI SINI