SISTEMATIKA LAPORAN PRAKTEKUM IPA

Dalam dunia ilmu pengetahuan pembuktian sebuah teori atau pengujian ulang suatu teori merupakan bagian dari cara mempelajari suatu ilmu pengetahuan tersebut, khususnya ilmu – ilmu alam, yang dikenal dengan praktekum. dan bagian dari praktekum ini akan di buktikan dengan sebuah laporan. Dalam penyusunan laporan praktikum dikenal adanya sistematika laporan sebagai langkah dalam membentuk  dan pembiasaan dari cara berfikir sistematis. sehingga bagi orang – orang yang mendalami ilmu pengetahuan alam (IPA) akan memiliki kebiasaan dan kelebihan dalam cara berfikir yang sistematis dan trial and error, untuk itu pada artikel kali ini akan di berikan contoh sistematika cara menyususn laporan, terutama pada bagian pokok dari sistematika laporan praktikum sebagai langkah akhir apabila telah menyelesaikan sebuah kegiatan eksperiment yang dilakukan.

Setiap kita akan melakukan kegiatan eksperiment, terdapat dua bagian penting yang harus disediakan, bagian – bagian tersebut adalah :

1.       Petunjuk Praktekum

Petunjuk praktekum merupakan suatu petunjuk atau langkah – langkah yang harus dilakukan dan dipahami serta dipersiapkan jika kita mau melakukan kegiatan eksperiment, mulai dari menyiapkan alat dan bahan, penguasaan teori sampai dengan menganalisis data hingga menyimpulkan hasil eksperiment tersebut. Sebagai contoh berikut ini adalah petunjuk praktekum pada pelajaran kimia tentang larutan elektrolit dan larutan nonelektrolit, dengan judul praktek, yaitu :

Uji Daya Hantar Listrik Larutan di Sekitarmu

A.Tujuan : Menguji daya hantar listrik beberapa larutan

Cobalah untuk melakukan serangkaian percobaan kimia sederhana menggunakan larutan yang berada di sekitarmu dengan mengikuti petunjuk berikut ini.

B. Alat dan Bahan

Alat :

Bahan :

- Gelas

- Kabel

- Lampu Kecil

- Baterai Besar 2 buah

- Gunting

- Paku yang telah diamplas

atau dibersihkan 2 buah

 

- Air sumur

- Air garam

- Air gula

- Air jeruk

- Air sabun

- Minuman isotonic

- Air sungai

 

 

C. Prosedur Pengujian

1.       Rangkailah alat uji daya hantar listrik sederhana sehingga berfungsi dengan baik seperti pada gambar.

2.       Ambillah masing-masing 100 ml larutan yang akan diuji daya hantar listriknya dan masukkan ke dalam gelas

3.       Ujilah daya hantar listrik larutan uji dengan menggunakan rangkaian alat penguji elektrolit dengan cara mencelupkan elektroda ke dalam larutan!

4.       Amati perubahan yang terjadi dan apakah lampu menyala, dan lihat perubahan di sekitar elektroda (catat dalam tabel pengamatan)!

5.       Dengan cara yang sama, ujilah daya hantar larutan lain yang tersedia!

D. Hasil Pengamatan

Tabel Hasil Pengamatan

No

Larutan

Pengamatan

Keterangan

Lampu

Gelembung Gas

Nonelektrolit

Elektrolit

1

Air Suling

padam

ada

-

v

2

Air Garam

 

 

 

 

3

Air Sirop

 

 

 

 

4

Minuman Isotonik

 

 

 

 

5

Air Sabun

 

 

 

 

6

Air Gula

 

 

 

 

7

Air Jeruk

 

 

 

 

8

alkohol

 

 

 

 

 

E. Pertanyaan

1.       Bagaimanakah cara membedakan larutan elektrolit dan nonelektrolit jika dilihat dari hasil pengamatan yang dilakukan?

2.       Larutan manakah yang termasuk larutan elektrolit?

3.       Larutan manakah yang termasuk larutan nonelektrolit?

 

2.       Laporan Praktekum

Laporan praktekum merupakan suatu paparan tentang hasil sebuah eksperiment, yang disusun secara sistematis sebagai suatu bukti telah melakukan kegiatan. Laporan praktekum harus menggambarkan bukti otentik dan menggambarkan hasil empiris yang telah didapatkan terlepas sesuai dengan teori yang mendasarinya atau tidak. Di sini dapat menggambarkan sebuah kejujuran dari seorang ilmuwan.

Berikut ini adalah contoh sistematika laporan praktekum ipa yang benar dan dianggap standar pokok dari sebuah laporan, antara lain sebagai berikut:

A.      Judul Praktekum

Tuliskan judul praktekum pada bagian paling atas atau sampul dari laporan yang dibuat.

B.      Tujuan Praktekum

Tujuan praktikum dapat anda sesuaiakan dengan tujuan yang tertulis pada petunjuk praktekum

C.      Landasan Teori

Merupakan paparan teori yang mendasari dari kegiatan praktekum yang dilakukan, biasanya di tulis secara singkat atau garis besarnya saja yang menggambarkan point – point yang mewakili teori tersebut, tetapi dapat pula disampaikan lebih luas.

D.      Alat dan Bahan

Adalah alat dan bahan yang digunakan dan diperlukan untuk melakukan kegiatan praktek / eksperiment yang dilakukan, biasanya sudah tertulis pada petunjuk praktikum.

E.       Langkah Kerja

Merupakan point – point langkah kerja yang dilakukan dalam kegiatan eksperimen tersebut, dapat di sampaikan dalam bentuk langkah – langkah  kegiatan atau dalam bentuk gambar yang menunjukan urutan kegiatan yang dilaksanakan dan ini mengacu pada petunjuk praktikum yang ada.

F.       Data hasil Percobaan

Merupakan catatan data dari hasil pengamatan atau pengukuran pada waktu melakukan eksperiment. Data ini dapat berupa catatan – catatan  kecil atau ringkas dan dapat pula disajikan dalam bentuk table seperti pada contok eksperiment ini.

G.     Pembahasan

Merupakan hasil analisis baik sederhana ataupun kompleks sesuai kemampuan praktikan yang ditemui pada waktu melakukan eksperiment, bisa berupa tentang kesesuaian data yang di dapat atau sebaliknya yang dikaitkan dengan langkah atau cara bahkan penggunaan alat dan bahan yang diambil untuk mendapatkan data hasil eksperiment tersebut serta penyimpangan yang ditemui jika ada.

H.      Jawaban pertanyaan

Berisi tentang jawaban – jawaban pertanyaan yang di minta sesuai dengan petunjuk praktikan yang disediakan.

I.        Kesimpulan dan Saran

Bagian ini merupakan hal penting sebagai gambaran singkat dari hasil eksperiment yang dilakukan sehingga siapaun yang membaca laporan tersebut dapat memahami hasil yang diperoleh dan mengetahui kelemahan serta kelebihan dari eksperimen yang di lakukan sesuai saran yang dituliskan.

J.        Referensi

Merupakan pencantuman sumber referensi yang digunakan sebagai cara memahami masalah atau rumusan masalah serta pemecahannya, dan sering di sebut sebagai daftar pustaka.

K.      Nama Praktikan

Untuk nama praktikan biasanya dituliskan pada bagian kanan bawah yang dibubuhi pula dengan paraf atau tanda tangan praktikan serta keterangan lain sesuai yang diperlukan. contohnya mencantumkan nama dan NIS atau NIM (mahasiswa).

Dengan penyusunan laporan yang baik dan sistematis akan memudahkan pihak lain yang ingin memahami atau menggunakan hasil laporan tersebut untuk pengembangan atau eksperiment berikutnya.

Demikian cara menyususn sistematika laporan praktekum IPA yang dapat disampaikan semoga dapat mengisnpirasi siapapun yang membutuhkannya.

 

 

Previous
Next Post »

1 komentar:

Write komentar
Aidilfrazaq
AUTHOR
18 January, 2021 09:56 delete

Nama : AIDIL FRAZAQ Fitrianto
Kelas X MIPA 2

Reply
avatar